
Bola.net - AC Milan menemukan wajah barunya pada musim 2025/2026. Bukan dengan dominasi penuh dan sebuah permainan atraktif yang disertai terciptanya banyak gol, melainkan kemenangan tipis yang konsisten.
Gaya yang diterapkan AC Milan itu dikenal sebagai corto muso, istilah khas Massimiliano Allegri yang berarti menang dengan selisih minimal. Efektif, pragmatis, dan penuh kontrol.
Pola tersebut kembali terlihat saat Milan menaklukkan Cagliari 1-0 pada pekan ke-18 Serie A di Unipol Domus, Sabtu (3/1). Gol Rafael Leao menjadi pembeda. Milan hanya menerima satu shot on target di laga tersebut.
Hasil itu bukan kebetulan. Milan berulang kali menang dengan margin satu gol dan tetap memimpin klasemen. Sebuah sinyal kekuatan yang senyap, tetapi nyata. Milan 'membunuh' lawan bukan dengan mencetak gol, akan tetapi tidak memberi peluang gol.
Menang Tipis Jadi Pola, Bukan Kebetulan

Kemenangan atas Cagliari memperpanjang daftar hasil tipis Milan di Serie A. Sebelumnya, Rossoneri menang 1-0 atas Lazio, Inter Milan, AS Roma, dan Bologna. Skornya memang tipis, akan tetapi tetap bernilai tiga poin.
Milan juga meraih kemenangan satu gol atas Torino (3-2), Fiorentina (2-1), dan Napoli (2-1). Polanya jelas dan konsisten.
Dalam laga-laga tersebut, Milan tidak selalu dominan. Namun, mereka tahu kapan harus menyerang dan kapan harus mengamankan hasil.
Pendekatan ini membuat Milan sulit dikalahkan. Setiap gol menjadi aset berharga yang dijaga dengan disiplin tinggi. Milan menerapkan permainan dengan resiko yang tinggi dan sejauh ini berhasil.
Kolektivitas Jadi Inti Filosofi Corto Muso

Menurut Luca Bianchin, jurnalis dari Gazzetta dello Sport, kekuatan utama Milan terletak pada kerja sama tim. Bukan individu, melainkan sistem yang berjalan rapi.
Hal itu tampak jelas saat melawan Cagliari. Milan sempat tertekan, lalu mengontrol tempo, mencetak gol, dan menutup laga tanpa risiko berlebih.
“Gaya sepak bola corto muso mungkin tidak populer, tetapi satu kualitas yang tidak dapat disangkal: ini adalah ekspresi kolektif, bukan individual," ucap Luca Bianchin.
"Jika semua orang tidak percaya pada tujuan tersebut, itu tidak akan berhasil, karena satu kesalahan saja sudah cukup untuk menggagalkan rencana tim," tegas Luca Bianchin.
Sumber: Gazzetta dello Sport, SempreMilan
Klasemen Serie A 2025/2026
Baca Ini Juga:
- Rekap Hasil Liga Italia Tadi Malam: Juventus Tertahan, AS Roma Tumbang di Rumah Lama Gasperini
- Prediksi Inter vs Bologna 5 Januari 2026
- Juventus vs Lecce: Pemain Terbaik dan Terburuk di Allianz Stadium
- Man of the Match Juventus vs Lecce: Wladimiro Falcone
- Hasil Juventus vs Lecce: Penalti Panenka Jonathan David Gagal, Poin Tuan Rumah Melayang
- Hasil Sassuolo vs Parma: Jay Idzes Gagal Bantu Neroverdi Raih Poin Penuh
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jadi Pemuncak Klasemen Serie A, Bos AC Milan Belum Mau Bicara Peluang Scudetto
Liga Italia 3 Januari 2026, 06:06
-
Massimiliano Allegri Akui AC Milan Sudah Payah Raih 3 Poin di Kandang Cagliari
Liga Italia 3 Januari 2026, 05:58
LATEST UPDATE
-
Gagal ke Real Madrid, Enzo Fernandez Bakal Gabung Klub EPL Ini?
Piala Dunia 5 Juli 2026, 12:00
-
Bye Arsenal! Leandro Trossard Segera Cabut ke Turki!
Liga Inggris 5 Juli 2026, 08:00
-
Kylian Mbappe: Emangnya Cuma Kalian yang Bisa Main Kotor, Paraguay!
Piala Dunia 5 Juli 2026, 07:45
-
Lionel Messi dan Bayang-bayang Kylian Mbappe di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:26
-
Man of the Match Paraguay vs Prancis: Orlando Gill
Piala Dunia 5 Juli 2026, 06:11
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55
























KOMENTAR