
Bola.net - Juventus menang atas Parma dalam duel pekan ke-32 Serie A 2020/21, Kamis (22/4/2021) dini hari WIB. Pada laga yang digelar di Allianz Stadium tersebut, Juventus menang dengan skor 3-1.
Parma unggul terlebih dahulu lewat gol Gaston Brugman di menit ke-25. Namun, Juve membalas tiga gol lewat Alex Sandro (43' & 47') dan Matthijs de Ligt di menit ke-68.
Hasil ini penting bagi Juventus untuk memangkas jarak dari AC Milan yang baru saja kalah. Di sisi lain, Parma semakin tenggelam di zona degradasi dengan berada di posisi ke-19.
Simak pelajaran yang bisa dipetik dari duel Juventus vs Parma di bawah ini ya Bolaneters.
Persaingan 4 Besar

Juventus mendapatkan tiga poin yang sangat krusial dari laga melawan Parma. Tiga poin ini membuat Juventus terus berada di jalur yang benar untuk finis pada posisi empat besar klasemen akhir Serie A.
Juventus kini mendapatkan 65 poin dan berada di posisi ketiga. Si Nyonya Tua kini hanya tertinggal satu poin dari AC Milan yang berada di posisi kedua.
Sementara itu, Atalanta, Napoli, dan Lazio akan terus memberi tekanan bagi Juventus untuk bisa mencapai target posisi empat besar klasemen.
Set Piece yang Berbahaya
Duet Cristiano Ronaldo dan Paulo Dybala mendapat perlawanan sengit dari pemain bertahan Parma. Namun, Juventus mampu menemukan solusi yang tepat untuk mencetak gol lewat situasi setpiece.
Gol pertama Juventus bermula dari situasi sepak sudut. Begitu juga dengan gol ketiga. Pirlo harus jeli memanfaatkan kelebihan ini untuk laga-laga selanjutnya. Terlebih, Juventus punya banyak pemain yang tangguh dalam duel udara.
Pesona Alex Sandro

Alex Sandro menjadi bintang di laga Juventus vs Parma. Pemain asal Brasil itu mencetak dua gol dan tampil bagus. Bagi Alex Sandro, ini adalah brace pertama sepanjang kariernya.
Musim 2020/2021 adalah momen sulit bagi Alex Sandro. Dia sempat mengalami cedera dan melewatkan banyak laga. Selain itu, pemain 30 tahun juga sempat kesulitan beradaptasi dengan skema baru yang dibawa Andrea Pirlo.
Kebobolan Lagi
Kemenangan atas Parma menyisakan masalah bagi Juventus. Sebab, mereka gagal mencatat cleansheet pada duel ini. Juventus selalu kebobolan dalam sembilan laga terakhirnya di semua kompetisi.
Juventus beruntung punya lini serang yang cukup bagus, tetapi performa pemain belakang patut dipertanyakan.
Patut dicatat, kegagalan Juventus di Liga Champions tidak lepas dari performa buruk lini belakang. Juventus kalah agregat gol tandang dari Porto. Juventus terlalu mudah kebobolan.
Sudah Siap ke Serie B?

Parma memulai musim dengan sebuah optimisme. Mereka punya presiden baru yakni Kyle Krause. Namun, di atas lapangan, segalanya berjalan sulit bagi Parma.
Pergantian pelatih bahkan tidak mampu membuat Parma meraih hasil lebih baik.
Setelah kalah dari Juventus, Parma berada di posisi ke-19 klasemen. Parma baru mendapat 20 poin dari 32 laga. Parma tertinggal 11 poin dari Benevento yang ada di zona aman. Parma punya enam laga tersisa untuk tetap bertahan di Serie A.
Baca Ini Juga:
- Man of the Match Spezia vs Inter Milan: Lautaro Martinez
- Man of the Match AC Milan vs Sassuolo: Giacomo Raspadori
- 4 Alasan Manchester City Tidak Boleh Sampai Gagal Mengalahkan Aston Villa
- Kilas Balik Serie A: 3 Kemenangan Parma di Markas Juventus
- Masihkah Ada Warisan David Moyes di Manchester United Sekarang?
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Tenang Juventus, Hansi Flick Masih Bisa Dibajak Kok
Bundesliga 22 April 2021, 22:00
-
Juventus Susun Rencana Pembajakan Mauro Icardi
Liga Italia 22 April 2021, 21:20
-
Fokus Raih Tiket Liga Champions, Pirlo Cueki Kisruh European Super League
Liga Italia 22 April 2021, 19:51
-
Ronaldo Ngeles Lagi Waktu Jadi Pagar Betis Lawan Parma, Apa Kata Pirlo?
Liga Italia 22 April 2021, 17:40
-
Inter Milan dan Juventus Intip Peluang Dapatkan Giacomo Raspadori
Liga Italia 22 April 2021, 16:20
LATEST UPDATE
-
Hasil Bayern vs Eintracht Frankfurt: Menang walau Ditekan Hebat di Pengujung Laga
Bundesliga 22 Februari 2026, 00:07
-
Hasil Chelsea vs Burnley: Gol Telat Flemming Buyarkan Kemenangan The Blues
Liga Inggris 22 Februari 2026, 00:06
-
Man of the Match Juventus vs Como: Mergim Vojvoda
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:42
-
Prediksi Milan vs Parma 23 Februari 2026
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:29
-
Hasil Juventus vs Como: Kekalahan di Turin Dorong Bianconeri ke Ambang Krisis
Liga Italia 21 Februari 2026, 23:22
-
Masalah Lain Arsenal Musim Ini: Sudah 6 Kali Lawan Tim EPL dengan Pelatih Baru
Liga Inggris 21 Februari 2026, 22:57
-
Hasil BRI Super League: Persebaya Terkapar, 2 Laga Lain Imbang
Bola Indonesia 21 Februari 2026, 22:57
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR