Michael Carrick Menang Terus, Manchester United Terdesak Ambil Keputusan Besar

Michael Carrick Menang Terus, Manchester United Terdesak Ambil Keputusan Besar
Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Bola.net - Manchester United kembali berada di persimpangan penting. Penunjukan Manchester United terhadap Michael Carrick sebagai pelatih interim sejatinya dimaksudkan untuk membeli waktu setelah periode sulit sebelumnya.

Namun, tiga kemenangan beruntun dan perubahan suasana drastis di Old Trafford justru menciptakan situasi tak terduga. Carrick yang berstatus caretaker kini malah mempersempit ruang gerak klub dalam menentukan arah jangka panjang.

Situasi ini memaksa manajemen United menghadapi keputusan lebih cepat dari rencana awal. Kemenangan demi kemenangan membuat pilihan yang semula tampak sederhana menjadi semakin kompleks.

1 dari 3 halaman

Carrick dan Jendela Keputusan yang Menyempit

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Selebrasi pemain Manchester United usai laga melawan Fulham di Old Trafford. (c) AP Photo/Dave Thompson

Penunjukan Carrick dimaksudkan sebagai solusi sementara sambil klub menentukan siapa pelatih permanen berikutnya. Ia menggantikan Ruben Amorim, yang dipecat setelah 14 bulan penuh gejolak.

Dengan kemenangan atas Manchester City, Arsenal, dan Fulham di Premier League, Carrick membawa United ke posisi yang kuat untuk bersaing menuju Liga Champions. Di permukaan, hampir tidak ada sisi negatif dari situasi ini.

Biar begitu, performa sempurna tersebut justru mengaburkan proses pencarian pelatih baru. Carrick dinilai bekerja terlalu baik, sehingga membuat manajemen harus mempertimbangkan keputusan lebih cepat dari yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Tekanan pada Manajemen dan Kandidat Pelatih

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat laga Premier League kontra Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Manajer Manchester United, Michael Carrick, memberi isyarat dari tepi lapangan saat laga Premier League kontra Arsenal, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Tugas Carrick sejak awal adalah menstabilkan tim dan menjaga peluang ke kompetisi Eropa. Sementara itu, CEO Omar Berrada dan direktur olahraga Jason Wilcox diberi waktu untuk menyusun profil pelatih permanen yang ideal.

Masalahnya, proses negosiasi dengan kandidat utama membutuhkan waktu. Jika Carrick terus menang, tekanan publik dan internal agar ia dipermanenkan akan semakin besar.

Manajemen kini dihadapkan pada dua pilihan ekstrem: mempertahankan sesuatu yang sedang berjalan meski Carrick belum teruji di level tertinggi, atau mengambil keputusan dingin dengan mengejar nama elite seperti Thomas Tuchel atau Carlo Ancelotti.

3 dari 3 halaman

Dampak ke Skuad dan Aktivitas Transfer

Ketidakpastian pelatih berdampak langsung pada perencanaan skuad. Pelatih baru tentu ingin mengetahui rencana rekrutmen dan memiliki suara dalam menentukan pemain yang dipertahankan atau dilepas.

Situasi Harry Maguire menjadi contoh nyata. Bek berusia 32 tahun itu akan habis kontrak di akhir musim, dan keputusannya sangat bergantung pada siapa yang akan melatih United musim depan.

Hal serupa juga terjadi pada Kobbie Mainoo, yang kembali menjadi pilihan utama di bawah Carrick setelah sebelumnya tersingkir. Tanpa kejelasan arah, baik pemain lama maupun calon rekrutan akan ragu menentukan masa depan mereka di Old Trafford.

Kini, Man United dituntut segera mengambil keputusan besar. Klub harus memastikan apakah Carrick akan dipermanenkan atau tidak, karena menunda hanya akan merugikan diri sendiri.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL