
Bola.net - Virgil van Dijk mengakui kartu merah Ryan Gravenberch menjadi titik balik dalam kekalahan Liverpool 0-3 dari Manchester City pada pekan keenam Premier League 2026/2027. Bermain di Anfield, Minggu (11/10/2026) malam WIB, The Reds kesulitan membendung lawan setelah harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Liverpool sebenarnya mampu memberikan perlawanan pada babak pertama dan menjaga skor tetap imbang tanpa gol. Namun, Gravenberch menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62 setelah melakukan pelanggaran terhadap Jeremy Doku.
Manchester City langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain dengan mencetak dua gol dalam rentang enam menit melalui Erling Haaland dan Doku. Rayan Cherki kemudian melengkapi kemenangan tim tamu lewat gol pada menit ke-78 setelah menuntaskan rangkaian serangan apik.
Kekalahan ini menjadi yang pertama bagi Liverpool di bawah asuhan Andoni Iraola sekaligus memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka dalam lima laga kandang terakhir di Premier League. Van Dijk menilai timnya sudah menunjukkan intensitas yang baik sebelum kartu merah mengubah dinamika pertandingan.
Van Dijk Nilai Liverpool Tampil Baik pada Babak Pertama

Van Dijk menilai Liverpool mampu bersaing dengan Manchester City sebelum Gravenberch meninggalkan lapangan. Kapten The Reds itu melihat rekan-rekannya sudah menunjukkan intensitas dan keinginan untuk menang, meski sejumlah peluang serangan balik belum dimaksimalkan dengan baik.
Menurutnya, Liverpool masih memiliki ruang untuk memperbaiki penyelesaian serangan pada paruh pertama. Meski tidak menciptakan banyak peluang besar, ia menganggap kerja keras dan intensitas permainan menjadi modal penting sebelum situasi berubah setelah jeda.
"Babak pertama berjalan baik bagi kami. Kami menunjukkan intensitas, meskipun dalam beberapa kesempatan ketika mendapatkan peluang serangan balik, kami seharusnya bisa melakukannya dengan lebih baik," kata Van Dijk kepada Sky Sports.
"Peluang yang kami dapatkan memang tidak terlalu besar, tetapi kami menunjukkan keinginan untuk menang dan bermain dengan intensitas. Itu adalah standar minimum yang harus kami tunjukkan," lanjut Van Dijk.
Van Dijk Sebut Kartu Merah Gravenberch Jadi Titik Balik

Situasi pertandingan berubah setelah Gravenberch menerima kartu kuning kedua pada menit ke-62. Liverpool harus bermain dengan 10 orang dan kebobolan tidak lama kemudian, sehingga semakin sulit menghadapi tekanan Manchester City.
Van Dijk mengakui kehilangan satu pemain memberikan keuntungan besar bagi lawan. Ia menilai kebobolan dengan cepat setelah kartu merah membuat Liverpool berada dalam situasi yang semakin berat untuk mengimbangi permainan City.
"Pada babak kedua, kartu merah mengubah jalannya pertandingan, terutama karena kami kebobolan tidak lama setelah itu. Faktanya, kami harus bermain dengan 10 pemain dan kemudian langsung kebobolan, sehingga pertandingan kembali menjadi sulit saat menghadapi mereka," ujar Van Dijk.
"Menurut saya, atmosfer di sini selalu luar biasa. Saya beruntung bisa bermain dalam banyak pertandingan besar di stadion ini," kata Van Dijk.
Iraola Pertanyakan Keputusan Wasit Mengusir Gravenberch

Pelatih Liverpool, Andoni Iraola, juga menilai kartu merah Gravenberch mengubah jalannya pertandingan secara drastis. Ia bahkan mempertanyakan keputusan wasit memberikan kartu kuning pertama kepada gelandang tersebut, yang menurutnya tidak layak berujung pada hukuman tersebut.
Iraola menganggap Liverpool mampu tampil lebih baik sebelum bermain dengan 10 orang. Namun, setelah kehilangan satu pemain dan tertinggal, timnya kesulitan mempertahankan organisasi permainan ketika menghadapi Manchester City.
"Saya pikir sudah jelas. Kami menjalani dua pertandingan, satu hingga menit ke-60 dan satu lagi setelah kartu merah. Kami adalah tim yang lebih baik pada pertandingan pertama, lalu mereka lebih baik setelahnya," kata Iraola kepada Sky Sports.
"Kartu kuning pertama itu bukan pelanggaran yang layak mendapat kartu kuning. Anderson masih melangkah beberapa kali dan wasit bahkan awalnya tidak berniat memberikan pelanggaran," lanjut Iraola.
Sumber: FotMob
Klasemen Premier League
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Prediksi Juventus vs Napoli 2 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 14:16
-
Prediksi Liverpool vs Arsenal 1 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 13:08
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR