
Bola.net - AC Milan membuka kemungkinan perubahan taktik menjelang akhir musim Liga Italia di bawah arahan Massimiliano Allegri. Formasi 4-3-3 yang sempat muncul dalam beberapa laga kini berpeluang menjadi pendekatan utama.
Sepanjang musim, Allegri konsisten memulai pertandingan dengan 3-5-2 meski kerap melakukan penyesuaian di tengah laga. Pendekatan itu cukup efektif, tetapi variasi permainan mulai terasa penting dalam beberapa pekan terakhir.
Perubahan ini bukan sekadar eksperimen taktik, tetapi bisa menjadi fondasi proyek jangka menengah klub, terutama karena beberapa pemain memiliki karakter yang lebih cocok dengan sistem tiga penyerang.
Peran Baru di Lini Depan

Dalam skema 4-3-3, Rafael Leao dan Christian Pulisic akan kembali ke posisi alami sebagai winger. Keduanya dinilai lebih eksplosif ketika bermain melebar dengan ruang yang lebih besar.
Perubahan ini juga membuka peluang besar bagi Niclas Fullkrug sebagai penyerang utama. Ia diproyeksikan menjadi titik fokus serangan dan target utama distribusi bola di sepertiga akhir.
Performa Milan belakangan menunjukkan peningkatan ancaman ketika menggunakan dua winger dan satu striker murni. Hal ini membuat opsi 4-3-3 tidak hanya relevan untuk masa depan, tetapi juga realistis diterapkan dalam waktu dekat.
Dampak ke Lini Belakang dan Bursa Transfer

Perubahan formasi turut berdampak pada sektor pertahanan, khususnya posisi bek kanan. Alexis Saelemaekers menghadapi tantangan baru terkait adaptasi peran bertahan.
Nama Fikayo Tomori dan Zachary Athekame muncul sebagai alternatif untuk mengisi posisi tersebut. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada keseimbangan tim yang menjadi prioritas Allegri.
Akan tetapi, Saelemaekers masih berpotensi mendapatkan menit bermain reguler dalam rotasi. Fleksibilitasnya tetap dianggap penting dalam menjaga kedalaman skuad.
Namun, perubahan ini juga memberi sinyal kebutuhan tambahan pemain sayap pada bursa transfer musim panas. Fokus perekrutan kemungkinan besar mengarah pada winger ofensif yang mampu memperkuat variasi serangan.
Jika 4-3-3 benar-benar menjadi sistem utama, kebutuhan bek kanan baru juga sulit dihindari. Kombinasi yang ada saat ini belum sepenuhnya memberikan jaminan stabilitas sepanjang musim.
Dengan berbagai kemungkinan tersebut, langkah AC Milan di mercato mendatang diprediksi tidak sederhana. Akan tetapi, kompleksitas ini justru bisa menjadi kunci dalam membangun tim yang lebih kompetitif.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Strahinja Pavlovic Curi Perhatian Chelsea Usai Tampil Gemilang Bersama Milan
Liga Italia 24 Maret 2026, 12:42
-
Shevchenko Soroti Peran Rafael Leao di Milan, Tegaskan Bukan Striker Murni
Liga Italia 24 Maret 2026, 10:44
-
Duel Lawan Napoli Bisa Tentukan Arah Perburuan Scudetto Bagi AC Milan
Liga Italia 24 Maret 2026, 10:42
LATEST UPDATE
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR