
Bola.net - Hasil imbang 1-1 Manchester United di markas West Ham menjadi alarm taktis bagi skuad asuhan Michael Carrick.
Rentetan empat kemenangan sebelumnya terhenti, dan performa mereka kali ini memunculkan pertanyaan lama: mengapa Setan Merah justru lebih nyaman ketika tidak mendominasi penguasaan bola?
United hampir kalah sebelum gol Benjamin Sesko di menit ke-96 menyelamatkan satu poin. Umpan silang Bryan Mbeumo disambut sentuhan cerdas penyerang asal Slovenia itu di tiang dekat, menutup laga dramatis yang sebenarnya memperlihatkan keterbatasan pendekatan mereka saat menguasai permainan.
Pertandingan ini mempertegas sebuah paradoks. Ketika dipaksa bertahan dan bermain lebih reaktif, United terlihat lebih tajam. Namun, saat menguasai bola, efektivitas mereka justru menurun.
Dominasi Tanpa Ancaman Nyata

Di pertandingan tersebut, Man United menguasai 65 persen bola tetapi hanya melepaskan sembilan tembakan. Mereka kesulitan membongkar blok rendah West Ham, sesuatu yang kerap menghantui klub ini dalam beberapa musim terakhir.
Formasi dasar 4-2-3-1 yang dirancang untuk berubah menjadi 3-2-5 saat menyerang sebenarnya ditujukan untuk memanipulasi struktur pertahanan lawan.
Lebar permainan diberikan kepada Amad dan Luke Shaw, sementara Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha mencari ruang di antara lini.
Sempat ada tanda positif di awal laga ketika Lisandro Martinez mengirim umpan lambung ke arah Fernandes. Namun, eksekusinya gagal karena timing lari yang kurang presisi.
Selebihnya, umpan-umpan United terlalu kencang di lapangan basah, membuat tiga peluang crossing di sisi kanan terbuang percuma dalam 15 menit pertama.
Ketergantungan Pada Bola Mati dan Perubahan Formasi

Seperti saat menang atas Fulham dan Tottenham, United kembali mengandalkan situasi bola mati untuk membongkar kebuntuan.
Fernandes mengirim umpan datar cerdik ke kotak penalti, Shaw menyambar dari belakang, tetapi Aaron Wan-Bissaka menyapu bola di garis gawang.
Berbeda dengan laga-laga sebelumnya, United tidak tampil severtikal biasanya. Winger tidak terlalu tinggi posisinya, dan intensitas tembakan jarak jauh berkurang drastis.
Perubahan signifikan terjadi pada menit ke-69. Carrick memasukkan Joshua Zirkzee dan Benjamin Sesko, mengubah skema menjadi 3-5-2. United menambah kehadiran di kotak penalti dan mulai mengandalkan umpan silang.
Pada menit ke-94, Fernandes mengirim crossing ke Zirkzee yang menyundul tipis melebar. Dua menit berselang, Mbeumo mengirim bola melengkung rendah yang disambut Sesko untuk menyamakan skor.
Bahaya Transisi dan Peringatan Dari Carrick

Ucapan Carrick terbukti menjelang akhir laga. Dua serangan balik West Ham di masa injury time melalui Callum Wilson dan Adama Traore hampir saja menghukum Man United. Leny Yoro melakukan blok krusial untuk mencegah kebobolan kedua.
Pelatih West Ham, Nuno Espirito Santo, juga mengakui kualitas lawan. Ia mengatakan tidak mungkin mengabaikan kualitas United yang mampu membangun serangan dan menempatkan banyak pemain di tengah lapangan.
Masalah United bukan sekadar soal kreativitas, tetapi kecocokan taktis. Mereka terlihat lebih efektif saat bermain sebagai underdog, seperti ketika menang di kandang Liverpool dan Arsenal. Dalam situasi tersebut, pressing dan transisi cepat menjadi senjata utama.
Statistik Buktikan Ironi Man United
Data Premier League sejak Agustus 2024 memperjelas ironi ini. Saat menguasai bola 60 persen atau lebih, United hanya menang empat kali dari 15 laga.
Sebaliknya, ketika penguasaan bola mereka 49 persen atau kurang, mereka memenangi setengah dari 22 pertandingan. Proyeksi angka tersebut setara musim 45 poin dibanding 69 poin.
Carrick mengakui dominasi permainan yang lebih matang adalah target berikutnya. “Itu sesuatu yang akan kami capai nanti,” katanya.
Biar begitu, jika ingin finis di empat besar untuk pertama kalinya sejak 2023, United tidak bisa terus kehilangan poin saat menghadapi tim papan bawah.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
PSG Tikung Manchester United untuk Transfer Carlos Baleba?
Liga Inggris 12 Februari 2026, 16:42
LATEST UPDATE
-
Sumardji Akui Salah soal Sanksi 20 Laga dari FIFA: Hanya Ingin Lindungi Pemain Timnas!
Tim Nasional 13 Februari 2026, 11:03
-
Eric Garcia Protes Keras untuk Kartu Merah: Keputusan Wasit Merugikan!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 10:48
-
Nonton Live Streaming Pertandingan Proliga 2026 di MOJI Hari Ini, 13 Februari 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:33
-
Hasil Drawing UEFA Nations League: Inggris Satu Grup dengan Spanyol dan Kroasia!
Piala Eropa 13 Februari 2026, 10:31
-
Man United Tegaskan Sikap Usai Kontroversi Pernyataan Sir Jim Ratcliffe, Apa Bunyinya?
Liga Inggris 13 Februari 2026, 10:26
-
Atletico Hajar Barcelona 4-0, Julian Alvarez Memang Luar Biasa!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 10:18
-
Hasil Lengkap, Klasemen, dan Jadwal Pertandingan Proliga 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:11
-
Jadwal Lengkap Proliga 2026, 8 Januari-26 April 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:11
-
Jadwal Pertandingan Proliga 2026 Putaran II Pekan 6 di Bojonegoro, 12-15 Februari 2026
Voli 13 Februari 2026, 10:10
-
Kylian Mbappe Absen Latihan Lagi, Arbeloa Pusing!
Liga Spanyol 13 Februari 2026, 09:47
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48
-
5 Pelatih yang Bisa Gantikan Thomas Frank di Tottenham, Ada Xabi Alonso dan Xavi
Editorial 11 Februari 2026, 19:03
-
3 Calon Pengganti Dani Carvajal di Real Madrid, Termasuk Pemain Man Utd
Editorial 10 Februari 2026, 21:00























KOMENTAR