Model Transfer Liverpool Dipertanyakan: Arne Slot Ungkap Alasan di Balik Belanja Besar

Model Transfer Liverpool Dipertanyakan: Arne Slot Ungkap Alasan di Balik Belanja Besar
Manajer Liverpool, Arne Slot, berjalan meninggalkan lapangan seusai pertandingan Liga Inggris melawan Arsenal, Jumat (9/1/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Bola.net - Arne Slot merasa perlu meluruskan persepsi publik tentang cara Liverpool beroperasi di bursa transfer. Belanja besar yang dilakukan klub dalam dua musim terakhir kerap dianggap sebagai perubahan strategi drastis.

Pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa apa yang dilakukan Liverpool tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Di balik angka-angka besar, ada perhitungan matang yang jarang mendapat sorotan.

Penjelasan Slot membuka gambaran lebih luas tentang filosofi klub, mulai dari keseimbangan neraca keuangan hingga arah pembangunan skuad jangka panjang.

1 dari 5 halaman

Filosofi Keberlanjutan di Balik Belanja Besar

Skuad Liverpool merayakan gol Florian Wirtz ke gawang Newcastle, Minggu (01/02/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Skuad Liverpool merayakan gol Florian Wirtz ke gawang Newcastle, Minggu (01/02/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Arne Slot secara terbuka menyebut model bisnis Liverpool sebagai model keberlanjutan. Ia menilai fokus publik terlalu tertuju pada angka belanja tanpa melihat kewajiban klub untuk menutup pengeluaran tersebut lewat penjualan pemain.

Menurut Slot, banyak pihak membicarakan belanja sekitar 450 juta pounds, tetapi mengabaikan fakta bahwa klub harus mendapatkan kembali hampir 300 juta pounds dari penjualan pemain. Ia mengakui ada sedikit rasa frustrasi karena model ini kerap luput dari perhatian.

Lonjakan belanja transfer Liverpool musim panas lalu, termasuk pemecahan rekor klub untuk Florian Wirtz dan Alexander Isak, sempat memunculkan anggapan bahwa pemilik klub mengubah pendekatan mereka. Namun, Slot menegaskan realitasnya jauh lebih kompleks.

2 dari 5 halaman

Neraca Transfer dan Perhitungan Nyata Klub

Hugo Ekitike (kiri) merayakan golnya dengan Florian Wirtz di laga Liverpool vs Newcastle, Minggu (01/02/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Hugo Ekitike (kiri) merayakan golnya dengan Florian Wirtz di laga Liverpool vs Newcastle, Minggu (01/02/2026). (c) AP Photo/Jon Super

Keputusan Liverpool untuk relatif pasif di bursa transfer setahun sebelumnya menjadi faktor penting. Ditambah pemasukan besar dari gelar Liga Inggris musim 2024/2025 serta penjualan pemain, klub memiliki ruang untuk berinvestasi.

Secara keseluruhan, Liverpool mengumpulkan sekitar 224 juta pounds dari penjualan pemain, termasuk bonus performa. Jika digabungkan dengan penjualan dari 12 bulan sebelumnya, totalnya mendekati angka 300 juta pounds yang disebut Slot.

Dengan sudut pandang itu, investasi 450 juta pounds terlihat berbeda. Dalam dua musim terakhir, belanja bersih Liverpool berada di kisaran 87 juta pounds per musim, angka yang dianggap lebih masuk akal di internal klub meski performa musim berjalan dinilai belum memuaskan.

3 dari 5 halaman

Fokus pada Talenta Muda dan Penurunan Usia Skuad

Liverpool tetap berkomitmen membangun skuad jangka panjang dengan mengincar pemain muda. Kesepakatan senilai 60 juta pounds untuk mendatangkan bek tengah Rennes, Jeremy Jacquet, menjadi bagian dari misi menurunkan rata-rata usia skuad.

Sejumlah rekrutan sukses Liverpool periode 2015/2022 memiliki rata-rata usia 24 tahun enam bulan saat bergabung. Sementara itu, pemain-pemain yang didatangkan musim panas lalu memiliki rata-rata usia hanya 22 tahun 11 bulan.

Perbandingan ini menunjukkan perubahan pendekatan yang sejalan dengan meningkatnya persaingan di Liga Inggris. Liverpool menyadari proses adaptasi pemain muda bisa lebih panjang, tetapi dinilai sepadan dengan potensi jangka panjangnya.

4 dari 5 halaman

Realitas Bursa Musim Dingin dan Krisis Lini Belakang

Meski fokus jangka panjang jelas, keputusan Liverpool tidak menambah bek pada bursa musim dingin memicu kekecewaan suporter. Krisis cedera membuat lini belakang berada dalam kondisi rawan hingga akhir musim.

Klub menilai paket transfer untuk Marc Guehi terlalu mahal, terutama karena sang pemain berpotensi bebas transfer di musim panas. Opsi jangka pendek lain juga sulit diwujudkan karena kendala teknis dengan klub pemilik pemain.

Pengalaman lima tahun lalu, saat perekrutan darurat tidak membuahkan hasil, turut menjadi pelajaran. Kali ini, Liverpool memilih menahan diri karena sudah mengamankan Jacquet untuk musim depan.

5 dari 5 halaman

Kedalaman Skuad dan Tantangan di Setiap Lini

Di bawah mistar, Liverpool merasa aman dengan Alisson sebagai pilihan utama dan Giorgi Mamardashvili sebagai suksesor. Meski demikian, catatan cedera hamstring Alisson tetap menjadi perhatian serius.

Lini belakang menjadi sektor paling tertekan akibat cedera dan transisi pemain. Virgil van Dijk tetap menjadi pilar utama, sementara masa depan Ibrahima Konate dan Joe Gomez masih menyisakan tanda tanya.

Di lini tengah, stabilitas lebih terjaga berkat komposisi pemain yang sudah mapan. Sementara di lini depan, masalah produktivitas dan cedera membuat rencana awal Slot tidak berjalan ideal, sehingga kebutuhan penyerang sayap baru mulai mengemuka.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL