
Bola.net - Inter Milan bertekad meningkatkan agresivitas permainan pada musim ini, terutama di Liga Champions. Asisten pelatih Aleksandar Kolarov menegaskan bahwa Nerazzurri ingin tampil lebih intens, baik saat menguasai bola maupun ketika berusaha merebutnya kembali dari lawan.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Inter bangkit dan mengalahkan Bologna dengan skor 3-1 dalam lanjutan Serie A di Stadion Renato Dall'Ara. Kemenangan ini menjadi suntikan moral bagi tim asuhan Cristian Chivu setelah mengalami dua kekalahan beruntun di Liga Champions.
Namun, Inter masih memiliki pekerjaan rumah. Kekalahan dari Real Madrid dan Club Brugge membuat mereka belum mengumpulkan poin di kompetisi Eropa. Situasi itu mendorong tim untuk memperbaiki pendekatan permainan menjelang pertandingan berikutnya melawan Shakhtar Donetsk.
Inter Bangkit Setelah Tertinggal dari Bologna
Inter kembali harus bekerja keras setelah kebobolan lebih dahulu. Gol Tommaso Pobega membawa Bologna unggul, sekaligus memperlihatkan kesulitan Nerazzurri dalam mengantisipasi permainan agresif tuan rumah pada babak pertama.
Marcus Thuram kemudian menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Setelah jeda, Inter tampil lebih dominan dan berhasil membalikkan keadaan melalui kontribusi para pemain pengganti.
Carlos Augusto mencetak gol sekaligus menyumbang assist, sedangkan Ange-Yoan Bonny turut mencatatkan namanya di papan skor. Inter pun mengamankan kemenangan 3-1 setelah meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua.
Carlos Augusto terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan Serie A tersebut. Kolarov memuji konsistensi pemain asal Brasil itu dalam latihan dan menilai kontribusinya tidak mengejutkan tim pelatih.
Menurut Kolarov, Bologna tampil dengan kondisi fisik yang lebih segar dan mampu memenangi banyak perebutan bola kedua pada paruh pertama. Meski demikian, Inter tidak menjadikan faktor tersebut sebagai alasan dan berhasil mengubah jalannya pertandingan.
Kolarov Minta Inter Lebih Intens di Liga Champions
Kemenangan atas Bologna menjadi respons penting setelah Inter kalah 4-3 dari Club Brugge di kandang sendiri pada Selasa. Sebelumnya, mereka juga takluk 1-2 saat bertandang ke markas Real Madrid.
Hasil tersebut membuat Inter belum meraih poin dari dua pertandingan awal Liga Champions. Oleh karena itu, laga berikutnya melawan Shakhtar Donetsk di San Siro menjadi kesempatan penting untuk memperbaiki posisi mereka.
“Kami ingin lebih agresif, baik saat menyerang maupun ketika merebut kembali bola,” ujar Kolarov kepada DAZN Italia.
Ia juga menegaskan bahwa Inter ingin bermain lebih agresif di Eropa dibandingkan musim sebelumnya. Menurutnya, tim perlu meningkatkan intensitas dan tidak hanya mengandalkan kualitas ketika menguasai bola.
Inter sendiri pernah mencapai dua final Liga Champions dalam rentang tiga tahun sebelum tersingkir pada babak play-off musim lalu dari Bodo/Glimt. Pengalaman tersebut menjadi latar belakang bagi upaya tim untuk kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
Membangun Intensitas dari Lini Belakang
Kolarov menilai intensitas permainan harus dibangun sejak lini pertahanan. Para pemain belakang dituntut membantu menentukan tempo pertandingan agar Inter mampu mempertahankan tekanan dan merebut bola dengan lebih cepat.
Ia mengakui tim masih menghadapi sejumlah kendala, tetapi meyakini Inter memiliki kemampuan untuk mengejar poin yang telah hilang. Fokusnya bukan membuktikan sesuatu kepada pihak lain, melainkan memenuhi standar yang ditetapkan tim sendiri.
Kemenangan atas Bologna memperlihatkan bahwa Inter mampu meningkatkan tekanan setelah mengalami awal pertandingan yang sulit. Tantangan berikutnya adalah mempertahankan pendekatan tersebut di Liga Champions, ketika kesalahan kecil dapat berakibat fatal.
Bagi Inter, bermain lebih agresif bukan sekadar soal menyerang dengan intensitas tinggi. Konsistensi dalam mengatur tempo, memenangkan duel, dan merebut bola akan menjadi faktor penting untuk mengubah hasil buruk di Eropa menjadi momentum kebangkitan.
Sumber: Football Italia
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
4 Alasan Bayern Bisa Kalahkan Arsenal: Faktor Lini Serang hingga Allianz Arena
Liga Champions 18 Oktober 2026, 16:39
-
Manchester City Menuju Laga ke-150 di Liga Champions
Liga Champions 18 Oktober 2026, 16:27
-
Antonio Rudiger, Bek Real Madrid yang Selalu Bersinar di Liga Champions
Liga Champions 18 Oktober 2026, 16:16
-
Liga Champions 18 Oktober 2026, 16:11

LATEST UPDATE
-
Ini Satu Hal yang Buat Lamine Yamal Kalah dari Harry Kane dalam Ballon d'Or 2026
Liga Champions 27 Oktober 2026, 15:49
-
Barcelona Lewatkan Kesempatan Rekrut Bomber Tajam Club Brugge, Kini Menyesal?
Liga Spanyol 27 Oktober 2026, 15:42
-
Christian Pulisic Sepakat Perpanjang Kontrak di AC Milan hingga 2031
Liga Italia 27 Oktober 2026, 15:02
-
Pedas! Gary Neville Tuding Bruno Fernandes Sebagai 'Pengkhianat'
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:55
-
Unai Emery Tutup Pintu untuk Gabung Manchester United
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:52
-
Michael Carrick Pimpin Sesi Latihan MU Hari Ini, Gak Jadi Dipecat?
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:42
-
Mikel Arteta Ingatkan Arsenal, Fleetwood Town Bisa Jadi Ancaman di Carabao Cup
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:22
-
Prediksi Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 14:02
-
Michael Carrick Selamat dari Pemecatan, Manchester United Masih Beri Kesempatan
Liga Inggris 27 Oktober 2026, 13:42
-
Link Live Streaming PSS vs Borneo FC di BRI Super League
Bola Indonesia 27 Oktober 2026, 13:27
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18























KOMENTAR