
Bola.net - Nama Michael Carrick kembali mengemuka di Manchester United. Legenda lini tengah Setan Merah itu disebut sebagai kandidat kuat manajer interim.
Rekam jejak Carrick di Old Trafford bukan hal baru. Ia pernah menjadi asisten manajer MU pada 2018–2021, lalu memimpin tim sebagai karteker dalam tiga laga.
Setelah meninggalkan MU, Carrick membangun reputasi sebagai manajer di Middlesbrough. Ia menangani klub tersebut dari 2022 hingga 2025.
Meski gagal promosi ke Premier League, Carrick meninggalkan jejak taktik yang jelas. Middlesbrough tampil agresif, produktif, dan memiliki identitas permainan kuat.
Fondasi Taktik dan Struktur Permainan

Michael Carrick mengandalkan formasi dasar 4-2-3-1. Struktur ini memberi keseimbangan saat bertahan dan fleksibilitas saat menyerang.
Ketika menguasai bola, formasi berubah menjadi 3-2-5. Transisi ini dicapai lewat pergerakan bek sayap, terutama dari sisi kiri.
Satu bek sayap aktif overlap dan masuk ke area serang. Bek sayap lainnya bertahan lebih dalam dan membentuk tiga bek bersama dua bek tengah.
Pendekatan ini membuat Middlesbrough stabil di belakang. Pada saat bersamaan, mereka tetap memiliki jumlah pemain cukup di lini depan.
Pola Serangan dan Dominasi Ruang

Dalam fase menyerang, striker Carrick tidak hanya berperan sebagai target man. Penyerang kerap turun untuk membuka ruang di belakang bek lawan.
Pergerakan ini dimanfaatkan gelandang serang yang berlari dari lini kedua. Carrick menekankan timing dan eksploitasi half-space.
Satu pemain sayap menjaga lebar lapangan. Sayap lainnya melakukan inversi untuk menciptakan keunggulan jumlah di tengah.
Dengan lima pemain sejajar di lini serang, pertahanan lawan dipaksa memilih. Bertahan rendah atau melakukan man-to-man, keduanya berisiko membuka celah.
Adaptasi, Filosofi, dan Pengembangan Pemain

Carrick dikenal kukuh pada sistemnya. Namun, ia juga menunjukkan fleksibilitas saat situasi menuntut perubahan.
Saat pertahanan Middlesbrough rapuh, Carrick sempat beralih ke skema tiga bek. Tujuannya memperbaiki organisasi bertahan dan stabilitas tim.
Setelah kondisi membaik, ia kembali ke 4-2-3-1. Data dan performa masa lalu menjadi dasar keyakinannya pada sistem tersebut.
Salah satu kekuatan Carrick adalah mengembangkan pemain. Ia mengubah Chuba Akpom menjadi penyerang hybrid antara nomor 9 dan 10 yang mencetak 28 gol liga, didukung Cameron Archer dan Aaron Ramsey.
Sumber: substack
Klasemen Premier League 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Akun X Bruno Fernandes Diretas, Unggahan Aneh hingga Sindiran soal INEOS Bikin Geger, Manchester United Sampai Harus Beri Klarifikasi
- Terbuai dan Terjebak Zona Nyaman, Penyebab Runtuhnya Liverpool Musim Ini
- Debut Manis Rosenior: Chelsea Pesta Gol, Tapi Itu Baru Awal
- Musim Kelam Manchester United: Statistik Mengerikan Terungkap Usai Tersingkir dari FA Cup
- Wow! Mantan Pelatih Real Madrid Ini Masuk Kandidat Manajer Baru Manchester United
- Demi Putus Tren Negatif, MU Bertekad Kalahkan Manchester City di Derby Manchester
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Warisan Terakhir Ruben Amorim: 4 Nama Target yang Masih Bisa Direkrut MU
Editorial 12 Januari 2026, 15:17
LATEST UPDATE
-
Meski Sulit, Crystal Palace Ingin Jegal Manchester United di Old Trafford
Liga Inggris 28 Februari 2026, 22:25
-
Absen Lawan Everton, Lisandro Martinez Bisa Perkuat MU lawan Crystal Palace?
Liga Inggris 28 Februari 2026, 22:14
-
Nonton Live Streaming Barcelona vs Villarreal di Vidio - Liga Spanyol 2025/2026
Liga Spanyol 28 Februari 2026, 21:37
-
Prediksi BRI Super League: Persis Solo vs Persik Kediri 1 Maret 2026
Bola Indonesia 28 Februari 2026, 21:30
-
Nonton Live Streaming Liverpool vs West Ham di Vidio - Liga Inggris 2025/2026
Liga Inggris 28 Februari 2026, 21:19
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Bhayangkara FC 1 Maret 2026
Bola Indonesia 28 Februari 2026, 20:57
-
Assist Sudah, Gol Kapan? Ardon Jashari Bidik Momen Spesial di San Siro Bersama AC Milan
Liga Italia 28 Februari 2026, 20:50
-
Liverpool Diminta Beri Rio Ngumoha Lebih Banyak Menit Bermain
Liga Inggris 28 Februari 2026, 20:14
-
Prediksi Cremonese vs Milan 1 Maret 2026
Liga Italia 28 Februari 2026, 18:30
-
Tempat Menonton Inter vs Genoa: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 28 Februari 2026, 17:31
LATEST EDITORIAL
-
Boros Tanpa Hasil, 5 Kesalahan Transfer Terbesar Manchester United
Editorial 27 Februari 2026, 16:12
-
10 Kiper Terhebat dalam Sejarah Premier League Menurut Jamie Carragher
Editorial 25 Februari 2026, 16:24
-
5 Klub MLS yang Paling Mungkin Mendatangkan Casemiro
Editorial 25 Februari 2026, 14:47
-
6 Pemain Arsenal yang Kontraknya Habis pada 2027, Siapa Bertahan dan Siapa Dijual?
Editorial 24 Februari 2026, 14:21

























KOMENTAR