
Bola.net - Gelandang anyar Eberechi Eze akhirnya buka suara usai merampungkan transfernya ke Arsenal. Kepindahan dari Crystal Palace ini diwarnai drama tikung-menikung dengan rival abadi, Tottenham.
Sebelumnya, Eze santer dikabarkan selangkah lagi akan bergabung dengan Tottenham. Namun, The Gunners datang di saat-saat terakhir untuk membajak kesepakatan senilai £67,5 juta tersebut.
Pemain Timnas Inggris itu bahkan telah diperkenalkan kepada publik Emirates. Momen tersebut terjadi sebelum laga Arsenal melawan Leeds United yang berakhir dengan skor telak 5-0.
Kini, Eze membeberkan alasannya lebih memilih Arsenal ketimbang tawaran rival. Di sisi lain, kubu Tottenham yang merasa dikhianati juga memberikan respons yang tidak kalah pedas.
Mimpi yang Jadi Kenyataan

Eberechi Eze menegaskan bahwa kepindahannya ke Arsenal adalah sebuah mimpi yang menjadi kenyataan. Sejak lama, ia memang bercita-cita untuk kembali berseragam The Gunners.
Dalam sebuah wawancara bersama legenda Arsenal, Ian Wright, Eze mengaku bahwa klub London Utara itu selalu menjadi tujuannya. Baginya, Arsenal adalah tempat yang selalu ingin ia capai sebagai pemain profesional.
"Saya memikirkan untuk kembali ke Arsenal sejak saya tahu ada klub-klub lain yang juga tertarik, dan Arsenal adalah tentang menjadi seorang profesional," ungkap Eze kepada Ian Wright.
"Saya selalu berpikir: 'Arsenal adalah tempatnya, itulah yang ingin saya capai, apa yang ingin saya tuju'," sambungnya.
Selalu Merasa Ditakdirkan Kembali
Perasaan Eze untuk kembali ke Arsenal ternyata sudah ia rasakan sejak lama. Ia mengaku selalu punya keyakinan kuat bahwa takdir akan membawanya pulang.
Bahkan setiap kali bermain di Emirates sebagai lawan, ia selalu mengenang masa lalunya saat masih menjadi penonton. Dengan keyakinan diri yang tinggi, ia merasa kepindahan ini memberinya energi baru.
"Setiap kali saya datang ke Arsenal, saya melihat kursi yang biasa saya duduki saat datang ke pertandingan bersama saudara-saudara saya. Dan saya selalu berkata setiap saat: 'inilah saatnya - ini adalah kesempatan'," kisahnya.
"Sebagai pemain, saya punya tingkat kepercayaan pada diri sendiri. Saya percaya jika memang ditakdirkan, itu akan terjadi, dan saya yakin itu akan terjadi," tegas Eze.
Sindiran Keras dari Kubu Tottenham
Kegagalan mendapatkan Eze di menit akhir rupanya meninggalkan kekecewaan mendalam bagi Tottenham. Manajer Spurs, Thomas Frank, memberikan komentar yang seolah menyindir sang pemain.
Frank menegaskan bahwa ia hanya menginginkan pemain yang punya hasrat besar untuk membela klub. Ia tidak mau ada pemain di skuadnya yang tidak sepenuh hati mengenakan seragam Spurs.
"Untuk membuatnya sangat, sangat jelas, saya tidak menginginkan pemain mana pun yang tidak mau datang ke klub ini," kata Frank dengan nada tegas.
"Siapa pun yang tidak ingin datang ke klub dan mengenakan lencana fantastis ini - kami tidak menginginkan mereka di sini. Saya pikir itu sangat jelas," lanjutnya.
Hanya untuk yang Sepenuh Hati
Thomas Frank melanjutkan pesannya dengan lebih lugas. Ia yakin para penggemar juga merasakan hal yang sama terhadap pemain yang tidak menunjukkan komitmen penuh.
Meski begitu, ia tetap optimistis bisa mendatangkan gelandang kreatif baru sebelum bursa transfer ditutup. Hal ini untuk menutupi cederanya James Maddison dan Dejan Kulusevski.
"Saya cukup yakin para penggemar akan merasakan hal yang sama jika mereka tidak mau mengenakan seragam fantastis ini di atas kepala mereka. Bermain untuk lencana, bermain untuk klub," ujarnya.
"Saya juga cukup yakin bahwa kami akan merekrut seorang pemain sebelum akhir jendela transfer," pungkas Frank.
Drama transfer Eberechi Eze ini menjadi salah satu yang terpanas di London Utara pada musim panas ini. Kini, sang pemain akan memulai babak baru dalam kariernya bersama Arsenal di Premier League.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man City vs Tottenham: Kemenangan Mengejutkan Spurs Berkat Taktik Jurgen Klopp
Liga Inggris 24 Agustus 2025, 06:45
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR