
Bola.net - VAR kembali memicu perdebatan dalam pertandingan Premier League saat Tottenham Hotspur menghadapi Manchester City, Minggu (2/2/2020). Teknologi tersebut sudah benar memberikan penalti untuk tim tamu saat Serge Aurier melanggar Sergio Aguero.
Ilkay Gundogan yang maju sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya. Namun, penyelamatan Hugo Lloris menimbulkan kontroversi. Kiper Spurs tersebut terlihat sedikit maju sebelum bola ditendang gelandang berpaspor Jerman itu.
Kemudian saat Raheem Sterling terlihat diving di kotak penalti, wasit tidak memberikan kartu kuning yang membuat Jose Mourinho geram. Dua kejadian itu tidak ditinjau ulang VAR yang membuat fans Premier League semakin berang.
Berdasarkan survei YouGov dilansir Give Me Sport, Rabu (5/2/2020), lebih dari 50 persen penggemar menganggap VAR telah membuat laga di Premier League menjadi kurang menyenangkan.
VAR has made Premier League matches less enjoyable to watch, according to 67% of regular viewers. Just 13% say it has improved the viewing experience https://t.co/qghq1Qm61G pic.twitter.com/jmE1maQ1I8
— YouGov (@YouGov) February 4, 2020
Adapun 29 persen mengatakan teknologi itu membuat pengalaman menonton pertandingan menjadi jauh dari menyenangkan. Sementara 38 persen yang berasumsi sedikit kurang menyenangkan.
Hanya 12 persen yang menyatakan VAR membuat Premier League lebih menyenangkan. Itu pun terbagi menjadi dua kategori, yakni 3 persen jauh lebih menyenangkan dan 9 persen sedikit lebih menyenangkan.
Survei tersebut bisa menjadi masukan yang bagus untuk sistem VAR di Premier League.
Kontroversi Offside Kerap Menjadi Perbincangan
VAR di Premier League kerap menjadi bahan ledekan karena kontroversi offside yang menggelikan. Tak sedikit gol yang tercipta batal setelah teknologi tersebut meninjau ulang dan sang pemain terjebak offside di bagian ketiak atau tumit kaki.
Menurut sebagian orang, VAR telah membuat permainan menjadi lebih kaku, serta menghilangkan drama di sepak bola dan diganti kontroversi VAR.
Beberapa manajer Premier League juga kerap melancarkan kritik terkait sistem VAR tersebut. Manajer Manchester City, Pep Guardiola, vokal mengkritik VAR karena timnya kerap dirugikan.
Kejadian paling epik tersaji saat Guardiola mendampingi anak asuhnya ke Anfield. Setelah pertandingan ia menyalami semua pengadil lapangan dengan melontarkan kata sarkas 'Terima Kasih Banyak'.
Sumber: Give Me Sport
Disadur dari: Bola.com/Penulis Hanif Sri Yulianto/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 5 Februari 2020
Baca Juga:
- Nelson Semedo, Bek Barcelona Penggemar Berat Dragon Ball
- Reaksi Netizen Setelah Liverpool U-23 Menang di FA Cup: SSB Liverpool Menang
- Fan Liverpool Ini Picu Perdebatan Panas Usai Sebut Jordan Henderson Lebih Baik dari Paul Scholes
- Pemain Jebolan Akademi Liverpool yang Dijual dalam 5 Tahun Terakhir, Bagaimana Kabarnya Sekarang?
- Ada Bruno Fernandes, Manchester United Sepertinya Tak Butuh Paul Pogba Lagi
- Penampakan Klasemen EPL Jika Dimulai Sejak Jose Mourinho Menangani Tottenham
- Sejumlah Langkah yang Bisa Membuat AC Milan Semakin Terpuruk
- Klasemen EPL Jika Hanya Dihitung Laga pada 2020, MU di Zona Degradasi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Juventus Saingi Bayern Munchen untuk Transfer Leroy Sane
Liga Italia 5 Februari 2020, 17:00
-
Manchester City Uangkan Joao Cancelo di Musim Panas
Liga Inggris 5 Februari 2020, 16:50
-
Jadwal Leg Pertama Babak 16 Besar Liga Champions 2019/2020
Liga Champions 5 Februari 2020, 14:39
-
Josep Guardiola Tidak Layak Disebut Sebagai Pelatih Terbaik di Dunia? Ini Alasannya
Liga Inggris 5 Februari 2020, 14:30
-
VAR Buat Pertandingan Premier League Tak Menyenangkan, Setuju?
Liga Inggris 5 Februari 2020, 13:51
LATEST UPDATE
-
5 Pelajaran Penting untuk AC Milan Usai Duel Lawan Como: Scudetto Kian Menjauh?
Liga Italia 22 Februari 2026, 00:28
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
























KOMENTAR