Mikel Arteta dan Taktik 'Aneh' yang Mengantar Arsenal Juara Liga Inggris Setelah 22 Tahun

Mikel Arteta dan Taktik 'Aneh' yang Mengantar Arsenal Juara Liga Inggris Setelah 22 Tahun
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, bertepuk tangan kepada para pendukung setelah pertandingan Premier League melawan Fulham, Sabtu (2/5/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Kin Cheung

Bola.net - Keberhasilan Arsenal menjuarai Premier League musim 2025/2026 menjadi bukti nyata kecerdasan taktik Mikel Arteta. Setelah penantian panjang selama 22 tahun, The Gunners akhirnya kembali berdiri di puncak sepak bola Inggris lewat kombinasi disiplin, fleksibilitas, dan strategi unik yang kerap dianggap nyeleneh.

Sepanjang musim, Arsenal memang sering mendapat label “set-piece FC” karena ketajaman mereka dalam situasi bola mati. Namun, di balik itu semua, Arteta ternyata menyimpan banyak pendekatan taktik tidak biasa yang membuat lawan kesulitan membaca permainan timnya.

Pelatih asal Spanyol tersebut bahkan dikenal menggunakan berbagai istilah unik dalam pendekatan taktiknya, mulai dari “scrambled legs”, “magnet man”, hingga “space hopper”. Semua itu menjadi bagian dari eksperimen dan detail kecil yang akhirnya membawa Arsenal menuju gelar liga.

1 dari 5 halaman

Fleksibilitas Jadi Senjata Utama Arsenal

Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori, berpelukan dengan Piero Hincapie setelah pertandingan Premier League kontra Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Arsenal, Riccardo Calafiori, berpelukan dengan Piero Hincapie setelah pertandingan Premier League kontra Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Di atas kertas, Arsenal kerap bermain dengan formasi 4-2-3-1. Namun dalam praktiknya, Arteta membuat timnya sangat cair dan fleksibel. Formasi itu bisa berubah menjadi 4-3-3, 3-2-4-1, hingga 4-4-2 tergantung situasi pertandingan.

Meski sering mengubah struktur permainan, Arsenal tetap mempertahankan prinsip dasar mereka. Salah satu yang paling menonjol adalah pola segitiga di kedua sisi lapangan yang melibatkan gelandang bertahan, gelandang serang, dan winger.

Permainan Arsenal juga banyak bertumpu di sisi kanan karena keberadaan Bukayo Saka sebagai pemain paling berbahaya. Meski begitu, Arteta tidak membatasi pergerakan pemainnya. Setiap pemain diberi kebebasan untuk berpindah posisi dan menciptakan ruang.

Pendekatan tersebut membuat Arsenal menjadi tim yang sangat sulit ditebak. Mereka bisa bermain sabar saat membangun serangan, tetapi juga mampu menyerang cepat ketika menemukan celah.

Arteta juga dinilai berhasil memperbaiki kelemahan Arsenal saat menghadapi tim besar seperti Manchester City, yang dalam dua musim sebelumnya selalu menggagalkan ambisi juara mereka.

2 dari 5 halaman

Declan Rice Jadi Mesin Utama di Lini Tengah

Selebrasi Declan Rice usai laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Selebrasi Declan Rice usai laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Salah satu sosok paling penting dalam keberhasilan Arsenal musim ini adalah Declan Rice. Gelandang timnas Inggris itu tampil luar biasa sepanjang musim dan menjadi motor permainan The Gunners.

Rice bukan hanya kuat dalam duel dan bertahan, tetapi juga sangat memahami detail taktik yang diterapkan Arteta. Kemampuannya membaca permainan membuat Arsenal mampu mendominasi lini tengah dalam banyak pertandingan besar.

Salah satu penampilan terbaik Rice terlihat saat Arsenal menghadapi Newcastle United. Dalam laga tersebut, Rice bersama Martin Zubimendi dan Leandro Trossard sukses mengacaukan organisasi lini tengah Newcastle yang dihuni Joelinton, Sandro Tonali, dan Bruno Guimaraes.

Pergerakan Rice yang agresif membuat Arsenal unggul dalam perebutan bola kedua. Sementara rotasi posisi antara dirinya dan Trossard membuat pemain Newcastle kesulitan menentukan penjagaan.

Mobilitas tinggi Rice sepanjang musim menjadi salah satu alasan Arsenal begitu dominan. Tak heran jika ia kini dianggap sebagai salah satu kandidat kuat pemain terbaik musim ini.

Selain kontribusi di lapangan, Rice juga menunjukkan mentalitas pemimpin. Setelah Arsenal memastikan gelar juara, ia disebut menjadi salah satu pemain yang paling lama merayakan keberhasilan tersebut bersama fans di Emirates Stadium.

3 dari 5 halaman

Nicolas Jover dan Rahasia Bola Mati Arsenal

Pemain Arsenal, Kai Havertz, mencetak gol dalam pertandingan Premier League melawan Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Arsenal, Kai Havertz, mencetak gol dalam pertandingan Premier League melawan Burnley, Selasa (19/5/2026) dini hari WIB. (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Arsenal memang sangat mematikan dalam situasi bola mati musim ini. Mereka mencetak 28 gol dari set-piece, jumlah yang menjadi rekor tertinggi di liga dan unggul jauh dari para pesaing.

Kesuksesan itu tak lepas dari peran pelatih set-piece Nicolas Jover. Kehadirannya disebut sebagai salah satu keputusan terbaik Arteta sejak menangani Arsenal.

Yang membuat Arsenal spesial bukan hanya efektivitas bola mati mereka, tetapi juga variasi skema yang selalu berubah di setiap pertandingan. Lawan sering tahu apa yang akan dilakukan Arsenal, tetapi tetap kesulitan menghentikannya.

Gabriel Magalhaes menjadi salah satu senjata utama dalam situasi tersebut. Bek asal Brasil itu kerap menjadi pusat perhatian lawan saat sepak pojok maupun tendangan bebas.

Arsenal juga sangat disiplin dalam menjaga pertahanan saat menghadapi bola mati lawan. Mereka bahkan disebut sebagai salah satu tim terbaik dalam melindungi area kiper sendiri.

4 dari 5 halaman

David Raya hingga Eberechi Eze Ikut Beri Dampak Besar

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol bersama Declan Rice, Leandro Trossard, dan Eberechi Eze dalam laga Premier League kontra Fulham, Sabtu (2/5/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Pemain Arsenal, Viktor Gyokeres, merayakan gol bersama Declan Rice, Leandro Trossard, dan Eberechi Eze dalam laga Premier League kontra Fulham, Sabtu (2/5/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Keberhasilan Arsenal musim ini tentu bukan hanya soal taktik. Beberapa pemain lain juga memberikan kontribusi penting sepanjang perjalanan menuju gelar juara.

David Raya tampil solid di bawah mistar dengan sejumlah penyelamatan krusial yang menjaga Arsenal tetap konsisten di papan atas.

Selain itu, Eberechi Eze juga disebut memberi warna baru dalam kreativitas serangan Arsenal. Noni Madueke pun berperan besar ketika Bukayo Saka mengalami cedera.

Di lini belakang, duet William Saliba dan Gabriel menjadi fondasi kuat pertahanan Arsenal. Sementara salah satu momen paling berkesan musim ini datang dari gol Max Dowman ke gawang Everton yang semakin mendekatkan Arsenal pada trofi Premier League.

Kini, semua eksperimen dan pendekatan unik Mikel Arteta yang sempat dipertanyakan akhirnya terbayar lunas. Arsenal kembali menjadi raja Inggris, dan Arteta sukses membuktikan bahwa keberanian berinovasi bisa membawa hasil besar.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL