
Bola.net - Tottenham akhirnya memastikan diri tetap bertahan di Premier League setelah meraih kemenangan krusial 1-0 atas Everton pada laga terakhir musim. Hasil itu menyelamatkan Spurs dari degradasi setelah menjalani musim yang penuh kekacauan.
Kebangkitan Tottenham di akhir musim tidak lepas dari peran Roberto De Zerbi. Pelatih asal Italia tersebut datang ketika situasi klub sedang terpuruk dan berhasil membawa Spurs keluar dari zona berbahaya.
Meski berhasil bertahan, bek sekaligus kapten sementara Tottenham, Micky van de Ven, tetap meluapkan rasa frustrasinya. Ia menilai performa tim sepanjang musim sama sekali tidak pantas untuk klub dengan kualitas pemain seperti Tottenham.
Van de Ven Sebut Musim Tottenham Memalukan

Tottenham hanya mampu memenangkan tujuh pertandingan dari 31 laga pertama mereka musim ini. Situasi itu membuat klub terjebak dalam persaingan menghindari degradasi hingga pekan terakhir.
Kedatangan De Zerbi memberi perubahan penting bagi Spurs. Dalam tujuh pertandingan pertamanya, Tottenham mencatat tiga kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan untuk memastikan tetap berada di kasta tertinggi.
Meski begitu, Van de Ven menegaskan bahwa pencapaian itu tidak cukup untuk menutupi buruknya perjalanan musim mereka. Saat berbicara kepada BBC Match of the Day, bek asal Belanda itu menyampaikan kritik tajam terhadap performa tim.
“Tidak bisa diterima bahwa pertandingan terakhir musim ini kami bermain untuk menghindari degradasi,” ujar Van de Ven.
"Klub ini memiliki pemain-pemain luar biasa. Sangat memalukan membiarkannya sampai ke hari terakhir, tetapi kami melakukannya, dan itu yang terpenting."
Van de Ven Akui Musim Ini Sangat Berat
Van de Ven juga mengaku merasakan emosi besar setelah peluit akhir pertandingan melawan Everton. Ia menyebut musim ini menjadi salah satu periode paling sulit dalam kariernya.
Bek berusia 25 tahun itu hampir selalu tampil sepanjang musim dan menjadi salah satu pemain paling konsisten Tottenham. Absennya Cristian Romero membuat Van de Ven juga beberapa kali dipercaya mengenakan ban kapten.
“Sejujurnya, saya lebih merasa emosional setelah peluit akhir berbunyi. Ini juga menjadi musim yang sulit bagi saya secara pribadi,” lanjutnya.
"Saya bermain hampir di setiap pertandingan, dan saya sangat menderita. Emosinya benar-benar bahagia, dan kami tidak boleh membiarkan hal ini terjadi lagi."
Perbaikan Besar Tottenham
Di tengah performa buruk Tottenham secara kolektif, Van de Ven justru menikmati musim individu yang solid. Ia tampil dalam 45 pertandingan di semua kompetisi, termasuk Liga Champions, dengan catatan tujuh gol dan satu assist.
Tottenham kini diperkirakan akan melakukan pembenahan besar dalam skuad demi memastikan musim buruk seperti ini tidak kembali terulang.
Jangan Lewatkan!
- Amuk Setan Merah di Amex Stadium: 7 Poin dari Kemenangan Telak MU atas Brighton
- Melihat di Balik Proses Perginya Pep Guardiola dari Manchester City
- Meragukan Michael Carrick di Man United? Lihat Buktinya di Kobbie Mainoo
- Rapor Pemain Manchester United saat Hancurkan Brighton: Bruno Fernandes Istimewa, Kobbie Mainoo Sempurna, Carrick Jenius!
- Adakah Pemain Chelsea yang Tampil Bagus Saat Dipermalukan Sunderland? Berikut Rapor The Blues!
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






















KOMENTAR