Musim Kelam Manchester United: Statistik Mengerikan Terungkap Usai Tersingkir dari FA Cup

Musim Kelam Manchester United: Statistik Mengerikan Terungkap Usai Tersingkir dari FA Cup
Pemain Manchester United, Diogo Dalot usai laga melawan Brighton di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Musim 2025/2026 kian berubah menjadi mimpi buruk bagi Manchester United. Kekalahan dari Brighton di putaran ketiga FA Cup, Minggu (11/1/2026) malam tak sekadar menutup satu peluang trofi, tetapi juga membuka deretan fakta pahit yang mencerminkan betapa rapuhnya kondisi Setan Merah saat ini.

Tersingkirnya United dari FA Cup memastikan peluang mereka meraih gelar domestik musim ini nyaris tertutup rapat. Sebelumnya, Bruno Fernandes dan kawan-kawan sudah lebih dulu dipermalukan Grimsby Town di putaran kedua Carabao Cup pada Agustus lalu.

Dengan demikian, hampir pasti United akan kembali mengakhiri musim tanpa trofi untuk dua tahun beruntun.

1 dari 5 halaman

Harapan Tersisa di Liga Inggris

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes usai laga melawan Brighton di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes usai laga melawan Brighton di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Satu-satunya asa yang tersisa hanyalah lewat Premier League. Namun, harapan itu pun terbilang tipis. Manchester United kini berada di posisi ketujuh klasemen, tertinggal 17 poin dari Arsenal yang memimpin liga, dengan 17 pertandingan tersisa.

Menyebut peluang juara sebagai realistis rasanya terlalu jauh, terutama di tengah ketidakstabilan tim di bawah kendali pelatih sementara, Darren Fletcher.

Meski demikian, peluang finis di empat besar masih terbuka. Jarak United dengan Liverpool yang berada di posisi keempat hanya tiga poin. Brentford di urutan kelima juga cuma unggul satu angka.

Dengan persaingan papan atas yang ketat, tiket Liga Champions musim depan masih mungkin diraih, meski performa inkonsisten menjadi ganjalan utama.

2 dari 5 halaman

Catatan Buruk yang Menghantui Sejarah

Bek Manchester United, Harry Maguire tampak kecewa setelah dikalahkan Brighton di Piala FA, Minggu 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Bek Manchester United, Harry Maguire tampak kecewa setelah dikalahkan Brighton di Piala FA, Minggu 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Di balik kegagalan di ajang piala, statistik musim ini menyuguhkan gambaran yang lebih mengkhawatirkan. Manchester United dipastikan hanya akan memainkan sekitar 40 pertandingan di semua kompetisi, jumlah terendah dalam satu musim sejak 1914/1915, atau lebih dari satu abad silam.

Angka tersebut sejatinya sudah menjadi skenario terburuk sejak awal musim, menyusul kegagalan United lolos ke kompetisi Eropa akibat finis di posisi ke-15 liga musim lalu.

Lebih ironis lagi, ini menjadi kali pertama dalam sejarah klub di mana United hanya tampil di dua ajang piala domestik dan langsung tersingkir di laga pertama keduanya, tanpa kompetisi Eropa sebagai pelarian.

Bahkan, terakhir kali United tersingkir di laga pembuka FA Cup dan League Cup secara bersamaan terjadi pada musim 1981/1982. Danny Welbeck, mantan pemain United, kembali menjadi sosok yang “menghantui” Old Trafford dengan golnya bersama Brighton, mempertegas luka lama yang belum sembuh.

3 dari 5 halaman

Ujian Berat Menanti Manchester United

Pelatih interim Manchester United, Darren Fletcher berjalan keluar lapangan bersama Joshua Zirkzee usai laga Piala FA melawan Brighton, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Pelatih interim Manchester United, Darren Fletcher berjalan keluar lapangan bersama Joshua Zirkzee usai laga Piala FA melawan Brighton, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Situasi sulit ini belum akan mereda. Manchester City asuhan Pep Guardiola dijadwalkan bertandang ke Old Trafford akhir pekan ini, sebelum United harus melawat ke markas Arsenal sepekan kemudian. Dua laga berat yang bisa semakin menentukan arah musim Setan Merah.

Di tengah tekanan tersebut, posisi Darren Fletcher pun belum sepenuhnya aman. Manajemen klub dikabarkan tengah menjalin komunikasi dengan Ole Gunnar Solskjaer dan Michael Carrick untuk mengisi peran pelatih interim hingga akhir musim.

Siapa pun yang nantinya berada di pinggir lapangan, peringatan soal “kerapuhan” skuad United sudah jelas terasa.

4 dari 5 halaman

Statistik Horor Manchester United

Perebutan bola antara Kobbie Mainoo dengan Pascal Gross pada laga Manchester United vs Brighton di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Perebutan bola antara Kobbie Mainoo dengan Pascal Gross pada laga Manchester United vs Brighton di Piala FA, 11 Januari 2026. (c) AP Photo/Jon Super

Statistik performa terbaru menegaskan hal itu. United hanya meraih satu kemenangan dari tujuh laga terakhir di semua kompetisi. Meski hanya menelan dua kekalahan, hasil imbang melawan tim papan bawah seperti Wolves, West Ham, dan Leeds memperlihatkan betapa sulitnya United menjaga konsistensi.

Sejak awal Desember, mereka cuma mencatat dua kemenangan dari sembilan pertandingan, bahkan hanya tiga kemenangan dari 13 laga terakhir.

Musim ini benar-benar menjadi potret suram Manchester United. Jika tak segera berbenah, bukan tak mungkin istilah “musim berdarah” akan terus melekat pada perjalanan Setan Merah hingga akhir kompetisi.

Sumber: The Sun


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL