Titik Balik Kekalahan Arsenal dari Man United: Saat Arteta Murka di Awal Petaka

Titik Balik Kekalahan Arsenal dari Man United: Saat Arteta Murka di Awal Petaka
Manajer Arsenal Mikel Arteta bereaksi di pinggir lapangan pada laga Premier League/Liga Inggris antara Arsenal vs Man Utd di London, Inggris, Minggu, 25 Januari 2026 (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Bola.net - Arsenal harus menelan kekalahan menyakitkan 2-3 dari Manchester United pada laga Minggu malam. Hasil itu menjadi kekalahan kandang pertama mereka musim ini dan memperpanjang periode tanpa kemenangan menjadi tiga pertandingan.

Dampaknya cukup signifikan. Keunggulan Arsenal di puncak klasemen Premier League kini terpangkas menjadi empat poin, memunculkan kembali tekanan jelang fase akhir musim.

Pasca pertandingan, mantan bek Manchester United Gary Neville menyoroti satu momen spesifik yang menurutnya menjadi titik balik, sekaligus saat ketika Mikel Arteta menyadari laga mulai lepas dari genggaman.

1 dari 4 halaman

Arsenal Unggul, Lalu Kehilangan Kendali

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kanan), berduel dengan pemain Manchester United, Casemiro, dalam pertandingan Premier League, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Arsenal, Gabriel Jesus (kanan), berduel dengan pemain Manchester United, Casemiro, dalam pertandingan Premier League, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Arsenal sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Gol Lisandro Martinez memberi mereka keunggulan yang dinilai pantas setelah menguasai 20 hingga 25 menit awal laga.

Namun keunggulan itu tidak bertahan lama. Manchester United bangkit lewat gol Bryan Mbeumo dan Patrick Dorgu, sebelum Mikel Merino sempat memberi harapan di menit-menit akhir.

Harapan tersebut kembali pupus ketika Matheus Cunha mencetak gol penentu kemenangan tak lama berselang. Kekalahan ini kembali memunculkan pertanyaan soal kekuatan mental Arsenal, sebuah kritik yang sebelumnya juga diakui Arteta.

2 dari 4 halaman

Analisis Neville soal Momen Krusial

Pemain Arsenal, Mikel Merino (tengah), melepaskan tembakan dalam pertandingan Premier League melawan Manchester United, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Pemain Arsenal, Mikel Merino (tengah), melepaskan tembakan dalam pertandingan Premier League melawan Manchester United, Minggu (25/1/2026). (c) AP Photo/Kirsty Wigglesworth

Neville menilai masalah Arsenal bermula dari cara mereka merespons gol pembuka. Menurutnya, Arsenal gagal mempertahankan intensitas dan justru memberi ruang bagi lawan.

“Mereka bermain baik dalam 20–25 menit pertama, mereka mengontrol pertandingan seperti yang sering kita lihat dari Arsenal,” kata Neville kepada Sky Sports. “Namun mereka tidak cukup kreatif. Mereka tidak mengambil cukup risiko, dan mereka membiarkan Manchester United kembali ke permainan. Reaksi Arsenal setelah mencetak gol pembuka itu sangat buruk.”

Neville kemudian menunjuk satu momen serangan balik United sebagai sinyal bahaya yang diabaikan Arsenal.

“Ada momen penting ketika Manchester United mendapatkan serangan balik nyata pertama mereka," ungkap Neville.

"Saat Bryan Mbeumo lolos, dia berhadapan dengan Gabriel dan William Saliba yang mundur ke arahnya, lalu dia berbalik dan mengoper ke Bruno Fernandes, yang melepaskan tembakan dan menarik bola melewati tiang dekat.”

3 dari 4 halaman

Arteta Murka dan Momentum Berubah

Neville menegaskan bahwa reaksi Arteta terlihat jelas dari pinggir lapangan. Sang pelatih disebut sangat marah karena timnya memberi dorongan mental kepada lawan.

“Dan Mikel Arteta, Anda bisa melihat dia tepat di bawah kami di sini, sangat marah karena mereka membiarkan Manchester United mendapatkan peluang, karena mereka telah memberi dorongan. Lalu ada peluang lain setelah itu. Dan kemudian gol pun tercipta," lanjut Neville.

Kesalahan fatal kemudian datang dari Martin Zubmiendi. Backpass tanpa melihat arah yang ia lakukan dimanfaatkan Mbeumo untuk menyamakan skor sebelum jeda.

Sejak momen tersebut, momentum sepenuhnya berpihak kepada Manchester United. Suasana di Emirates Stadium pun berubah, dengan kegugupan suporter tuan rumah terasa jelas hingga Arsenal mendapat cemoohan saat turun minum dan setelah laga berakhir.

4 dari 4 halaman

Peringatan Serius untuk Arsenal

Neville menilai situasi ini seharusnya menjadi peringatan serius bagi internal klub menjelang sisa musim.

“Dari mana datangnya kegugupan itu setelah mereka mencetak gol? Dari mana kecemasan itu muncul? Bagaimana itu bisa muncul dalam pertandingan ini?” ujarnya.

“Itu terjadi melawan Liverpool beberapa minggu lalu, itu adalah tanda peringatan karena Liverpool kehilangan banyak pemain saat itu. Mereka telah terluka, Arsenal.”


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL