Proyek Mahal Chelsea Berantakan, 4 Masalah Ini Jadi Akar Kehancuran The Blues

Proyek Mahal Chelsea Berantakan, 4 Masalah Ini Jadi Akar Kehancuran The Blues
Skuad Chelsea usai laga versus Leeds United di semifinal FA Cup 2025/2026, Minggu (26/4/2026). (c) AP Photo/Alastair Grant

Bola.net - Chelsea kembali menelan pil pahit saat menjamu Nottingham Forest di Stamford Bridge, Senin (04/05/2026) malam WIB. The Blues dipermalukan dengan skor 1-3 dalam laga yang menjadi pukulan telak bagi ambisi mereka.

Petaka datang sangat cepat ketika Taiwo Awoniyi mencetak gol hanya dalam 98 detik. Gol kilat itu langsung mengguncang mental para pemain tuan rumah sejak awal laga.

Forest kemudian menggandakan keunggulan lewat penalti Igor Jesus pada menit ke-15. Situasi semakin memburuk ketika Awoniyi mencetak gol keduanya pada menit ke-52.

Chelsea hanya mampu membalas lewat Joao Pedro di masa injury time. Kekalahan ini membuat mereka terlempar ke peringkat 9 klasemen dengan 48 poin dari 35 laga.

Hasil negatif itu membuat Chelsea kini terpuruk di posisi 9 klasemen sementara Liga Inggris dan mereka pun gagal meraih tiket ke Liga Champions. Berikut ulasan penyebab terpuruknya The Blues pada musim 2025/2026 ini.

1 dari 5 halaman

Terlalu Sering Gonta-ganti Pelatih, Tim Kehilangan Arah

Liam Rosenior memberi instruksi kepada Wesley Fofana dalam laga Chelsea vs Manchester City di Premier League 2025/2026, Minggu (12/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Liam Rosenior memberi instruksi kepada Wesley Fofana dalam laga Chelsea vs Manchester City di Premier League 2025/2026, Minggu (12/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Musim ini berjalan dengan penuh gejolak di kursi pelatih Chelsea. Enzo Maresca meninggalkan klub pada awal tahun saat performa tim sedang menurun drastis.

Situasi internal menjadi panas karena adanya konflik antara Maresca dan manajemen klub. Perbedaan pandangan soal staf medis hingga isu pekerjaan lain membuat perpecahan tak terhindarkan.

Chelsea kemudian menunjuk Liam Rosenior dengan kontrak jangka panjang. Namun, ia hanya bertahan sebentar sebelum dipecat setelah kekalahan telak dari Brighton.

Kini tim ditangani pelatih interim Calum McFarlane. Pergantian pelatih yang terlalu sering membuat pemain kesulitan beradaptasi dengan taktik yang terus berubah.

2 dari 5 halaman

Terlalu Bergantung pada Bakat Muda yang Belum Matang

Winger Chelsea, Estevao (tengah) merayakan golnya ke gawang Port Vale di Piala FA bersama rekan setimnya. (c) AP Photo/Ian Walton

Winger Chelsea, Estevao (tengah) merayakan golnya ke gawang Port Vale di Piala FA bersama rekan setimnya. (c) AP Photo/Ian Walton

Sejak diambil alih oleh Todd Boehly, Chelsea agresif membangun skuad dengan pemain muda. Total puluhan pemain didatangkan dengan investasi mencapai lebih dari 1,7 miliar euro.

Nama-nama seperti Estevao, Cole Palmer, Enzo Fernandez, hingga Moises Caicedo memang menjanjikan. Namun, banyak dari mereka masih belum cukup matang untuk memikul beban besar.

Kurangnya pengalaman membuat tim sering goyah dalam laga penting. Chelsea juga kehilangan sosok pemimpin yang bisa menjadi penyeimbang di lapangan.

Akibatnya, permainan tim terlihat tidak stabil sepanjang musim. Mereka kesulitan tampil konsisten baik saat menyerang maupun bertahan.

3 dari 5 halaman

Bongkar Pasang Skuad Bikin Chemistry Berantakan

Selebrasi Tosin Adarabioyo dkk. dalam laga Chelsea vs Port Vale di FA Cup 2025/2026, Sabtu (4/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Selebrasi Tosin Adarabioyo dkk. dalam laga Chelsea vs Port Vale di FA Cup 2025/2026, Sabtu (4/4/2026). (c) AP Photo/Ian Walton

Aktivitas transfer Chelsea yang sangat sibuk justru membawa dampak negatif. Setiap musim, selalu ada gelombang pemain datang dan pergi dari Stamford Bridge.

Perubahan skuad yang terlalu sering membuat tim kesulitan membangun chemistry. Para pemain tidak punya cukup waktu untuk memahami satu sama lain di lapangan.

Meskipun secara kualitas individu cukup mumpuni, kolektivitas tim menjadi korban. Hal ini terlihat jelas dari permainan yang kerap tidak padu.

Ketidakseimbangan ini membuat Chelsea sulit bersaing di papan atas. Mereka gagal menemukan formula terbaik sepanjang musim.

4 dari 5 halaman

Cedera dan Disiplin Buruk Jadi Masalah Tambahan

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Ekspresi Cole Palmer dalam laga Chelsea vs PSG di 16 besar Liga Champions 2025/2026, Rabu (18/3/2026). (c) AP Photo/Kin Cheung

Masalah lain yang tak kalah krusial adalah badai cedera yang melanda skuad. Beberapa pemain kunci harus menepi dalam waktu lama dan mengganggu stabilitas tim.

Cole Palmer bahkan harus absen dalam 19 pertandingan akibat cedera pangkal paha. Sementara Estevao Willian mengalami cedera hamstring parah hingga absen sampai akhir musim.

Absennya pemain seperti Reece James dan Levi Colwill semakin memperparah situasi. Kedalaman skuad yang kurang membuat Chelsea kesulitan menutup lubang yang ada.

Di sisi lain, masalah disiplin juga menjadi sorotan serius. Chelsea tercatat sudah mengoleksi tujuh kartu merah dan 79 kartu kuning sepanjang musim ini.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL