
Bola.net - Kemenangan mengejutkan Manchester United atas Arsenal di Emirates Stadium, Minggu (25/1/2026) malam tak lantas menutup polemik yang terjadi sepanjang laga.
Meski membawa pulang tiga poin, Setan Merah kembali merasa dirugikan oleh keputusan wasit, isu yang semakin sering membayangi perjalanan mereka musim ini.
Sorotan tersebut datang dari mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg. Ia secara terbuka meminta badan wasit Inggris (PGMOL) dan Premier League untuk mengambil sikap tegas terhadap taktik Arsenal dalam situasi bola mati, khususnya strategi mengerumuni kiper lawan.
Dalam duel kontra United, Arsenal kembali mencetak gol dari skema set-piece. Para pemain The Gunners tampak memadati area kiper Senne Lammens, membatasi ruang geraknya sebelum memanfaatkan bola liar di tengah kemelut.
Arsenal Sudah Lampaui Batas

Menurut Clattenburg, praktik semacam ini sudah melampaui batas kewajaran.
“Ini bukan lagi kebetulan. Sejak klub-klub mempekerjakan pelatih bola mati, mereka terus mencari celah untuk mendapat keuntungan apa pun,” ujar Clattenburg.
“PGMOL dan Premier League harus segera mengatur ini. Setiap upaya menghalangi kiper seharusnya dihukum tendangan bebas.”
Beda Perlakuan di Liga Champions

Mantan wasit final Liga Champions itu menegaskan, penegakan aturan yang ketat memang akan memicu lebih banyak pelanggaran di awal. Namun, seiring waktu, tim-tim akan berhenti menggunakan taktik tersebut. Ia mencontohkan Liga Champions, di mana pendekatan serupa jarang terlihat karena wasit lebih tegas mengambil keputusan.
Menariknya, taktik mengganggu kiper ini bukan hanya dilakukan Arsenal. Beberapa klub lain, termasuk Manchester United, mulai menirunya setelah melihat efektivitas strategi tersebut. Namun Clattenburg menilai, menormalisasi cara ini justru merusak esensi permainan.
“Pertandingan menjadi tidak enak ditonton. Setiap sepak pojok terasa seperti penalti karena pemain sama sekali tidak fokus ke bola, hanya ke kiper,” katanya.
Diawali Oleh Arsenal

Clattenburg juga menilai, jika wasit lebih disiplin dalam mengawal situasi bola mati, tim-tim akan terdorong untuk kembali mengandalkan kreativitas dan keberanian dalam permainan terbuka, alih-alih sekadar mencari sepak pojok lalu merayakannya berlebihan.
Clattenburg menutup dengan peringatan keras. Jika dibiarkan, Premier League berisiko berubah menjadi kompetisi yang dipenuhi kemelut di kotak penalti dan rangkaian sepak pojok tanpa akhir.
“Taktik ini dimulai dari Arsenal dan kini menyebar. Sudah waktunya palu hukuman dijatuhkan,” tegasnya.
Sumber: United In Focus
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Amad Diallo Ngetroll Fans Arsenal Usai Man United Permalukan Arsenal: Harapanmu Cuma Sepak Pojok!
- Kisah Keluarga Michael Carrick di Balik Kemenangan Bersejarah Manchester United di Kandang Arsenal
- Ramai-ramai Mengecam Taktik Mikel Arteta di Laga Arsenal vs Man Utd: Mainnya Terlalu Berhati-hati
- David Beckham Ejek Anaknya Usai Man United Tumbangkan Arsenal 3-2 di Emirates
- Patrick Dorgu di Mata Bruno Fernandes Usai Man Utd Permalukan Arsenal: Ballon D'orgu
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
PGMOL Didesak Hukum Arsenal Soal Taktik Bola Mati yang Rugikan Man United
Liga Inggris 26 Januari 2026, 22:45
-
Titik Balik Kekalahan Arsenal dari Man United: Saat Arteta Murka di Awal Petaka
Liga Inggris 26 Januari 2026, 22:44
-
6 Poin dari City dan Arsenal: Stop Ragukan Michael Carrick!
Liga Inggris 26 Januari 2026, 19:17
LATEST UPDATE
-
Hasil, Jadwal, Klasemen, dan Top Skor Piala Dunia 2026
Piala Dunia 15 Juni 2026, 12:19
-
Man of the Match Swedia vs Tunisia: Alexander Isak
Piala Dunia 15 Juni 2026, 11:53
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Ceko 2026 di Vidio, 19-21 Juni 2026
Otomotif 15 Juni 2026, 11:22
LATEST EDITORIAL
-
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di Piala Dunia 2026
Editorial 12 Juni 2026, 14:41
-
10 Negara dengan Koleksi Trofi Mayor Terbanyak, Argentina Ungguli Brasil
Editorial 11 Juni 2026, 14:28
























KOMENTAR