Bola.net - Raheem Sterling buka-bukaan soal alasannya meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Manchester City pada tahun 2015 lalu. Kata pemain berumur 24 tahun tersebut, ia hengkang karena ingin meraih gelar Premier League.
Sterling berhasil mencuri perhatian publik saat dirinya membela The Reds pada musim 2013-2014 silam. Ia nyaris mengantar Liverpool, yang kala itu diasuh Brendan Rodgers, menjadi juara Premier League dan mengakhiri kutukan yang masih berjalan hingga sekarang.
Sayangnya, Liverpool masih kurang perkasa dibanding Manchester City yang menempati peringkat pertama hingga pekan terakhir. The Citizens berhasil menutup musim dengan koleksi 86 poin, unggul dua poin dari Liverpool yang menempati posisi dua.
Karena performa apiknya, Sterling lalu dianugerahi penghargaan pemain muda terbaik Liverpool pada saat itu. Namun setelahnya, ia memilih menyakiti perasaan penggemar dengan pindah ke Manchester City pada musim panas berikutnya.
Tapi Sterling punya alasan jelas, dan itu berkaitan dengan ambisi pribadi. Setelah lama menutup mulutnya, ia akhirnya bersedia mengungkapkan alasannya meninggalkan Liverpool pada saat itu.
"Saat pindah ke Liverpool, saya berkata bahwa bila saya tidak menjadi juara Premier League saat berumur 21 tahun, saya harus melirik opsi lain dan melihat apa yang saya lakukan di sana," tutur Sterling seperti yang dikutip dari Manchester Evening News.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Sesuai Rencana
Singkat kata, Sterling pindah ke Manchester City dengan bandrol mencapai 50 juta pounds. Pada musim perdananya, ia sempat mendapatkan ejekan dari para penggemar The Reds kala bertandang ke Anfield.
Pemain berdarah Inggris itu harus bersabar dan menunggu tiga tahun untuk mencapai keinginannya itu. Tapi penantiannya terbalas dengan tuntas, sebab Manchester City berhasil meraih gelar Premier League dalam dua musim terakhir berturut-turut.
"Saya datang ke City dan memenangkan gelar Premier League pertama saya. Rasanya menyenangkan bisa mengetahui apa yang telah disusun - apa yang telah kami susun sebagai tim - berjalan sesuai rencana," tandasnya.
Musim 2018-2019 ini berjalan hampir mirip seperti 2013-2014 lalu, di mana Manchester City juara setelah ditempel ketat oleh Liverpool. Namun bedanya, Sterling berada pada posisi juara, bukan lagi yang tertunduk lesu karena finis di peringkat dua.
Baca Juga:
- Pilihan Sulit Versi Harry Maguire: Manchester United atau Manchester City?
- Satu Hal yang Dipelajari Guardiola dari Mourinho: Serangan Balik
- Ingin Latih Timnas, Guardiola: Saya Punya 400 Pemain untuk Dipilih
- Josep Guardiola: Saya Butuh 'Haters'
- Pelatih Sekelas Guardiola Pun Segan Tampil di Markas Liverpool
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Resmi, Manchester City Tebus Klausul Pelepasan Rodri
Liga Inggris 3 Juli 2019, 23:00
-
Ribery Dorong Bayern Bajak Leroy Sane dari City
Bundesliga 3 Juli 2019, 21:17
-
Nathan Ake Masuk Radar Manchester City
Liga Inggris 3 Juli 2019, 17:20
-
Jika Ingin Menyamai Level Man City, Liverpool Harus Membeli Pemain
Liga Inggris 3 Juli 2019, 14:00
-
2 Alasan MU Bakal Kalahkan Man City Dalam Pemburuan Harry Maguire
Liga Inggris 3 Juli 2019, 11:20
LATEST UPDATE
-
Azzedine Ounahi, Bocah Casablanca yang Kini Jadi Harapan Maroko
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:29
-
Bagaimana Didier Deschamps Mengubah Wajah Prancis
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:23
-
Portugal Kini Menatap Masa Depan
Piala Dunia 7 Juli 2026, 16:23
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55





















KOMENTAR