
Bola.net - Gelandang Weston McKennie membagikan cerita soal perjalanan kariernya bersama Juventus. Dalam wawancara terbaru, ia menilai performanya saat ini sedang berada di fase terbaik. Perubahan itu, menurutnya, tidak terjadi begitu saja.
McKennie mengaku mendapat dukungan penuh dari pelatih Luciano Spalletti. Kondisinya jauh berbeda dibanding beberapa waktu lalu, ketika posisinya di tim sempat tidak jelas. Bahkan, ia sempat merasa masa depannya di Juventus hampir selesai sebelum akhirnya mendapat kesempatan lagi.
Ia menilai peran Spalletti cukup besar dalam kebangkitannya. Pelatih tersebut dianggap mampu menciptakan suasana tim yang lebih terbuka. Dampaknya terasa langsung. McKennie lebih nyaman bermain dan kontribusinya meningkat, meski ia mengakui prosesnya tidak selalu mulus di setiap pertandingan.
Kepercayaan diri jadi faktor penting dalam performanya musim ini. McKennie merasa Spalletti memperlakukan pemain secara adil, tanpa membeda-bedakan. Hal itu membuatnya lebih tenang di lapangan, sekaligus lebih yakin menatap masa depan bersama klub.
Sosok Spalletti yang Bijaksana

Bagi McKennie, Spalletti bukan sekadar pelatih. Ia melihat sosok yang memahami kebutuhan tiap pemain. Pendekatannya dinilai tidak kaku, dan itu terasa di ruang ganti yang lebih cair.
"Saya berhubungan sangat baik dengannya. Setiap pemain punya kebutuhan berbeda, begitu juga ekspektasinya. Setiap kali bertemu dia, saya merasa lebih tenang," ujar McKennie.
Spalletti dikenal tenang, tapi tetap tegas saat dibutuhkan. Kombinasi ini, menurut McKennie, cukup membantu pemain muda berkembang. Arahan yang diberikan jelas, tanpa harus selalu disertai tekanan tinggi. Meski begitu, ada momen ketika pemain tetap dituntut lebih—dan itu dianggap wajar.
Kritik yang Membangun

McKennie juga menyoroti cara Spalletti memberikan kritik. Ia menyebut pendekatannya berbeda dibanding beberapa pelatih yang pernah ia temui sebelumnya.
"Ketika dia marah, caranya tidak kasar. Tujuannya jelas, supaya kami berkembang. Ada pelatih yang mempermalukan pemain, tapi Spalletti tidak seperti itu," katanya.
Ia menambahkan, komunikasi seperti itu justru membuat pemain lebih mudah menerima masukan. Bukan berarti selalu nyaman dan tetap ada tekanan, tetapi lebih masuk akal dan tidak menjatuhkan mental.
Dalam tim, Spalletti menekankan permainan kolektif. McKennie menyebut filosofi itu terasa di lapangan, terutama dalam beberapa laga terakhir yang dimainkan lebih rapi.
"Dia selalu bilang, Anda bisa melewati empat pemain dan mencetak gol, itu bagus. Tapi kalau Anda memberi assist, dua orang bisa merasakan kebahagiaan. Itu yang dia tekankan," lanjutnya.
Menurut McKennie, cara Spalletti mengelola tim jadi salah satu alasan ia menyebutnya sebagai pelatih terbaik dalam kariernya sejauh ini.
Kegilaan Profesionalisme Cristiano Ronaldo
McKennie juga sempat menyinggung pengalamannya bermain dengan Cristiano Ronaldo. Awalnya, ia mengira cerita soal profesionalisme Ronaldo agak berlebihan. Namun setelah melihat langsung, pendapatnya berubah.
"Sangat luar biasa bermain dengannya. Semua yang saya dengar ternyata benar," ujarnya.
Ia menceritakan satu momen yang cukup membekas. Setelah pulang dari laga tandang pada dini hari, sebagian pemain memilih istirahat. Ronaldo justru melakukan pemulihan fisik.
Menurut McKennie, hal itu sulit dipercaya kalau tidak melihat sendiri. "Jam tiga pagi dia masih ke bak es, lalu besoknya sudah latihan lagi. Itu bukan hal yang biasa," katanya.
Pengalaman tersebut, ia akui, cukup membuka pandangannya soal standar profesionalisme di level tertinggi.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Luciano Spalletti Resmi Perpanjang Kontrak di Juventus hingga 2028
Liga Italia 10 April 2026, 20:39
-
Prediksi Atalanta vs Juventus 12 April 2026
Liga Italia 10 April 2026, 13:41
-
Cerita Weston McKennie: Memuji Spalletti, Mengagumi Cristiano Ronaldo
Liga Italia 10 April 2026, 11:07
-
Juventus Siap Tikung Atletico Madrid Demi Amankan Jasa Ederson?
Liga Italia 10 April 2026, 10:44
LATEST UPDATE
-
AC Milan Segera Perpanjang Kontrak Christian Pulisic
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 19:13
-
Jadwal Siaran Langsung Persib vs Melbourne Victory di ACL Two di RCTI
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 19:00
-
Bernardo Tavares Ingin Persebaya Punya Identitas Bermain Agresif
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:39
-
Sisi Versatile Rizky Ridho yang Dioptimalkan Shin Tae-yong
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 18:30
-
Hasil BRI Super League: Kartu Merah Warnai Kemenangan Borneo FC atas PSS
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 17:30
-
BRI Kepanjen Salurkan KUR Rp496 Miliar kepada 10 Ribu Nasabah, Dorong UMKM Naik Kelas
News 27 Oktober 2026, 17:27
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR