Matheus Cunha Ajak Fans Tidak Lupakan Peran Ruben Amorim di Balik Kebangkitan Man United

Matheus Cunha Ajak Fans Tidak Lupakan Peran Ruben Amorim di Balik Kebangkitan Man United
Ruben Amorim dalam laga Premier League antara Manchester United vs Bournemouth, Selasa (16/12/2025). (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Performa Manchester United di Premier League 2025/2026 menunjukkan grafik menanjak sejak ditangani pelatih interim Michael Carrick pada pertengahan Januari.

Namun, di tengah pujian yang mengalir untuk Carrick, penyerang Matheus Cunha menilai bahwa kebangkitan Setan Merah tak lepas dari fondasi yang telah dibangun oleh pendahulunya, Ruben Amorim.

Sejak Carrick mengambil alih kursi pelatih sementara, United meraih empat kemenangan dan satu hasil imbang dari lima laga terakhir di Liga Inggris. Catatan tersebut kontras dengan periode akhir kepemimpinan Amorim, ketika tim dinilai stagnan dan sulit keluar dari tekanan.

1 dari 5 halaman

Amorim Pergi di Tengah Tekanan

Ruben Amorim di laga Manchester United vs Sunderland pada 4 Oktober 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Ruben Amorim di laga Manchester United vs Sunderland pada 4 Oktober 2025 lalu. (c) AP Photo/Dave Thompson

Amorim resmi dipecat pada 5 Januari lalu, tak lama setelah melontarkan pernyataan emosional usai hasil imbang 1-1 kontra Leeds United. Saat itu, United berada di posisi keenam klasemen.

Situasi tersebut semakin disorot karena pada musim debutnya, Amorim hanya mampu membawa tim finis di peringkat ke-15 dan kalah di final Liga Europa.

Secara keseluruhan, pelatih asal Portugal itu mencatatkan 24 kemenangan dari 63 pertandingan dalam 14 bulan masa kepemimpinannya. Salah satu ciri khasnya adalah konsistensi menggunakan formasi 3-4-2-1, skema yang kerap menuai perdebatan di kalangan suporter maupun pengamat.

2 dari 5 halaman

Carrick Ubah Pendekatan, Hasil Langsung Terlihat

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, merayakan kemenangan timnya seusai pertandingan Liga Inggris melawan Fulham, Minggu (1/2/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Di bawah arahan Carrick, United beralih ke formasi 4-2-3-1. Perubahan tersebut turut menghidupkan kembali peran Kobbie Mainoo yang sebelumnya lebih sering menghuni bangku cadangan.

Hasilnya cukup impresif: kemenangan atas Manchester City dan Arsenal menjadi bukti nyata kebangkitan tim, sekaligus mengembalikan optimisme di ruang ganti.

Saat ini, United menempati posisi keempat klasemen Liga Inggris, unggul satu poin atas Chelsea di peringkat kelima. Mereka juga memiliki waktu istirahat lebih panjang setelah bermain imbang 1-1 melawan West Ham pada 10 Februari, sebelum dijadwalkan bertandang ke markas Everton pada Senin mendatang.

3 dari 5 halaman

Cunha: Jangan Lupakan Peran Amorim

Ruben Amorim memberikan arahan kepada Matheus Cunha saat melawan Bournemouth, 16 Desember 2025. (c) AP Photo/Jon Super

Ruben Amorim memberikan arahan kepada Matheus Cunha saat melawan Bournemouth, 16 Desember 2025. (c) AP Photo/Jon Super

Meski performanya meningkat di bawah Carrick, dengan kontribusi assist saat menundukkan Manchester City serta gol ke gawang Arsenal dan Fulham, Cunha menilai perubahan taktik bukan satu-satunya faktor kebangkitan tim.

Pemain berusia 26 tahun itu bahkan menyebut kepindahannya senilai 62,5 juta poundsterling dari Wolves musim panas lalu tak akan terjadi tanpa peran Amorim.

“Saya selalu bersyukur atas semua yang dilakukan Ruben. Sangat mudah melihat masa lalu hanya sebagai masalah ketika perubahan terjadi, padahal tidak seperti itu. Dia pribadi yang luar biasa,” ujar Cunha kepada DAZN.

Menurutnya, banyak pemain baru yang bergabung karena pengaruh Amorim. Ia juga menilai bahwa struktur permainan United saat ini masih memiliki kemiripan dengan pendekatan sebelumnya.

“Tekanan agar taktik itu berhasil begitu besar hingga kita lupa melihat gambaran besarnya. Secara jujur, angka-angka dalam sepak bola kadang menyesatkan. Kami menyerang dengan berbagai cara dan dalam beberapa momen tetap bertahan dengan bentuk yang identik dengan formasi Ruben,” tambahnya.

4 dari 5 halaman

Masa Depan Carrick Masih Tanda Tanya

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat laga Premier League kontra Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat laga Premier League kontra Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Kontrak Carrick sebagai pelatih interim hanya berlaku hingga akhir musim. Manajemen klub dikabarkan akan menunjuk pelatih permanen sebagai suksesor Amorim. Meski begitu, dukungan terhadap Carrick terus menguat, termasuk dari legenda klub Wayne Rooney.

Rooney menilai Carrick adalah sosok yang tepat karena memahami kultur klub dan mampu menciptakan ketenangan di tengah tekanan.

“Kami sudah mencoba berbagai manajer, (Jose) Mourinho, (Louis) van Gaal, (Erik) ten Hag, dan (Ruben) Amorim. Bagi saya, Carrick masuk akal. Bukan karena kami pernah bermain bersama, tetapi karena dia membawa pengaruh yang menenangkan,” kata Rooney dalam The Overlap Fan Debate.

Ia menambahkan bahwa Carrick mampu mengelola seluruh skuad dengan baik, sesuatu yang dinilai krusial dalam upaya mengembalikan kejayaan klub.

Dengan tren positif yang terus berlanjut, Carrick kini bukan sekadar pelatih sementara. Ia mulai dipandang sebagai kandidat serius untuk memimpin Manchester United secara permanen, meski bayang-bayang fondasi yang ditinggalkan Amorim tetap menjadi bagian penting dari cerita kebangkitan mereka musim ini.

Sumber: DAZN


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL