Prahara di Balik Pemecatan Liam Rosenior: Rekor Titanic hingga Frustrasi di Ruang Ganti Chelsea

Prahara di Balik Pemecatan Liam Rosenior: Rekor Titanic hingga Frustrasi di Ruang Ganti Chelsea
Pelatih kepala Chelsea, Liam Rosenior, memberi isyarat sebelum pertandingan Liga Inggris melawan Fulham di Craven Cottage, Kamis (8/1/2026). (c) AP Photo/Dave Shopland

Bola.net - Chelsea kembali memasuki fase turbulensi setelah memecat Liam Rosenior dari kursi pelatih. Keputusan ini bukan sekadar reaksi atas hasil buruk, tetapi juga mencerminkan masalah yang lebih dalam.

Rosenior baru ditunjuk pada 6 Januari 2026 menggantikan Enzo Maresca. Namun, masa jabatannya hanya bertahan singkat di tengah tekanan besar Premier League.

Dalam 23 pertandingan, ia hanya mampu membawa Chelsea meraih 11 kemenangan. Statistik tersebut awalnya terlihat cukup kompetitif sebelum performa tim anjlok drastis.

Puncak krisis terjadi saat Chelsea menelan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak gol. Catatan ini menjadi yang terburuk sejak 1912, tahun tenggelamnya Titanic, sebuah anomali dalam sejarah panjang klub.

1 dari 3 halaman

Rekor Buruk dan Keputusan Tak Terhindarkan

Alejandro Garnacho coba melepas tendangan akrobatik dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Alejandro Garnacho coba melepas tendangan akrobatik dalam laga Liga Inggris antara Chelsea vs Manchester United di Stamford Bridge, 19 April 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Kekalahan telak 0-3 dari Brighton menjadi titik akhir masa jabatan Rosenior. Dalam laga tersebut, Chelsea bahkan gagal mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dengan xG hanya 0,4.

Data ini menunjukkan betapa tumpulnya lini serang The Blues dalam beberapa pekan terakhir. Minimnya kreativitas dan efektivitas menjadi masalah yang tak kunjung terpecahkan.

Rentetan lima kekalahan tanpa gol bukan hanya soal angka. Ini adalah indikator runtuhnya struktur permainan yang sebelumnya sempat terlihat menjanjikan pada awal kedatangan Rosenior.

Manajemen akhirnya mengambil keputusan cepat untuk menghentikan tren negatif tersebut. Stabilitas tim menjadi prioritas utama menjelang fase akhir musim.

2 dari 3 halaman

Retakan di Ruang Ganti yang Tak Terlihat

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Di balik performa buruk, muncul laporan tentang ketegangan di dalam ruang ganti. Beberapa sumber menyebut Rosenior menjadi figur yang memicu frustrasi di antara pemain.

Pandangan terhadap Rosenior memang beragam di dalam tim. Ada yang menilai ia sosok ramah dan profesional, tetapi tidak sedikit yang merasa kurang cocok dengan pendekatannya.

Beberapa pemain, khususnya yang berbahasa Spanyol, disebut lebih nyaman bekerja di bawah Enzo Maresca. Hal ini tercermin dari pernyataan Marc Cucurella dan Enzo Fernandez dalam wawancara mereka.

Keputusan rotasi pemain, termasuk kebijakan terhadap penjaga gawang dan menit bermain Josh Acheampong, juga menimbulkan ketidakpuasan. Situasi makin kompleks ketika pemain senior cenderung pasif dalam forum internal tim, mencerminkan hilangnya kepemimpinan yang solid di dalam skuad.

Sumber: BBC Sport


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL