
Bola.net - Sepak bola Inggris sedang dibikin heboh oleh kasus Manchester City. Juara bertahan Premier League itu didakwa telah melanggar lebih dari 100 aturan FFP selama sekitar sembilan tahun.
Berita ini pertama kali muncul pada Senin (6/2/2023) lalu. Premier League membuat rilis resmi soal dakwaan pelanggaran FFP yang dilakukan oleh Man City sejak belasan tahun lalu.
Disebutkan bahwa Premier League telah melakukan investigasi mendalam selama empat tahun terakhir sampai akhirnya merilis dakwaan tersebut. Man City terancam hukuman berat, bahkan mungkin bisa mengalami degradasi.
Kasus Man City saat ini memang baru memasuki tahap awal penyelidikan. Proses masih panjang, tapi kini sudah ada kabar miring soal masa depan Josep Guardiola.
Kondisi kasus Man City
Ini bukan pertama kalinya Man City tersandung kasus FPP. Beberapa tahun lalu, Man City sempat dijatuhi hukuman larangan bermain di kompetisi Eropa oleh UEFA.
Untung bagi Man City, kala itu mereka bisa mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga. Man City dinyatakan tidak bersalah, hukuman dari UEFA pun bisa dihindari.
Nah, sekarang kondisinya berbeda. Kali ini dugaan pelanggaran FFP yang dilakukan Man City lebih berat dan lebih panjang. Menurut pernyataan resmi Premier League, pelanggaran yang dilakukan Man City itu sudah dimulai pada musim 2009/2010 hingga musim ini.
Pelanggaran yang dibuat Manchester City mencakup beberapa aspek. Mulai dari aspek finansial klub, renumerasi nilai kontrak, rekayasa laporan keuangan, dan pelanggaran aturan FFP lainnya.
Hukuman untuk Man City
Kasus Man City terbilang berat. Melanggar lebih dari 100 aturan FFP tentu tidak bisa dianggap sebelah mata. Artinya, jika terbukti bersalah, Man City harus siap menerima hukuman berat.
Dikabarkan ada beberapa kemungkinan hukuman yang dijatuhkan terhadap Man City, mulai dari hukuman degradasi dan pengurangan poin pada musim terkait. Artinya, Man City mungkin kehilangan beberapa gelar juara Liga Inggris yang sudah mereka raih.
Kasus Man City akan ditangani oleh Komisi Independen yang dibentuk khusus untuk menangani masalah ini. Nah, kali ini Man City tidak bisa berharap mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga lagi.
Guardiola hengkang lebih dulu?
Melihat situasi sekarang, kemungkinan Man City akan mengalami hukuman pengurangan poin atau hukuman degradasi dari liga. Namun, diperkirakan bahwa proses penyelidikan ini akan berlangsung panjang, bahkan bisa sampai beberapa tahun.
Oleh sebab itu, diduga Pep Guardiola sudah tidak lagi menangani Man City ketika hukuman dijatuhkan. Memang saat ini Guardiola terikat kontrak sampai tahun 2025, tapi tidak ada yang bisa memaksanya bertahan.
Pep sudah beberapa kali berganti klub dan memang biasanya dia tidak bertahan terlalu lama. Artinya, ketika Man City dihukum nanti, Guardiola mungkin sudah menangani klub lain.
Klasemen Liga Inggris
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Klub Premier League Kompak Desak Man City Dikeluarkan dari Liga
Liga Inggris 8 Februari 2023, 12:55
-
Flashback 2,5 Tahun Lalu, Ketika Man City Lolos dari Jerat Hukuman FFP UEFA
Liga Inggris 8 Februari 2023, 11:15
LATEST UPDATE
-
Man of the Match Juventus vs Genoa: Weston McKennie
Liga Italia 7 April 2026, 01:06
-
Vinicius Junior Tegaskan Komitmen, Siap Bertahan Lama di Real Madrid
Liga Spanyol 7 April 2026, 00:08
-
Duel Rodri vs Enzo Fernandez, Siapa Lebih Cocok untuk Real Madrid?
Liga Spanyol 6 April 2026, 23:38
-
Tempat Menonton Napoli vs Milan: Tayang di Mana dan Jam Berapa?
Liga Italia 6 April 2026, 22:38
-
Link Live Streaming Napoli vs Milan di Serie A
Liga Italia 6 April 2026, 22:08
LATEST EDITORIAL
-
9 Calon Pengganti Enzo Fernandez Jika Chelsea Melepas Sang Gelandang
Editorial 6 April 2026, 21:25
-
5 Klub Tujuan Bernardo Silva Setelah Tinggalkan Man City
Editorial 6 April 2026, 21:05
-
4 Kandidat Pengganti Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 3 April 2026, 14:32
-
Italia Cari Pelatih Baru: 7 Kandidat Pengganti Gennaro Gattuso
Editorial 3 April 2026, 14:14
-
3 Bintang Manchester United yang Absen di Piala Dunia 2026
Editorial 2 April 2026, 10:41
























KOMENTAR