
Bola.net - Cristian Chivu menjelaskan alasan di balik perubahan besar yang dilakukan Inter saat menghadapi Como di semifinal Coppa Italia. Ia mengakui pendekatan tersebut baru pertama kali diterapkan musim ini.
Inter yang nyaman di puncak klasemen Serie A justru kesulitan di ajang piala. Setelah tersingkir dari Liga Champions oleh Bodo/Glimt, Nerazzurri kembali gagal menang usai bermain imbang 0-0 melawan Como, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat penentuan tiket final harus ditentukan pada leg kedua di San Siro pada 21 atau 22 April. Inter dinilai kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang pertandingan.
Situasi skuad yang tidak ideal memaksa Chivu melakukan sejumlah rotasi dan perubahan sistem. Beberapa pemain inti absen, sementara laga digelar hanya 72 jam setelah pertandingan sebelumnya.
Pertama Kali Mencoba Dua Gelandang Kreatif

Chivu mengakui ada sejumlah kendala yang memaksanya mengubah pendekatan permainan. Ia mencoba memasang dua gelandang kreatif di belakang penyerang.
Selain itu, Inter juga mengubah cara bertahan terutama di area sendiri. Mereka mencoba menekan lawan dengan penjagaan satu lawan satu meski tidak selalu berjalan mulus.
"Saya memiliki beberapa masalah yang harus diatasi, kami terpaksa melakukan beberapa perubahan. Ini pertama kalinya saya bermain dengan sepasang gelandang kreatif yang mendukung penyerang," ujar Chivu.
"Kami juga mengubah cara bertahan, terutama di area sendiri, kami mencoba menyerang mereka satu lawan satu, tetapi sedikit lambat ketika wing back menutup bek kiri mereka. Ada dua penyerang Como yang bukan penyerang murni, mereka turun lebih dalam dan menimbulkan masalah bagi kami," lanjut Cristian Chivu.
Inter Harus Memaksimalkan Pemain yang Tersedia

Dengan beberapa penyerang absen dan kondisi fisik yang belum ideal, Chivu melakukan penyesuaian komposisi lini depan. Ia memilih membagi menit bermain di antara dua striker yang tersedia.
Rotasi juga dilakukan untuk menjaga kebugaran jelang laga penting melawan Milan di Serie A. Chivu menilai para pemain memahami kesulitan pertandingan tersebut.
"Kami hanya memiliki dua penyerang yang tersedia hari ini, jadi kami memutuskan untuk membagi waktu bermain di antara mereka," kata Chivu.
"Kami harus memaksimalkan apa yang kami miliki, dan para pemain melakukan pekerjaan dengan baik untuk menyadari kesulitan pertandingan ini. Mereka memiliki pendekatan yang tepat, meskipun ini bukan permainan khas Inter dan memang tidak terlalu menghibur untuk ditonton," tambah Chivu.
Evaluasi dan Fokus ke Derby Milan
Chivu menilai kedua tim sama sama bermain hati hati sehingga pertandingan berjalan kurang menarik. Ia juga menyoroti perubahan struktur permainan dengan dua playmaker.
Menurutnya, pendekatan tersebut membawa perubahan signifikan dalam cara Inter membangun serangan. Namun, keputusan untuk derby akan ditentukan setelah melihat kondisi pemain.
"Kedua tim malam ini sedikit menunggu dan melihat, karena Como terkadang menurunkan Vojvoda untuk membentuk lima bek, jadi pertandingan tidak menghibur karena kedua tim kesulitan menemukan ruang yang tepat. Mereka mencoba menyerang garis pertahanan kami dan kami membaca pergerakan itu dengan baik untuk menghentikannya," ujar Chivu.
"Ini pertama kalinya kami mencoba membangun serangan dengan dua playmaker dan memiliki dua gelandang kreatif seperti Diouf dan Frattesi di belakang penyerang. Kami memiliki empat hari sebelum derby, kami akan melihat siapa yang tersedia dan kemudian memutuskan apa yang harus dilakukan untuk pertandingan itu," tutup Chivu.
Sumber: Football Italia
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Pertama Kalinya Cesc Fabregas Tak Kalah dari Inter Milan
Liga Italia 4 Maret 2026, 12:20
-
Ditahan Como, Cristian Chivu Beber Alasan Lakukan Perubahan Taktik
Liga Italia 4 Maret 2026, 11:32
-
Como vs Inter: Tak Puas 0-0, Cesc Fabregas Klaim Timnya Layak Menang
Liga Italia 4 Maret 2026, 08:35
-
Man of the Match Como vs Inter: Josep Martinez
Liga Italia 4 Maret 2026, 06:14
LATEST UPDATE
-
Inter Milan Siapkan Tawaran Baru untuk Gelandang Liverpool
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:27
-
Manchester United dan Para Rival yang Bisa Jegal Arsenal di Premier League 2026-27
Liga Inggris 18 Agustus 2026, 07:19
-
Inter Milan Bangkit Ketika Semua Mengira Mereka Sudah Mati
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:37
-
Juventus Dapat Kiper Tottenham, Luciano Spalletti: Saya Sangat Mengenalnya
Liga Italia 18 Agustus 2026, 06:32
-
Kylian Mbappe dan Refleksi Level yang Ingin Dilihat Real Madrid Sepanjang Musim
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 06:27
-
Rafael Leao Ditawarkan ke Roma, AC Milan Pasang Harga Anyar
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:55
-
RB Leipzig Ingin Pulangkan Nkunku dari AC Milan
Liga Italia 18 Agustus 2026, 05:49
-
Federico Valverde Bukan Toni Kroos, Mourinho Harus Ubah Perannya di Real Madrid
Liga Spanyol 18 Agustus 2026, 05:43
-
Belum Menyerah! Inter Milan Nego Liverpool Lagi untuk Curtis Jones
Liga Italia 17 Agustus 2026, 23:59
-
Dewata Challenge Series 2026: Eliano Reijnders Siap Bermain Lawan Bali United
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 23:36
-
Klub Saudi Pro League Bermiant Pada Pedro Neto, Chelsea Tergoda Jual?
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 23:30
-
Real Madrid Siap Lepas Eduardo Camavinga ke MU, Minta Harga Segini
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 23:00
-
Michael Carrick Pelatih Bagus, Tapi Tidak Akan Sanggup Bawa MU Juara!
Liga Inggris 17 Agustus 2026, 22:34
-
Rodri Pilih Nomor Punggung Ini di Barcelona, Ada yang Harus Mengalah!
Liga Spanyol 17 Agustus 2026, 22:12
-
Mariano Peralta Merasa Makin Nyetel di Persib Bandung
Bola Indonesia 17 Agustus 2026, 22:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59























KOMENTAR