Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or

Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Pemain Prancis Kylian Mbappe menghadiri acara seremoni Ballon dOr di Teater London Palladium di London, Inggris, Senin, 26 Oktober 2026 (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Kylian Mbappe harus menerima kenyataan pahit dalam perebutan Ballon d'Or tahun ini. Bintang Real Madrid tersebut hanya terpaut 28 poin dari Harry Kane yang keluar sebagai pemenang penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola itu.

Berdasarkan laporan L'Equipe, Kane mengumpulkan 1.055 poin, sedangkan Mbappe berada di posisi berikutnya dengan 1.027 poin. Selisih yang sangat tipis membuat kegagalan tersebut terasa semakin menyakitkan bagi penyerang asal Prancis itu.

Situasi ini mengingatkan pada pengalaman Vinicius Junior ketika gagal memenangkan Ballon d'Or dari Rodri beberapa tahun lalu. Keduanya sama-sama harus menerima kekalahan dengan selisih poin kecil setelah tidak mendapatkan suara dari sejumlah jurnalis.

Intip ketatnya persaingan La Liga Spanyol melalui klasemen La Liga Spanyol di sini.

1 dari 4 halaman

Selisih 28 Poin yang Menyakitkan bagi Mbappe

Bagi Mbappe, kegagalan kali ini tentu bukan perkara sederhana. Ballon d'Or merupakan penghargaan yang telah lama menjadi ambisinya. Kehilangan kesempatan meraihnya dengan selisih hanya 28 poin pun menjadi pukulan tersendiri.

Kane memang memiliki alasan kuat untuk memenangkan penghargaan tersebut. Penyerang Inggris itu tampil luar biasa sepanjang musim, baik melalui jumlah gol maupun pengaruhnya terhadap performa tim serta pencapaian gelar.

Namun, hasil tersebut tidak menghapus fakta bahwa Mbappe juga layak berada di jajaran teratas. Penampilannya membuat persaingan berlangsung ketat hingga pengumuman pemenang.

Hal lain yang membuat hasil ini semakin mengecewakan adalah keputusan tiga jurnalis yang tidak memasukkan Mbappe dalam daftar 10 besar pilihan mereka. Padahal, tambahan sekitar 30 poin dari suara tersebut berpotensi mengubah hasil akhir pemungutan suara.

2 dari 4 halaman

Pengalaman Vinicius Junior Terulang

Kekecewaan Mbappe memiliki kemiripan dengan pengalaman Vinicius Junior saat kalah dari Rodri dalam perebutan Ballon d'Or. Winger asal Brasil itu juga hanya terpaut sedikit poin dari pemenang dan tidak masuk dalam daftar 10 besar pilihan tiga jurnalis.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap hasil akhir. Kini, Mbappe mengalami situasi serupa setelah gagal meraih tambahan poin dari sejumlah pemilih.

Meski demikian, ada perbedaan dalam penilaian terhadap kedua pemain. Vinicius dinilai lebih layak memenangkan penghargaan pada edisi tersebut dibandingkan Mbappe pada tahun ini.

Kendati demikian, kesamaan pengalaman itu membuat Mbappe kini bisa memahami rasa kecewa yang pernah dialami rekan setimnya di Real Madrid. Kekalahan dengan jarak poin begitu tipis tentu sulit diterima, terutama ketika penghargaan tersebut menjadi salah satu target terbesar dalam karier seorang pemain.

3 dari 4 halaman

Motivasi untuk Meraih Ballon d'Or

Kegagalan ini diharapkan menjadi motivasi tambahan bagi Mbappe untuk meningkatkan performanya pada musim berikutnya. Ia masih memiliki kesempatan untuk membuktikan kualitasnya dan kembali bersaing memperebutkan penghargaan tersebut.

Ada pula pandangan bahwa Mbappe ingin memenangkan Ballon d'Or ketika benar-benar pantas mendapatkannya. Ia tentu ingin meraih penghargaan itu melalui performa yang meyakinkan, bukan kemenangan yang masih memunculkan perdebatan mengenai kelayakannya.

Oleh karena itu, hasil tahun ini bisa menjadi bahan bakar bagi Mbappe untuk mencapai level permainan yang lebih tinggi. Kekalahan tipis tersebut memang menyakitkan, tetapi juga dapat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju ambisi terbesarnya.

Sumber: The Real Champs

4 dari 4 halaman

Klasemen


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL