West Ham Bikin Man United Kembali Menginjak Bumi: Michael Carrick Ternyata Masih Punya Banyak PR Besar

Bola.net - Manchester United kembali diingatkan bahwa konsistensi adalah pekerjaan rumah terbesar mereka musim ini. Setelah rangkaian hasil positif yang sempat mengangkat optimisme, Setan Merah harus puas dengan hasil imbang saat bertandang ke markas West Ham di London Stadium, Rabu (11/2/2026) dini hari WIB.
Gol pembuka West Ham berawal dari kelengahan Luke Shaw yang membiarkan bola memantul tanpa pengawalan sempurna. Dalam sepersekian detik, Tomas Soucek memanfaatkan situasi tersebut dan menghukum lini belakang United.
Kesalahan itu terasa kontras dengan performa Shaw sepanjang musim ini. Bek kiri berusia 30 tahun tersebut menjadi satu-satunya pemain United yang selalu menjadi starter di seluruh laga Premier League musim ini. Namun, momen tersebut seolah menghidupkan kembali bayangan inkonsistensi yang pernah membayangi kariernya di Old Trafford.
Shaw kini memasuki tahun ke-12 bersama United. Ironisnya, dari lima trofi yang diraih klub dalam kurun waktu tersebut, kontribusinya di partai puncak kerap terhalang cedera. Ia absen di final Piala FA 2016 dan 2024, juga tak tampil di final Liga Europa 2017.
Dengan usia yang akan menginjak 31 tahun pada musim panas mendatang dan kontrak yang menyisakan satu tahun lagi, muncul pertanyaan besar mengenai masa depannya. Sulit membayangkan United benar-benar menjelma menjadi kandidat juara jika fondasi lini belakang masih menyisakan celah serupa.
Kelemahan Man United di Sisi Sayap

Sorotan tak hanya tertuju pada Shaw. Di sisi kanan, Diogo Dalot juga tampil kurang meyakinkan saat berhadapan dengan Crysencio Summerville yang tampil impresif.
Dalot, salah satu pemain terlama di skuad setelah Shaw, terlihat kewalahan dan akhirnya ditarik keluar pada menit ke-81. Keputusan itu bahkan disambut sorakan sarkastik dari sebagian kecil pendukung United di tribun tandang. Situasi tersebut mempertegas bahwa sektor bek sayap masih menjadi titik lemah yang belum sepenuhnya teratasi.
Dari sisi taktik, Michael Carrick membuat keputusan berani dengan mempertahankan susunan pemain yang sama untuk laga ketiga secara beruntun, sesuatu yang terakhir kali terjadi pada Juli 2020.
Secara logis, keputusan itu bisa dimaklumi mengingat United memiliki jeda pertandingan hingga 23 Februari. Namun eksperimen perubahan posisi Bruno Fernandes, Bryan Mbeumo, dan Matheus Cunha justru membuat alur serangan kehilangan keseimbangan.
Diskusi antara staf pelatih di tepi lapangan sebelum turun minum menjadi sinyal bahwa pendekatan tersebut tidak berjalan efektif.
Respons Lambat dari Bangku Cadangan

Masalah lain muncul dari lambatnya respons di bangku cadangan. United tertinggal lebih dulu, tetapi perubahan baru dilakukan pada menit ke-68 ketika Benjamin Sesko dan Leny Yoro akhirnya masuk.
Sesko, yang sebelumnya melakukan pemanasan intens, langsung memberi dampak signifikan lewat gol penyeimbang dengan penyelesaian klinis. Gol tersebut menyelamatkan United dari kekalahan sekaligus menghidupkan suasana di akhir laga.
Namun fakta bahwa United sempat melewati 53 menit tanpa satu pun tembakan tepat sasaran menunjukkan betapa tumpulnya kreativitas mereka malam itu.
PR Carrick di Manchester United

Hasil imbang ini menjadi peluang yang terbuang, terlebih Chelsea yang berada tepat di bawah United di klasemen juga gagal meraih kemenangan setelah ditahan Leeds.
Setan Merah kini telah kehilangan delapan poin saat menghadapi tim-tim papan bawah, catatan yang bisa menjadi penghalang serius dalam perburuan posisi empat besar atau bahkan lebih. Meski gol telat Sesko menjaga semangat suporter tetap positif saat peluit akhir berbunyi, Carrick jelas memiliki banyak pekerjaan rumah.
Jeda 13 hari tanpa pertandingan memberi ruang refleksi bagi sang manajer. Ia memiliki waktu untuk mengevaluasi komposisi lini belakang, efektivitas eksperimen taktik, serta ketegasan dalam mengambil keputusan pergantian pemain.
Jika United ingin benar-benar kembali bersaing di jalur juara, perubahan tak bisa lagi ditunda. Konsistensi, ketegasan, dan keberanian melakukan perombakan menjadi kunci agar mereka tak sekadar kembali “turun ke bumi” setiap kali momentum mulai terbangun.
Sumber: The Sun
Klasemen Liga Inggris 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- 10 Meme Kocak Frank Ilett Gagal Pangkas Rambut Usai Man United Ditahan West Ham: Mulai dari 0 Lagi Ya
- Niat Pangkas Rambut 500 Hari Kandas, Fans Man United Ini Gagal Akhiri Kutukan Usai Ditahan West Ham
- Kok Bisa?! Cole Palmer Sia-Siakan Peluang yang Harusnya 99,9 Persen Jadi Gol, Chelsea Pun Batal Menang
- 5 Meme Kocak dari Hasil Imbang West Ham vs Man Utd: Setan Merah Kehabisan Bensin?
- Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV dan Vidio, 11-13 Februari 2026
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Benjamin Sesko Tegaskan Man United Bakal Berjuang ke Liga Champions
Liga Inggris 11 Februari 2026, 23:22
-
Chelsea Bakal Tikung MU untuk Gelandang Top Premier League Ini
Liga Inggris 11 Februari 2026, 16:04
-
Bobol Gawang West Ham, Bukti Benjamin Sesko Punya Naluri Predator
Liga Inggris 11 Februari 2026, 15:51
LATEST UPDATE
-
Prediksi Brasil vs Kroasia 1 April 2026
Piala Dunia 31 Maret 2026, 01:03
-
Prediksi Argentina vs Zambia 1 April 2026
Piala Dunia 31 Maret 2026, 01:02
-
Prediksi Amerika Serikat vs Portugal 1 April 2026
Piala Dunia 31 Maret 2026, 01:01
-
Timnas Indonesia Kalah Tipis, Jay Idzes Tetap Bangga dengan Perjuangan Tim
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:57
-
Timnas Indonesia Terhubung dengan Baik Selama 90 Menit
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:51
-
Timnas Indonesia Dominan, tapi Tumbang
Tim Nasional 30 Maret 2026, 22:45
LATEST EDITORIAL
-
3 Alternatif Murah Julian Alvarez untuk Barcelona di Bursa Transfer
Editorial 30 Maret 2026, 11:45
-
5 Pencapaian Luar Biasa Mohamed Salah di Liverpool
Editorial 27 Maret 2026, 15:50
-
5 Kiper Pengganti Potensial untuk Chelsea, Solusi dari Krisis di Bawah Mistar
Editorial 26 Maret 2026, 14:56




















KOMENTAR