Bola.net - Antonio Conte pernah menukangi Chelsea selama dua musim dan selama bermukim di Stamford Bridge ia mencatatkan statistik yang cukup impresif.
Conte mulai menjadi arsitek Chelsea sejak Juli 2016. Ia diangkat untuk mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Guus Hiddink.
Conte awalnya dikontrak selama tiga musim. Akan tetapi ia cabut dari Stamford Bridge usai menjalani musim keduanya.
Dan meski waktunya bersama Chelsea singkat saja, namun Conte sempat mencatatkan sejumlah statistik yang ciamik. Hal ini bisa menjadi alasan untuk mengabaikan taktiknya yang secara visual dinilai kurang menarik untuk ditonton.
Jadi, berikut statistik-statistik menarik yang dicatatkan oleh Antonio Conte selama ia masih menukangi Chelsea.
2

Selama menjadi manajer Chelsea, Antonio Conte berhasil mempersembahkan dua gelar juara. Yang pertama gelar Premier League dan kedua gelar FA Cup.
Di Chelsea, Conte sempat memimpin selama 106 pertandingan di semua ajang kompetisi. Ia meraih rata-rata 2.12 poin per pertandingan.
Conte menjalani pertandingan resmi pertamanya bersama Chelsea di EPL melawan West Ham. Timnya mencetak dua gol dan menang 2-1 atas sang rival sekota.
Chelsea memenangkan gelar Premier League 2016-17 dengan dua laga tersisa.
3

Antonio Conte menjalani musim perdananya dengan sukses. Alhasil ia langsung bisa membawa Chelsea meraih gelar juara Premier League.
Berkat prestasinya itu, Conte langsung diberi penghargaan Premier League Manager of the Season 2016-17. Namun selain itu ia juga menerima penghargaan LMA Manager of the Year dan London Football Awards for Manager of the Year.
Selama menukangi Chelsea, Conte tiga kali mendapat penghargaan Premier League Manager of the Month. Ia mendapatkannya secara beruntun pada bulan Oktober 2016, November 2016, dan Desember 2016. Ia jadi satu-satunya manajer dalam sejarah yang bisa meraih tiga penghargaan itu secara beruntun.
11

Setelah mencatatkan dua kekalahan beruntun, Antonio Conte langsung membawa Chelsea bangkit. Ia bahkan langsung mencatatkan rekor baru bagi The Blues.
Ia berhasil membawa Chelsea menang 11 kali beruntun di Premier League. Rentetan kemenangan itu dimulai pada 1 Oktober 2016.
Lawan mereka saat itu adalah Hull City. Lawan mereka ke-11 adalah Crystal Palace, yang dihadapi pada 17 Desember 2016.
13

Rentetan kemenangan beruntun Chelsea di EPL saat itu tak berhenti di angka 11. The Blues kemudian memenangkan dua laga lagi.
Mereka pun menang 13 kali beruntun. Hal itu membuat mereka menyamai rekor yang pernah dicatatkan oleh rival sekotanya yakni Arsenal pada tahun 2002 silam.
Dua kemenangan tambahan itu sendiri didapat lawan Bournemouth dan Stoke City. Sayangnya setelah itu rentetan kemenangan beruntun tersebut terhenti di tangan Tottenham pada 4 Januari 2017.
28

Eden Hazard menjadi pemain yang paling bersinar bagi Antonio Conte selama ia menukangi Chelsea di Premier League. Dalam dua musim, Hazard berhasil mengemas 28 gol.
Di musim pertamanya ia mengemas 16 gol. Di musim kedua ia mencatatkan 12 gol.
Secara keseluruhan, Hazard mencetak 34 gol dalam dua musim di semua ajang kompetisi. Di tiap musim ia mengemas 17 gol.
30

Pada 21 Mei 2017, Chelsea berduel lawan Sunderland di Stamford Bridge. Mereka menang telak 5-1.
Dengan kemenangan tersebut, Chelsea mencetak rekor baru di Premier League. The Blues menjadi tim yang meraih kemenangan paling banyak dalam semusim dengan 30 kemenangan dari 38 pertandingan.
Namun rekor itu kemudian dipatahkan oleh Manchester City. Mereka meraih 32 kemenangan pada musim 2017-18.
41

Selama di Chelsea, total Antonio Conte memakai jasa 41 pemain untuk berlaga di semua ajang kompetisi. Di sektor kiper ada nama seperti Thibaut Courtois dan Asmir Begovic.
Di pos bek, ada nama seperti Victor Moses, Cesar Azpilicueta, David Luiz, hingga Marcos Alonso. Di pos gelandang ada Nemanja Matic, Cesc Fabregas, Tiemoue Bakayoko, hingga N'Golo Kante.
Di pos penyerang, ada nama Eden Hazard, Diego Costa, Willian, Alvaro Morata, hingga Michy Batshuayi.
65

Dari semua manajer yang pernah mencatatkan 100 lebih pertandingan bersama Chelsea, Antonio Conte mencatatkan persentase kemenangan paling oke yakni 65.1 persen. Jumlah ini lebih baik dari Jose Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu mencatatkan 63.5 persen kemenangan dari 100 laga. Sementara itu di posisi ketiga ada Carlo Ancelotti, yang persentase kemenangannya mencapai 61.5 persen.
Di bawahnya lagi ada Claudio Ranieri (53.8 persen) dan Gianluca Vialli (53.1 persen).
70

Selama di Chelsea, Antonio Conte mencatatkan 106 pertandingan di semua ajang kompetisi. Conte bisa mencatatkan 70 kemenangan.
Sisanya, 21 kali kalah dan 15 kali imbang. Sementara itu di Premier League, Conte total membawa timnya berlaga sebanyak 76 kali.
Conte berhasil membawa Chelsea meraih meraih 51 kemenangan. Sisanya 10 kali imbang dan 15 kali kalah.
(Tranfermarkt/BBC)
Jangan Lewatkan:
- Harry Maguire Out! Conte Sudah Memilih 9 Pemain Sebagai Kunci Sukses Manchester United
- 5 PR yang Harus Diselesaikan Antonio Conte Jika Ditunjuk Jadi Manajer Manchester United
- Conte? Zidane? Fans Rival MU Ingin Ole Stay: Kami Sayang Dia, Kami Butuh Dia, Ole Jaya!
- Pro Kontra Antonio Conte Jadi Manajer Manchester United: Manis Sesaat, Nelangsa Kemudian?
- Dijagokan Gantikan Solskjaer, Ini Perbandingan Antonio Conte dan Zinedine Zidane
- 6 Pemain MU yang Mungkin Menderita Jika Antonio Conte Datang Membawa Formasi 3-5-2
- Terima Kasih, Mister! 9 Mutiara Menjalani Debut di Barcelona Era Ronald Koeman
- Philippe Coutinho dan Para Pemain yang Banderolnya Anjlok pada 2021
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Newcastle vs Chelsea: Reece James
Liga Inggris 30 Oktober 2021, 23:29
-
Hasil Pertandingan Newcastle vs Chelsea: Skor 0-3
Liga Inggris 30 Oktober 2021, 23:01
-
Live Streaming Newcastle vs Chelsea di Mola TV Hari Ini, 30 Oktober 2021
Liga Inggris 30 Oktober 2021, 20:30
-
Tepis Rumor yang Beredar, Antonio Rudiger Nyatakan Bahagia di Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2021, 18:50
-
Statistik Antonio Conte Saat Jadi Manajer Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2021, 17:30
LATEST UPDATE
-
Burnley vs Man Utd: Misteri Menit 61, Mengapa Bruno Fernandes Ditarik Keluar?
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:44
-
Man of the Match Parma vs Inter: Federico Dimarco
Liga Italia 8 Januari 2026, 07:30
-
Man of the Match Man City vs Brighton: Erling Haaland
Liga Inggris 8 Januari 2026, 07:16
-
Man of the Match Barcelona vs Athletic Club: Raphinha
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 07:04
-
Hasil Parma vs Inter: Chivu Taklukkan Mantan Klub, Nerazzurri Melesat di Puncak
Liga Italia 8 Januari 2026, 06:32
-
Man of the Match Burnley vs Manchester United: Benjamin Sesko
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:12
-
Hasil Man City vs Brighton: Gol Bersejarah Haaland Terasa Hambar
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:08
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Harry Wilson
Liga Inggris 8 Januari 2026, 06:01
-
Hasil Barcelona vs Athletic Club: Pesta Gol, Blaugrana ke Final
Liga Spanyol 8 Januari 2026, 05:38
-
Hasil Burnley vs Man United: Dua Gol Benjamin Sesko Warnai Debut Darren Fletcher
Liga Inggris 8 Januari 2026, 05:31
-
Hasil Napoli vs Lecce: Partenopei Selamat dari Kekalahan Setelah Tertinggal 0-2
Liga Italia 8 Januari 2026, 03:37
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR