Bola.net - Juventus merupakan salah satu klub tersukses di Italia. Raihan 36 trofi Serie A menjadi bukti bahwa Juventus telah menjadi raksasa sepak bola. Dari segi komposisi tim, di segala lini, Juventus selalu diisi oleh bintang-bintang sepak bola legendaris.
Salah satunya di lini tengah, raihan trofi yang menjadikan Juventus sebagai klub tersukses di Serie A tentu hadir berkat para maestro lini tengahnya. Peran gelandang sebagai pemain yang aktif untuk menyerang dan bertahan tentu begitu penting untuk kestabilan tim.
Hingga musim ini pun kedigdayaan Juventus di Italia masih terus berlanjut. Kini klub yang diasuh oleh mantan gelandang terbaiknya, Andrea Pirlo tengah mengejar scudetto ke-10 beruntunnya di Serie A.
Andrea Pirlo yang juga mantan gelandang legendaris Italia pun nampaknya begitu mengetahui apa kemampuan yang perlu dimiliki gelandang Juventus. Hal yang bisa membantu gelandang Juventus di era sekarang untuk mengikuti jejak pendahulunya di Juventus.
Sebagai klub yang kaya akan pemain legendaris, Juventus memiliki beberapa nama yang disebut sebagai gelandang terbaik yang pernah dimiliki. Dilansir dari Sportmob, ada 15 gelandang terbaik yang pernah berada di Juventus, dan berikut lima nama terakhirnya.
Massimo Bonini
Di era 80-an Juventus memiliki gelandang jangkar yang mumpuni dan memberikan rasa aman lebih untuk lini belakang dalam diri Massimo Bonini. Datang dari Cessena di tahun 1981, Bonini selama tujuh musim berhasil memantapkan diri sebagai salah satu gelandang terbaik dunia.
Bersama Juventus, Bonini juga mengecap berbagai trofi termasuk tiga juara Italia dan satu trofi Liga Champions. Bersama dengan Michel Platini, Massimo Bonini mempertonkan kemampuan sebagai gelandang yang cerdas, dan peka terhadap posisinya.
8️⃣ seasons with the ⚫️⚪️
— JuventusFC (@juventusfcen) October 13, 2017
8️⃣ trophies 🏆
🎂 Happy Birthday, Massimo Bonini! 🎉 pic.twitter.com/DdklrRxl9G
Bonini juga dikenal sebagai gelandang yang memiliki stamina ekstra. Semasa bermain di Juventus pun dirinya bahkan dijuluki sebagai paru-parunya Platini karena peran pendukungnya untuk Platini.
Mauro Camoranesi
Mauro Camoranesi datang ke Juventus pada tahun 2002, sejak saat itu dia mencapai masa keemasannya sebagai pesepak bola. Bersama Juventus Camoranesi tampil sebanyak 288 kali dengan raihan 32 gol dan 48 assists di semua kompetisi.
Kepiawaiannya menyisir sisi lapangan sebagai sayap kanan, langsung membuahkan hasil di musim pertamanya. Juventus keluar sebagai juara di musim 2002/03. Camoranesi juga merupakan langganan timnas Italia, dan merupakan bagian dari skuad juara di Piala Dunia 2006.
🎉 Selamat ulang tahun untuk sang juara dunia dan legenda Juventus, Mauro Camoranesi! 🎂⚪️⚫️#ForzaJuve pic.twitter.com/VWVYlKJKNB
— JuventusFC (@juventusfcid) October 4, 2019
Angelo Di Livio
Gelandang sayap kanan ini merupakan produk asli dari klub ibukota AS Roma. Setelah hampir 10 tahun karirnya di sepak bola, Angelo Di Livio barulah menemukan klub yang begitu cocok untuknya yakni Juventus.
Selama enam musim karirnya di klub Turin tersebut, Di Livio berhasil masuk ke daftar langganan line-up Juventus. Berkat gaya bermainnya yang begitu berenergi, Di Livio mencatatkan 269 kali penampilan dengan enam gol serta enam assists.
Selamat ulang tahun, Angelo Di Livio! ⚪️⚫️ pic.twitter.com/yGHN46QklM
— JuventusFC (@juventusfcid) July 26, 2019
Angelo Di Livio juga merupakan bagian dari tim juara Juventus dengan raihan tiga trofi liga, satu Liga Champions serta trofi-trofi lainnya.
Fabio Capello
Nama satu ini di era sekarang mungkin lebih dikenal sebagai pelatih senior dalam sepak bola. Namun di karirnya sebagai pesepak bola, Fabio Capello juga mengecap kesuksesan terkhususnya di Juventus.
Datang dari AS Roma pada tahun 1970 ke Juventus, Capello berhasil mempertahankan performa apiknya dan menjadi pemain kunci Juventus. Fabio Capello pun tampil sebanyak 239 kali bersama Juventus dengan raihan 41 gol dan satu assists.
Young BiancoNero Player : Fabio #Capello at #Juventus where he played (1970/1976) pic.twitter.com/ILdrFHrmbh
— Calcio Cafe (@Calcio_Cafe) March 25, 2015
Fabio Capello juga menegaskan dirinya sebagai gelandang terbaik di Juventus karena di eranya, The Old Lady berhasil meraih tiga gelar Serie A.
Andrea Pirlo

Andrea Pirlo baru saja ditunjuk menjadi pelatih utama Juventus di musim ini. Hal yang didasari oleh kecerdasan Andrea Pirlo dalam membaca pertandingan sejak dirinya masih menjadi pemain. AC Milan boleh jadi menyesalkan keputusannya melepas Pirlo secara gratis pada tahun 2011 silam.
Andrea Pirlo pun melanjutkan karir manisnya di Juventus dan tidak pernah habis dimakan usia. Trofi Serie A kemudian didapatkannya empat kali secara beruntun, permainannya juga tetap berada di level teratas.
Pirlo yang hanya empat musim berada di Juventus juga dibanjiri trofi di Juventus, dalam waktu singkat Pirlo hampir menyamai raihan trofinya di 10 tahun karirnya bersama AC Milan. Gelandang ini juga menjadi pondasi awal Juventus yang kini terus mendominasi Serie A.
Sumber: Sportmob
(Bola.net/Muhamad Raka Saputra)
Baca Ini Juga:
- Zlatan Ibrahimovic, 39 Tahun: Top Skor dan Pemuncak Klasemen Serie A
- Pemenang dan Pecundang di Laga MU vs Arsenal: Bukan Hanya Paul Pogba yang Bapuk
- Reaksi Fans Lihat Penampilan Paul Pogba: Ketemu Thomas Partey Hanyalah Sekelas Atep
- 5 Pelajaran Manchester United vs Arsenal: Old Trafford Kok Jadi Angker Buat Tuan Rumah Sendiri?
- Reaksi Netizen Pasca Spezia vs Juventus: Ronaldo Kena Covid-19, Messi yang Bergejala
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
15 Gelandang Terbaik Juventus Sepanjang Sejarah (Bagian 2)
Liga Italia 2 November 2020, 22:05
-
15 Gelandang Terbaik Juventus Sepanjang Sejarah (Bagian 1)
Liga Italia 2 November 2020, 21:58
-
Juventus Kebut Pemutusan Kontrak Sami Khedira
Liga Italia 2 November 2020, 18:20
-
Diincar Juventus dan AC Milan, Inter Milan Buka Harga untuk Christian Eriksen
Liga Italia 2 November 2020, 16:40
-
5 Pemain Tertua di Skuad Juventus 2020/2021, Ronaldo Masih Gacor!
Editorial 2 November 2020, 16:38
LATEST UPDATE
-
Jadwal Liga Inggris Pekan Ini Live di SCTV, MOJI, dan Vidio, 21-24 Februari 2026
Liga Inggris 20 Februari 2026, 14:16
-
Jadwal Siaran Langsung Persija Jakarta vs PSM Makassar Hari Ini, 20 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 13:46
-
Cerita Bukayo Saka: Dari Akademi Hale End, Kini jadi Wajah Proyek Besar Arsenal
Liga Inggris 20 Februari 2026, 13:38
-
Akhiri Puasa 24 Tahun, Comeback Sensasional Alysa Liu Rebut Emas Olimpiade 2026
Olahraga Lain-Lain 20 Februari 2026, 13:02
-
Hasil FP2 WorldSBK Australia 2026: Nicolo Bulega Kembali Tercepat, Asapi Duet Bimota
Otomotif 20 Februari 2026, 12:59
-
Olimpiade Musim Dingin 2026: Tim AS Rebut Emas di Hoki Es Putri dan Figure Skating
Olahraga Lain-Lain 20 Februari 2026, 12:52
-
Sudah Pulih, Kapan Romeo Lavia Kembali Main untuk Chelsea?
Liga Inggris 20 Februari 2026, 12:35
-
Prediksi BRI Super League: Madura United vs Arema FC 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:55
-
Prediksi BRI Super League: Persijap vs Persebaya 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:50
-
Prediksi BRI Super League: Persis Solo vs PSBS Biak 21 Februari 2026
Bola Indonesia 20 Februari 2026, 11:47
-
Jadwal Lengkap Premier League 2025/2026 Live di SCTV dan Vidio
Liga Inggris 20 Februari 2026, 11:35
-
Jadwal Live Streaming MotoGP Thailand 2026 di Vidio, 27 Februari-1 Maret 2026
Otomotif 20 Februari 2026, 11:32
-
Liverpool Siap Tikung MU untuk Transfer Berlian Wolverhampton Ini
Liga Inggris 20 Februari 2026, 10:44
-
Kaki Terus Membaik, Fermin Aldeguer Targetkan Kembali Balapan di MotoGP Brasil 2026
Otomotif 20 Februari 2026, 10:41
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39


























KOMENTAR