Conte akan menggantikan posisi yang saat ini dijabat oleh Guus Hiddink.
Hanya saja, eks pelatih Juventus ini baru akan mulai melatih Chelsea pada awal musim depan. Conte harus menyelesaikan tugasnya bersama timnas Italia terlebih dahulu. Ia butuh fokus penuh menyambut Euro 2016 yang semakin dekat.
Bergabungnya Conte dengan Chelsea ini juga disertai dengan mencuatnya beberapa fakta-fakta unik. Apa saja? simak selengkapnya:
[initial]
(opt/asa)
Pelatih ke-5

Chlesea sudah tidak asing dengan pelatih asal Italia. Dalam catatan sejarah The Blues, Antonio Conte bukanlah pelatih Italia pertama yang membesut klub asal kota London.
Conte adalah pelatih Italia ke-5 yang pernah melatih Chelsea
Sebelum eks pelatih Juventus ini datang, The Blues sudah pernah dilatih oleh Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti dan Roberto Di Matteo. Fakta ini menjadi Chelsea sebagai klub paling sering dilatih oleh orang Italia.
Pelatih ke-10

Antonio Conte juga bukan pelatih pertama yang ditunjuk oleh Roman Abramovic untuk menukangi Chelsea. Conte adalah pelatih yang ke-10 sejak taipan minyak asal Rusia tersebut datang mengambil Chelsea.
Dari sekian pelatih yang pernah ditunjuk oleh Abramovic, hanya Jose Mourinho dan Guus Hiddink yang pernah menjadi pelatih Chelsea dalam dua kesempatan berbeda.
Terbaik di Juventus

Nama Conte masuk dalam catatan tinta emas sejarah Juventus. Selain telah memberikan banyak gelar juara, Conte juga tercatat sebagai pelatih dengan rasio kemenangan tertinggi di Serie A sejak musim 1971/72.
Conte memiliki rasio kemenangan 72,8 persen.
Selama menahkodai Juventus di pentas Serie A, Conte telah memainkan 114 pertandingan dimana 83 pertandingan diakhiri dengan kemenangan. Sementara itu, Conte hanya merasakan tujuh kekalahan di Serie A selama membesut Juventus.
Rekor Gol

Juventus memang tampil luar biasa saat di latih oleh Conte. Salah satu buktinya adalah dengan rekor gol yang mereka ciptakan. Conte mengantar Juventus selalu mencetak gol di 43 pertandingan Serie A.
Hal tersebut terjadi pada periode Februari 2013 hingga Maret 2014.
Catatan ini merupakan rekor terbaik di Serie A sepanjang masa. Bahkan, hingga saat ini belum ada klub lain yang mampu memecahkan rekor gol ini.
Rekor Tanpa Kalah

Tak hanya rekor gol, Juventus pada era Conte juga memiliki rekor bagus adalah hal hasil pertandingan. Juventus mencatatkan rekor tak terkalahkan pada 49 pertandingan pada periode Mei 2011 hingga Oktober 2012.
Conte terlibat dalam 48 pertandingan tersebut sebagai pelatih.
Catatan ini adalah yang terbaik kedua dalam sejarah Serie A. Catatan terbaik pertama menjadi milik AC Milan dengan rekor tanpa kalah pada 58.
Rekor Poin

Musim 2013/14 merupakan salah satu musim terbaik Antonio Conte sebagai pelatih Juventus. Pada saat itu, Conte mengantar Juventus menjuarai scudetto dengan sangat dominan. Mereka menang dalam 33 pertandingan.
Pada musim ini, Juventus mengakhiri musim dengan 102 poin.
Ini merupakan catatan terbaik dalam sejarah Serie A. Belum ada tim lain yang mampu mencetak poin lebih banyak dari Juventus pada musim ini dalam satu musim kompetisi di Serie A.
Pemain Papan Atas

Sebelum sohor sebagai pelatih, nama Antonio Conte lebih dahulu dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik yang dimiliki oleh Italia. Ia adalah pemain utama bagi Juventus dan timnas Italia.
Banyak gelar sudah pernah diraih Conte selama menjadi pemain. Beberapa diantaranya adalah: Serie A (5 kali), Coppa Italia (1), Italia Supercup (4), Piala UEFA (1), Liga Champions (1), Eropa Supercup (1), Piala Intercontinental (1) dan UEFA Intertoto Cup (1).
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resmi Latih Chelsea, Ini Fakta Penting Tentang Conte
Liga Inggris 4 April 2016, 23:57
-
Conte Jadikan Lukaku Target Transfer Utama Chelsea
Liga Inggris 4 April 2016, 23:11
-
Conte Diyakini Bakal Sukses di Chelsea
Liga Inggris 4 April 2016, 22:23
-
Wilkins Sebut Conte Bakal Ingin Pertahankan Terry
Liga Inggris 4 April 2016, 21:41
-
Laga Perdana Conte Bertemu dengan Liverpool
Liga Inggris 4 April 2016, 21:30
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR