
Bola.net - AC Milan kembali menelan hasil pahit saat menjamu Atalanta pada pekan ke-36 Serie A 2025/2026 di San Siro, Senin (11/05/2026) dini hari WIB. Rossoneri tumbang dengan skor 2-3 setelah sempat tertinggal jauh sepanjang pertandingan.
Atalanta tampil dominan sejak awal laga dan membuat publik San Siro terdiam. Ederson, Davide Zappacosta, dan Giacomo Raspadori membawa tim tamu unggul tiga gol bahkan sebelum pertandingan memasuki satu jam permainan.
Milan sempat memberi harapan lewat gol Strahinja Pavlovic pada menit ke-88 dan penalti Christopher Nkunku di masa injury time. Namun, upaya comeback dramatis gagal terwujud setelah sundulan Matteo Gabbia melenceng tipis dari gawang Atalanta.
Laga itu sendiri dibayangi oleh protes dari sebagian fans Milan dari kalangan Ultras. Curva Sud Milan mengeluarkan pernyataan panjang yang menyerang manajemen klub, pemain, hingga pemilik klub karena dianggap bertanggung jawab atas musim buruk Milan.
Curva Sud Serang Keras Manajemen Milan

Suasana panas sebenarnya sudah terasa bahkan sebelum kick-off dimulai di San Siro. Para ultras Milan sudah melancarkan protes kepada CEO Giorgio Furlani dan sejumlah petinggi klub sejak para pemain belum turun ke lapangan.
Curva Sud merilis pernyataan panjang yang menyoroti kegagalan manajemen Milan. Mereka menilai klub yang sempat menjuarai Scudetto empat tahun lalu kini kehilangan identitas dan ambisi besarnya.
“Tepat empat tahun yang lalu kami merayakan salah satu kemenangan Scudetto terindah dalam sejarah Milan, sebuah turnamen yang dimenangkan dengan mengagumi semua elemen dari tim yang bukan favorit: keberanian, ketabahan, persatuan, keinginan, semangat tim, dan dukungan luar biasa dari para penggemar," tulis Curva Sud Milan, dikutip dari Football Italia.
“Itu adalah contoh semangat Milan yang tak terlupakan. Sekarang, empat tahun kemudian, apa yang tersisa?"
“Itu adalah tim pemenang yang hanya membutuhkan beberapa tambahan pemain internasional berkualitas untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi, tetapi benar-benar dihancurkan oleh sekelompok direktur yang sama sekali tidak mampu dan tidak kompeten, dipimpin oleh Giorgio Furlani, yang berdiri di atas puing-puing kegagalan olahraganya sendiri.”
Allegri dan Igli Tare Disebut Terus Diganggu Furlani

Dalam pernyataan tersebut, Curva Sud juga menyoroti cara kerja Giorgio Furlani di dalam klub. Mereka menilai arah kebijakan Milan terlalu fokus pada urusan finansial dibanding membangun tim yang kompetitif.
Ultras Milan menyebut pemilik klub hanya memandang Milan sebagai sumber pendapatan semata. Mereka menilai sejarah besar Rossoneri mulai dikorbankan demi strategi bisnis dan penjualan pemain.
“Jelas bagi semua orang, kecuali mereka yang berkepentingan untuk mempertahankannya di sana, yaitu para pemilik yang visinya tentang Milan murni finansial dan berdasarkan pendapatan, dengan memalukan menginjak-injak sejarah klub ini dan ambisi yang selalu dimiliki para penggemarnya.”
Tak hanya itu, Curva Sud secara khusus membela Massimiliano Allegri dan direktur olahraga Igli Tare. Keduanya dianggap sebagai figur kompeten yang justru kesulitan bekerja karena terlalu sering diintervensi oleh Furlani.
Pemain Milan tak Lolos dari Kritik Pedas

Selain manajemen, para pemain Milan juga menjadi sasaran kritik keras dari Curva Sud. Ultras menilai skuad Rossoneri gagal menunjukkan mentalitas dan semangat juang yang layak untuk klub sebesar Milan.
Mereka mempertanyakan bagaimana Milan kini tampak puas hanya bersaing di zona Liga Champions tanpa benar-benar memburu Scudetto. Situasi itu dianggap sangat bertolak belakang dengan sejarah besar klub.
Curva Sud juga menyinggung kebijakan klub terkait tiket dan atmosfer stadion. Mereka menuduh manajemen lebih tertarik menarik wisatawan ke San Siro dibanding menjaga loyalitas suporter fanatik di Curva Sud.
“Bagaimana kita bisa mendukung tim Milan yang tidak bersaing untuk Scudetto dan puas dengan memperebutkan posisi kedua, ketiga, keempat? Bagaimana Anda bisa menginjak-injak sejarah klub paling bergengsi di Italia?”
Pernyataan itu menyerukan agar Furlani 'mengemas barang-barangnya dan meninggalkan Milan, karena dialah tokoh utama yang bertanggung jawab atas kegagalan olahraga Milan selama empat tahun berturut-turut'."
“Ini tidak mengurangi fakta bahwa semuanya berawal dari para pemilik, yang menyebarkan rasa biasa-biasa saja dan pasrah yang bertentangan dengan kebutuhan akan motivasi, semangat, dan usaha.”
Klasemen Liga Italia
(Football Italia)
Baca Juga:
- Rapor Pemain Rossoneri di Laga Milan vs Atalanta: Pertahanan Rapuh, Leao Mandul Lagi, Nkunku Harusnya Hattrick
- Persaingan Tiket Liga Champions di Serie A Memanas: Juventus Salip Milan, Roma Beri Ancaman Serius!
- Milan Hancur di Tangan Atalanta, Igli Tare Akui Rossoneri Sedang Krisis Mental!
- AC Milan Dipermalukan Atalanta: Masih Pede Raih Tiket Liga Champions, Rossoneri?
- Sihir Atalanta di Markas AC Milan
- AC Milan Terkapar Malu di San Siro, Apa Kata Max Allegri?
- Man of the Match AC Milan vs Atalanta: Ederson
- Hasil Milan vs Atalanta: Gagal Comeback, Rossoneri Keok
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Menunggu Revolusi Besar-besaran Real Madrid
Liga Spanyol 11 Mei 2026, 19:19
-
Murka Anfield Terhadap Arne Slot
Liga Inggris 11 Mei 2026, 18:28
-
Piala Dunia 2026 Terancam Sepi!
Piala Dunia 11 Mei 2026, 17:30
-
Jadwal Live Streaming WorldSBK Ceko 2026 di Vidio, 15-17 Mei 2026
Otomotif 11 Mei 2026, 17:07























KOMENTAR