Bola.net - Dimitar Berbatov pernah menyuguhkan permainan terbaiknya selama membela Manchester United. Tidak lama, hanya empat musim (2008-2012), tapi itu sudah cukup untuk meraih sejumlah trofi.
Karier Berbatov di Premier League layak diceritakan. Dia tiba di Tottenham Hotspur pada tahun 2006, hengkang ke MU tahun 2008, lalu membela Fulham pada tahun 2012-2014.
Selama total 8 tahun itu, Berbatov ternyata hanya mengakui MU sebagai klub yang layak dia bela. Hal ini diceritakan langsung oleh Darren Bent, mantan rekan Berbatov di Tottenham dan Fulham.
Bent mengungkapkan bahwa Berbatov hampir tidak mau bicara dengan pemain lain di dua klub tersebut, tapi ternyata sikapnya di MU jauh berbeda.
Seperti apa? Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Jaga Jarak
Bent ingat betul bagaimana sikap Berbatov di Spurs dan Fulham. Striker Bulgaria itu nyaris tidak mau berteman dengan rekan-rekannya, tidak mau berbicara, dan selalu menjaga jarak.
"Dia tidak pernah bicara dengan saya! Katakanlah kami memasuki kantin klub dalam kondisi kosong, dan saya bisa duduk di salah satu meja, lalu dia memilih duduk di meja lain," buka Bent kepada talkSPORT.
"Dia tidak tidak mungkin duduk bareng dengan siapa pun di planet ini, apalagi berbincang-bincang. Saya tidak tahu apa itu karena rasa malu atau hal lain."
"Tidak hanya saya yang mengalami ini. Katakanlah ada saya dan rekan setim lainnya duduk bersama dan mengobrol, bayangkan ada lima kursi kosong di meja kami, tapi dia memilih duduk di meja lain yang lebih jauh."
Begitulah Berba
Sikap yang sama kembali ditunjukkan Berbatov saat membela Fulham. Bent saat itu sudah tahu kelakuan Berbatov dan dia berusaha menenangkan rekan-rekannya di Fulham.
"Saya sudah terbiasa dengan sikap itu, sebab saya sudah pernah bermain bersama dia di Spurs.Hal yang sama pun terjadi ketika kami satu tim lagi di Fulham," lanjut Bent.
"Saya hanya mencoba menjelaskan ke pemain lain: 'Ya, begitulah Berba'."
Berbeda di MU
Saat itu Bent memahami bahwa mungkin memang begitulah sifat Berbatov. Namun, ketika dia bertanya pada rekannya di MU, kelakuan Berba ternyata benar-benar berbeda. Saat itulah dia memahami bahwa Berba mungkin hanya mau bicara dengan pemain hebat.
"Namun, ketika saya bertanya pada berberapa rekan yang pernah bermain bersama dia di MU: 'Apakah Berba juga seperti itu ketika bersama Anda?' Mereka menjawab: 'Tidak kok!'," sambung Bent.
"Mungkin karena pihak MU tidak mengizinkan sikap seperti itu dalam klub, dia dipaksa melakukannya. Namun, saat bersama kami dia jelas merupakan pemain terbaik, mungkin dia merasa seperti: 'Tidak, terima kasih'," tutupnya.
Sumber: talkSPORT
Baca ini juga ya!
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Sebenarnya MU Butuh Paul Pogba Gak Sih?
Liga Inggris 21 Mei 2020, 21:00
-
Kata Harry Maguire Soal Wacana Kelanjutan Premier League
Liga Inggris 21 Mei 2020, 15:00
LATEST UPDATE
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
-
Strategi Cerdas Marc Marquez Sprint Race MotoGP Malaysia 2026: Pantang Memimpin Balapan!
Otomotif 31 Oktober 2026, 19:14
-
Hasil BRI Super League: Madura United Raih Poin Penuh dari Markas PSM Makassar
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 17:44
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR