
Bola.net - Manchester United akhirnya angkat bicara menyusul kontroversi yang melibatkan salah satu pemiliknya, Sir Jim Ratcliffe. Klub berjuluk Setan Merah itu menegaskan diri sebagai “klub yang inklusif dan terbuka untuk semua” setelah pernyataan Ratcliffe soal Inggris yang disebutnya telah “dijajah” oleh imigran menuai kecaman luas.
Ratcliffe, 73 tahun, sebelumnya menyampaikan komentar tersebut dalam wawancara yang ditayangkan oleh Sky News pada Rabu (11/2/2026). Ucapannya memicu reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk tokoh publik dan suporter.
Tak lama berselang, perusahaan petrokimia miliknya, Ineos, merilis pernyataan resmi pada Kamis pagi. Dalam klarifikasinya, Ratcliffe menyampaikan permintaan maaf atas pilihan kata yang ia gunakan.
“Saya menyesal bahwa pilihan bahasa saya telah menyinggung sebagian orang di Inggris dan Eropa serta menimbulkan kekhawatiran,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Pernyataan Man United Tanpa Menyebut Nama

Beberapa jam setelah permintaan maaf Ratcliffe beredar, Manchester United merilis “pernyataan klub” yang menegaskan kembali komitmen mereka terhadap keberagaman dan inklusi. Menariknya, pernyataan itu tidak secara eksplisit menyebut nama Ratcliffe maupun merujuk langsung pada komentarnya.
Dalam pernyataan tersebut, United menegaskan kebanggaannya sebagai klub yang merefleksikan sejarah dan warisan kota Manchester, kota yang disebut sebagai tempat yang bisa disebut rumah oleh siapa saja.
“Manchester United bangga menjadi klub yang inklusif dan terbuka. Keberagaman pemain, staf, dan komunitas pendukung global kami mencerminkan sejarah dan warisan Manchester,” tulis klub.
United juga menyoroti kampanye “All Red All Equal” yang diluncurkan sejak 2016 sebagai fondasi komitmen terhadap kesetaraan, keberagaman, dan inklusi.
Klub mengklaim prinsip tersebut telah tertanam dalam kebijakan maupun budaya internal mereka, termasuk melalui pencapaian standar lanjutan kesetaraan dan inklusi dari Liga Inggris.
Sepanjang musim ini, klub juga menggelar berbagai inisiatif, mulai dari kampanye kesehatan mental, gerakan No Room for Racism, hingga kampanye melawan kekerasan terhadap perempuan dan ujaran homofobik di stadion.
Mereka turut merayakan kegiatan komunitas suporter, termasuk acara Asosiasi Suporter Difabel serta perayaan Chanukah bersama komunitas suporter Yahudi.
FA Selidiki, Wali Kota Manchester Ikut Bersuara

Kontroversi ini juga menarik perhatian The Football Association yang dikabarkan telah membuka penyelidikan terhadap komentar Ratcliffe. Otoritas sepak bola Inggris itu menilai pernyataan tersebut berpotensi mencederai reputasi sepak bola nasional.
Sementara itu, Wali Kota Manchester, Andy Burnham, turut mengecam pernyataan Ratcliffe. Burnham bahkan mengaitkan polemik ini dengan kepemilikan mayoritas klub oleh keluarga Glazer.
Sejak akuisisi pada 2005, keluarga Glazer kerap mendapat kritik dari suporter karena dianggap lebih banyak menarik keuntungan finansial dibandingkan melakukan investasi langsung ke klub.
Burnham menyindir bahwa jika ada kritik yang perlu diarahkan, maka seharusnya ditujukan kepada pihak yang selama ini “menyedot kekayaan dari salah satu institusi paling membanggakan kota.”
Menjaga Citra di Tengah Sorotan

Bagi Manchester United, polemik ini datang di saat klub tengah berupaya membangun stabilitas, baik secara manajerial maupun performa di lapangan.
Pernyataan resmi yang menekankan persatuan dan ketahanan komunitas menunjukkan upaya klub menjaga citra serta hubungan dengan basis pendukung globalnya yang beragam.
“Manchester United mencerminkan persatuan dan ketangguhan seluruh komunitas yang kami wakili. Kami akan terus mewakili rakyat kami, kota kami, dan para penggemar dengan tujuan dan kebanggaan,” demikian penegasan klub.
Kini, perhatian tertuju pada hasil investigasi FA dan bagaimana manajemen United mengelola dampak jangka panjang dari kontroversi ini, baik di ranah olahraga maupun sosial.
Sumber: Manchester United FC
Klasemen Premier League 2025/2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Scout Manchester United Ramaikan Duel Inter vs Juventus, Siapa yang Dipantau?
Liga Italia 13 Februari 2026, 22:49
-
Lega atau Kecewa? Cristiano Ronaldo Dipastikan Tak Kembali ke Manchester United
Liga Inggris 13 Februari 2026, 14:28
LATEST UPDATE
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
-
Barcelona Siapkan Manuver Kejutan: Viktor Gyokeres Masuk Radar Transfer
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 21:23
-
Here We Go! AC Milan Gelontorkan Rp 1 Triliun untuk Boyong Pemain Timnas Belgia Ini
Liga Italia 17 Agustus 2026, 20:57
-
Tidak Ada yang Gratis Bagi Marcus Rashford di MU: Dia Harus Berjuang!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 20:30
-
3 Tahun Deco di Barcelona: Sang Arsitek Era Baru Blaugrana
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 20:16
-
Juventus Incar 2 Pemain AC Milan Sekaligus: Youssouf Fofana dan Fikayo Tomori
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:18
-
Juventus Resmikan Transfer John Lucumi dari Bologna
Liga Italia 17 Agustus 2026, 19:04
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR