
Bola.net - Cesc Fabregas menegaskan komitmennya untuk tetap bertahan di Como di tengah minat dari klub-klub Premier League. Ia memilih fokus membangun fondasi karier kepelatihannya di Italia, alih-alih terburu-buru pindah. Keputusan itu diambil saat namanya mulai ramai diperbincangkan di pasar pelatih Eropa.
Mantan pemain Arsenal itu menilai proyek di Como terlalu penting untuk ditinggalkan sekarang. Ia merasa kenyamanan bekerja dan ruang berkembang di klub tersebut lebih berarti dibanding sekadar mengejar panggung besar.
Fabregas tak menampik bahwa Premier League adalah liga yang sangat ia cintai sejak masih bermain. Namun, ia terus mengingat nasihat dari Jose Mourinho tentang panjangnya perjalanan karier seorang pelatih.
Pesan itu membuatnya lebih santai dalam menentukan langkah. Ia yakin peluang kembali ke Inggris akan datang pada waktunya, tanpa perlu dipaksakan sejak dini.
"Premier League adalah liga terbaik di dunia dan saya selalu bersikap sangat jelas mengenai hal itu. Tapi Mourinho pernah berkata pada saya bahwa dia masih punya 30 tahun untuk bekerja," ungkap Fabregas.
"Jadi saya bisa berada di sini selama 10 tahun, dan tetap bisa pergi ke Premier League dalam 12 atau 15 tahun lagi. Sepak bola sangat tidak terduga, jadi mari nikmati momen indah yang kita jalani sekarang," lanjutnya.
Merasa Beruntung di Como

Hubungan Fabregas dengan Como tidak berhenti di sisi teknis. Ia juga menjadi pemegang saham minoritas sejak bergabung sebagai pemain pada 2022, sehingga memiliki keterikatan lebih dalam.
Peran itu membuatnya memikul tanggung jawab besar terhadap perkembangan klub. Ditambah lagi, kepercayaan penuh dari manajemen memberinya ruang luas untuk menentukan arah tim.
"Saya mengambil semua keputusan sepak bola dan melihat permainan dengan cara yang sama seperti direktur olahraga. Rekrutan pemain memang bekerja dengan data, tapi saya harus benar-benar yakin dengan pemain tersebut," tutur Fabregas.
"Saya sangat senang dan beruntung memiliki presiden yang memberikan kepercayaan diri kepada saya. Hal itu sangat penting bagi saya karena saya adalah orang yang percaya pada proyek ini," jelasnya.
Menikmati Proses Belajar di Italia

Fabregas memahami dunia kepelatihan penuh ketidakpastian. Ia melihat banyak klub terlalu cepat mengganti pelatih, yang pada akhirnya merusak stabilitas jangka panjang.
Di Como, situasinya berbeda. Ia diberi waktu, ruang untuk salah, dan kesempatan belajar secara langsung dalam tekanan nyata.
"Saya menikmati apa yang saya lakukan dan berada di tempat yang indah dengan orang-orang luar biasa. Mereka membiarkan saya bekerja dan memberikan kepercayaan penuh kepada saya setiap harinya," kata Fabregas.
"Setiap hari saya merasa seperti di universitas karena harus membuat keputusan dalam jumlah yang gila di seluruh klub. Bagi saya ini bagus karena saya belajar lebih cepat daripada melakukan cara lainnya," imbuhnya.
Tolak Tawaran Menjadi Pelatih Timnas
Selain dikaitkan dengan klub Inggris, muncul pula wacana yang menempatkannya sebagai calon pelatih tim nasional Italia. Namun, Fabregas menegaskan belum tertarik mengambil peran tersebut dalam waktu dekat.
Ia masih ingin terlibat langsung dalam rutinitas latihan harian bersama pemain. Bagi Fabregas, dinamika lapangan dan interaksi intens menjadi bagian penting dari proses yang ingin terus ia jalani.
"Jika Anda bertanya sekarang apakah saya ingin melatih tim nasional, maka jawaban saya adalah tidak. Saya mencintai pekerjaan melatih dan ingin berada di atas lapangan setiap hari," ucap Fabregas.
"Saya sangat suka berada di antara pemain muda, melakukan sesi individu, dan saya mencintai semua proses harian itu. Itulah alasan mengapa saya belum tertarik dengan pekerjaan di tim nasional," tutupnya.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Ranking 5 Manajer Chelsea era BlueCo, Siapa Paling Buruk?
Liga Inggris 5 Mei 2026, 16:16
-
Joao Pedro Dibidik Barcelona, Chelsea Ambil Sikap Tegas
Liga Spanyol 5 Mei 2026, 14:05
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
-
Legenda Liverpool Dukung MU Pekerjakan Unai Emery: Dia Pelatih yang Luar Biasa!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:54
-
Kabar Baik MU? Ada Klub Inggris yang Mau Beli Marcus Rashford
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:41
-
Gokil! Bos Besar Pastikan AC Milan Bakal Jor-joran di Bursa Transfer Januari 2027
Liga Italia 30 Oktober 2026, 17:28
-
Sudah Tidak Bahagia di MU, Barcelona Siap Jadi Rumah Baru untuk Lisandro Martinez
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 17:00
-
Jorge Martin Resmi Bisa Balapan di MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:50
-
AC Milan Mulai Linglung, Apakah Ruben Amorim Bakal Dipecat?
Liga Italia 30 Oktober 2026, 16:48
-
Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat Meski Sempat Terjadi Insiden
Otomotif 30 Oktober 2026, 16:40
-
Sesko Cedera, MU Pertimbangkan Gaet Striker Timnas Inggris Ini
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:33
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 16:32
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR