Man United Takut Kehilangan Sponsor Baru Usai Kontroversi Sir Jim Ratcliffe

Man United Takut Kehilangan Sponsor Baru Usai Kontroversi Sir Jim Ratcliffe
Pemilik saham Manchester United, Sir Jim Ratcliffe. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Raksasa Liga Inggris, Manchester United, dikabarkan menghadapi ancaman kerugian finansial bernilai jutaan poundsterling menyusul kontroversi yang melibatkan salah satu pemiliknya, Sir Jim Ratcliffe.

Pernyataan Ratcliffe soal imigrasi di Inggris memicu gelombang kritik luas dan dikhawatirkan berdampak langsung terhadap nilai komersial klub.

Saat ini, Manchester United masih belum memiliki mitra resmi untuk perlengkapan latihan (training kit partner). Selain itu, kontrak sponsor di lengan jersey juga akan berakhir musim panas mendatang. Situasi ini membuat manajemen harus bergerak cepat mencari kesepakatan baru.

Namun, kondisi menjadi semakin rumit setelah wawancara kontroversial Ratcliffe mencuat. Dalam pernyataannya, ia menyebut para imigran telah “mengkolonisasi” Inggris, ucapan yang memicu kemarahan publik dan tokoh politik.

1 dari 4 halaman

Glazers Khawatir Nilai Komersial Tergerus

Stadion kandang Manchester United, Old Trafford. (c) AP Photo/Jon Super

Stadion kandang Manchester United, Old Trafford. (c) AP Photo/Jon Super

Keluarga Glazer family, pemilik mayoritas saham klub, dilaporkan menyampaikan kekhawatiran kepada jajaran senior klub terkait dampak reputasi ini.

Bagi keluarga asal Florida tersebut, kekuatan komersial Manchester United merupakan salah satu alasan utama mereka mempertahankan kepemilikan klub selama bertahun-tahun. Brand global United dinilai sebagai aset paling berharga.

Namun kini, citra klub disebut mengalami pukulan besar. Perusahaan-perusahaan kelas atas (bluechip) cenderung hanya ingin berasosiasi dengan institusi yang berpandangan progresif dan memiliki citra positif secara global. Kekhawatiran pun muncul bahwa kontroversi ini bisa membuat calon sponsor berpikir dua kali sebelum menjalin kerja sama.

2 dari 4 halaman

Tekanan Politik dan Potensi Investigasi

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Kontroversi semakin membesar setelah Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, secara terbuka mendesak Ratcliffe untuk meminta maaf. Ratcliffe akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik dan juga kepada keluarga Glazer.

Di sisi lain, The Football Association (FA) masih menelaah pernyataan tersebut dan tidak menutup kemungkinan membuka investigasi penuh jika dianggap melanggar kode etik atau nilai-nilai sepak bola Inggris.

Jika penyelidikan resmi benar-benar dilakukan, reputasi Manchester United sebagai salah satu brand olahraga terbesar dunia bisa semakin tertekan.

Kondisi ini bisa menjadi lebih buruk apabila Manchester United gagal mengamankan tiket Liga Champions musim ini. Kompetisi elit Eropa tersebut bukan hanya soal prestise olahraga, tetapi juga faktor krusial dalam negosiasi sponsor dan pendapatan komersial.

Tanpa Liga Champions dan dengan bayang-bayang kontroversi, posisi tawar klub di meja perundingan bisa melemah secara signifikan.

3 dari 4 halaman

Carrick di Bawah Sorotan

Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Situasi ini secara tidak langsung menambah tekanan kepada pelatih interim Michael Carrick. Sejak mengambil alih tim, Carrick belum terkalahkan dalam lima pertandingan dan berupaya menjaga stabilitas di tengah badai non-teknis yang menerpa klub.

Manchester United dijadwalkan menghadapi Everton pada Senin malam. Namun sebelum itu, Carrick akan menghadapi sesi konferensi pers yang diprediksi berlangsung panas.

Tim komunikasi klub disebut telah memberikan pengarahan khusus kepada Carrick terkait cara menjawab pertanyaan seputar komentar Ratcliffe agar situasi tidak semakin memburuk.

Sumber: Mirror


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL