Premier League Luncurkan Kampanye 'Boot Out Piracy' di Indonesia, Ingatkan Bahaya Streaming Ilegal

Premier League Luncurkan Kampanye 'Boot Out Piracy' di Indonesia, Ingatkan Bahaya Streaming Ilegal
Trofi Premier League 2025/2026 yang didapat Arsenal (c) Dok. Premier League

Bola.net - Premier League meluncurkan kampanye Boot Out Piracy di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran penggemar sepak bola terhadap ancaman keamanan siber yang mengintai pengguna layanan streaming ilegal. Kampanye ini digelar bersama Vidio selaku mitra siaran resmi Premier League di Indonesia.

Sejumlah pemain Premier League turut ambil bagian dalam kampanye tersebut, termasuk kapten Liverpool Virgil van Dijk, penyerang Manchester United Bryan Mbeumo, dan pemain Arsenal Eberechi Eze.

Melalui video kampanye, mereka mengingatkan penggemar mengenai berbagai risiko yang dapat ditimbulkan oleh streaming ilegal, mulai dari penipuan phishing, malware, hingga pencurian identitas dan penipuan finansial.

1 dari 5 halaman

Hasil Riset Ungkap Tingginya Risiko Streaming Ilegal

Pembajakan digital selama ini kerap dipandang hanya sebagai persoalan pelanggaran hak cipta. Namun, riset independen terbaru yang dilakukan pakar keamanan siber Profesor Paul Watters menunjukkan bahwa layanan tersebut juga menyimpan ancaman serius bagi keamanan pengguna.

Studi tersebut mengungkap sejumlah temuan yang menunjukkan besarnya risiko saat mengakses situs pembajakan.

Situs pembajakan rata-rata memiliki risiko keamanan siber 17,3 kali lebih tinggi dibandingkan situs web pada umumnya. Selain itu, sebanyak 66 persen situs yang dianalisis masuk dalam kategori berisiko signifikan atau kritis.

Penelitian itu juga menemukan bahwa 54 persen situs menunjukkan indikasi aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penipuan, phishing, atau kegiatan berbahaya lainnya. Sementara itu, 44 persen situs pembajakan berpotensi mengekspos pengguna pada iklan berbahaya dan tautan yang mengarah ke penipuan.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa layanan streaming ilegal dapat menjadi pintu masuk bagi berbagai ancaman kejahatan siber. Pengguna berisiko mengalami pencurian identitas, pembobolan akun, penipuan finansial, hingga infeksi malware pada perangkat mereka.

2 dari 5 halaman

Premier League Dorong Penggemar Gunakan Layanan Resmi

Director of Legal - Enforcement Premier League, Stefan Sergot, mengatakan bahwa streaming ilegal sering kali terlihat seperti alternatif mudah untuk menikmati pertandingan sepak bola secara gratis. Padahal, di balik kemudahan tersebut terdapat berbagai risiko yang tidak boleh diabaikan.

"Namun, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa layanan bajakan membuat pengguna terpapar berbagai bahaya, termasuk penipuan, pencurian identitas, malware, dan ancaman online lainnya," ujar Sergot.

Melalui kampanye Boot Out Piracy, Premier League ingin membantu penggemar memahami bahaya tersebut sekaligus mendorong mereka untuk menyaksikan pertandingan melalui saluran resmi.

Sergot menegaskan bahwa Premier League akan terus bekerja sama dengan mitra penyiaran, platform media sosial, dan aparat penegak hukum untuk memberantas layanan streaming ilegal.

3 dari 5 halaman

Penegakan Hukum terhadap Pembajakan Digital di Indonesia

Kampanye Boot Out Piracy diluncurkan di tengah meningkatnya upaya penegakan hukum terhadap pembajakan digital. Langkah tersebut tidak hanya menyasar situs penyedia konten ilegal, tetapi juga jaringan dan layanan yang mendukung aktivitas streaming tanpa izin.

Di Indonesia, Polda Jawa Barat menangkap operator di balik layanan PaseoTV dan OkStream pada 2023. Keduanya diduga terlibat dalam penyebaran konten berhak cipta secara ilegal, termasuk pertandingan Premier League.

Para operator tersebut terancam hukuman maksimal delapan tahun penjara dan denda hingga Rp2 miliar.

Selain penindakan hukum, pemblokiran situs juga terus dilakukan untuk membatasi akses terhadap konten bajakan. Hingga kini, lebih dari 29.000 domain yang menyediakan akses ilegal ke konten Premier League telah diblokir.

Upaya tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dalam memerangi pembajakan digital melalui penegakan hukum, pemblokiran situs, serta kerja sama dengan pemegang hak cipta dan pelaku industri.

4 dari 5 halaman

Vidio Ajak Penggemar Menikmati Pertandingan secara Aman

General Counsel Vidio, Gina Golda Pangaila, mengatakan bahwa Indonesia memiliki salah satu komunitas penggemar sepak bola paling antusias di kawasan.

Menurutnya, Vidio berupaya memberikan kemudahan bagi penggemar di Indonesia untuk menikmati setiap pertandingan melalui layanan yang tepercaya, praktis, dan berkualitas tinggi.

"Di Vidio, kami ingin memudahkan penggemar Indonesia menikmati setiap pertandingan melalui pengalaman menonton yang tepercaya, praktis, dan berkualitas tinggi," ujar Gina.

Ia menambahkan bahwa streaming ilegal bukan hanya membuat pengguna berhadapan dengan layanan yang tidak andal dan berbagai ancaman keamanan siber, tetapi juga dapat mengurangi nilai dari konten yang mereka sukai.

Karena itu, Vidio akan terus bekerja sama dengan Premier League dan para mitranya untuk memerangi pembajakan digital sekaligus mengajak penggemar di seluruh Indonesia beralih ke platform resmi.

5 dari 5 halaman

Kenali Tanda-Tanda Layanan Streaming Ilegal

Melalui kampanye Boot Out Piracy, penggemar sepak bola juga diimbau untuk mengenali sejumlah tanda yang patut diwaspadai saat mengakses layanan streaming. Berikut beberapa di antaranya:

  • Unduhan tidak terverifikasi: Situs meminta pengguna memasang aplikasi, perangkat lunak, atau ekstensi peramban yang tidak dikenal.
  • Penawaran mencurigakan: Layanan menawarkan akses gratis atau dengan harga sangat murah yang tidak masuk akal.
  • Permintaan informasi sensitif: Pengguna diminta memberikan kata sandi, detail pembayaran, atau informasi pribadi lainnya.
  • Pengalihan halaman dan pop-up tak terduga: Situs mengarahkan pengguna ke halaman lain atau memunculkan iklan, pop-up, dan tautan mencurigakan secara tiba-tiba.

Kampanye Boot Out Piracy akan disebarluaskan melalui saluran siaran dan platform media sosial di Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam dalam beberapa bulan mendatang. Kampanye ini menjadi bagian dari upaya Premier League yang telah berlangsung selama 20 tahun untuk memerangi pembajakan serta membantu penggemar di seluruh dunia menikmati pertandingan melalui saluran resmi.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL