Melihat Ulang Musim Berantakan Liverpool: Apa yang Salah, Arne Slot Kenapa?

Melihat Ulang Musim Berantakan Liverpool: Apa yang Salah, Arne Slot Kenapa?
Arne Slot memberikan arahan pada skuad Liverpool di laga kontra Inter Milan (c) AP Photo/Luca Bruno

Bola.net - Musim 2025/2026 berubah menjadi mimpi buruk bagi Liverpool. Setelah tampil sebagai juara Premier League musim sebelumnya, The Reds justru mengalami penurunan drastis dan mengakhiri musim di posisi kelima klasemen.

Arne Slot memang masih berhasil membawa Liverpool lolos ke Liga Champions. Namun, pencapaian itu terasa lebih seperti penyelamatan situasi ketimbang tanda bahwa proyek mereka berjalan ke arah yang benar.

Awalnya, musim sempat dimulai dengan menjanjikan. Liverpool memenangi tujuh pertandingan pertama mereka di semua kompetisi. Namun, setelah itu, performa tim perlahan runtuh hingga banyak pendukung berharap musim ini segera dilupakan.

Kini, Liverpool memasuki musim panas dengan tekanan besar, mulai dari masa depan Slot hingga kebutuhan membangun ulang skuad yang terlihat kehilangan identitas.

1 dari 5 halaman

Musim yang Jauh dari Ekspektasi

Reaksi skuad Liverpool usai gawang mereka kebobolan di laga lawan Manchester United, Minggu (03/5/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Reaksi skuad Liverpool usai gawang mereka kebobolan di laga lawan Manchester United, Minggu (03/5/2026). (c) AP Photo/Dave Thompson

Tidak banyak yang menyangka musim pertahanan gelar Liverpool akan berjalan seburuk ini. Setelah mengangkat trofi Premier League musim lalu, mereka justru tertinggal jauh dalam persaingan dan finis 25 poin lebih rendah dibanding musim juara mereka.

Masalah Liverpool terlihat di hampir semua lini. Mereka dianggap terlalu mudah ditembus lawan, kehilangan mentalitas saat berada di bawah tekanan, dan gagal menunjukkan karakter juara yang musim lalu begitu menonjol.

Situasi semakin terasa berat karena sejumlah pemain kunci tampil di bawah standar. Ketika performa tim mulai menurun, Liverpool tidak mampu menemukan jalan keluar yang konsisten.

2 dari 5 halaman

Momen Terbaik yang Tenggelam di Tengah Kekacauan

Selebrasi para pemain Liverpool FC usai mencetak gol dalam laga Premier League melawan Chelsea, Sabtu (9/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Selebrasi para pemain Liverpool FC usai mencetak gol dalam laga Premier League melawan Chelsea, Sabtu (9/5/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Di tengah musim yang kacau, masih ada beberapa momen yang layak dikenang. Salah satunya datang dari Dominik Szoboszlai saat mencetak gol tendangan bebas spektakuler ke gawang Arsenal pada akhir Agustus.

Dalam laga yang tampak akan berakhir tanpa gol, Szoboszlai melepaskan tendangan bebas dari jarak lebih dari 30 yard pada menit ke-83. Bola meluncur dengan kecepatan dan akurasi sempurna hingga David Raya tidak mampu menjangkaunya.

Gol itu menjadi penentu kemenangan Liverpool atas Arsenal dan dianggap sebagai gol terbaik mereka musim ini. Szoboszlai sebenarnya juga mencetak tendangan bebas indah melawan Manchester City, tetapi Liverpool kalah dalam pertandingan tersebut.

Salah satu pertandingan paling emosional musim ini terjadi pada pekan pembuka Premier League di Anfield. Itu menjadi laga kompetitif pertama Liverpool setelah meninggalnya Diogo Jota.

Atmosfer pertandingan dipenuhi emosi, dan Federico Chiesa akhirnya mencetak gol kemenangan pada menit ke-88. Meski musim berjalan buruk setelahnya, malam itu menjadi salah satu momen yang paling membekas bagi para pendukung Liverpool.

3 dari 5 halaman

Mohamed Salah Jadi Sorotan Besar

Selebrasi Mohamed Salah dalam laga Everton vs Liverpool di Premier League 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Selebrasi Mohamed Salah dalam laga Everton vs Liverpool di Premier League 2025/2026, Minggu (19/4/2026). (c) AP Photo/Ian Hodgson

Salah satu titik balik musim Liverpool terjadi pada Desember ketika Mohamed Salah meluapkan kekecewaannya secara terbuka.

Setelah tiga laga beruntun hanya menjadi pemain pengganti dalam periode enam hari, penyerang asal Mesir itu mengeluarkan pernyataan keras yang langsung memicu polemik besar.

“Entah kenapa, tetapi saya merasa seseorang tidak menginginkan saya berada di klub ini. Rasanya seperti klub melempar saya begitu saja. Itulah yang saya rasakan. Sangat jelas ada seseorang yang ingin menjadikan saya pihak yang disalahkan," kata Salah.

Pernyataan tersebut memperlihatkan ketegangan internal yang sedang dialami Liverpool. Situasi makin memburuk ketika Salah kembali mengkritik gaya bermain Liverpool di bawah Slot lewat media sosial menjelang laga terakhir musim ini.

Performa Salah sendiri ikut menjadi sorotan. Liverpool terlalu bergantung pada dirinya dan Cody Gakpo di sektor sayap. Ketika keduanya gagal tampil maksimal, Slot tidak memiliki banyak opsi lain yang bisa diandalkan.

Keputusan membangun skuad dengan hanya dua winger senior yang benar-benar dipercaya menjadi starter akhirnya dianggap sebagai salah satu kesalahan terbesar Liverpool musim ini.

4 dari 5 halaman

Kesalahan, Kejutan, dan Sedikit Hiburan

Rio Ngumoha menggantikan Joe Gomez dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, 15 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Rio Ngumoha menggantikan Joe Gomez dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions antara Liverpool vs PSG di Anfield, 15 April 2026 (c) AP Photo/Jon Super

Musim buruk Liverpool juga diwarnai sejumlah momen aneh. Salah satu yang paling mencolok terjadi saat menghadapi Barnsley di ajang FA Cup.

Dalam posisi unggul 2-0, Szoboszlai mencoba melakukan backheel di dekat garis gawang sendiri untuk mengoper bola kepada Giorgi Mamardashvili. Upaya itu gagal total dan justru memberi Adam Phillips peluang mudah untuk mencetak gol.

Meski begitu, Liverpool tetap memiliki sedikit hal positif. Penampilan Rio Ngumoha menjadi salah satu kejutan terbaik musim ini.

Pemain muda tersebut tampil percaya diri di level Premier League dan mulai menarik perhatian sejak mencetak gol kemenangan dramatis melawan Newcastle pada Agustus lalu. Dalam beberapa bulan terakhir, ia dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi bintang masa depan Liverpool.

Ada pula momen yang membuat pendukung Liverpool tersenyum. Virgil van Dijk mencetak gol kemenangan pada menit ke-100 saat Liverpool menang 2-1 atas Everton dalam derby Merseyside bulan April.

Gol itu terasa spesial karena menjadi derby Merseyside pertama di Hill Dickinson Stadium, sekaligus memperpanjang penderitaan rival sekota mereka.

5 dari 5 halaman

Masa Depan Arne Slot Jadi Pertanyaan Utama

Topik terbesar yang akan mendominasi musim panas Liverpool adalah masa depan Arne Slot.

Musim lalu, Slot mendapat pujian besar karena mampu menggantikan Jurgen Klopp dan langsung membawa Liverpool menjadi juara Premier League. Namun dalam waktu satu tahun, situasinya berubah drastis.

Manajemen klub disebut masih mendukung Slot. Sang pelatih juga memiliki sejumlah alasan yang dianggap meringankan, mulai dari kematian Diogo Jota, badai cedera, adaptasi pemain baru, hingga performa buruk sejumlah pemain inti.

Meski begitu, kritik tetap mengalir. Liverpool dinilai memiliki kelemahan taktik yang jelas dan gaya bermain yang membuat mereka sulit dinikmati musim ini.

Jika Slot bertahan, Liverpool harus melakukan perombakan besar pada skuad. Mereka membutuhkan dua winger cepat dan dinamis, serta gelandang fisik yang mampu membantu progresi bola.

Sebaliknya, jika Slot pergi, Liverpool akan kembali menghadapi tantangan besar untuk mencari sosok pengganti yang mampu mengembalikan standar tinggi mereka.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL