Mendominasi laga di Luigi Ferraris, Bianconeri dipaksa pulang dengan tangan kosong setelah Luca Antonini mencetak gol tunggal kemenangan Il Grifoni di menit akhir. Kenyataan pahit itulah yang disesali Allegri, terutama karena mereka terbilang tak mujur dengan dua peluang emas dihentikan mistar gawang.
"Lakukan segalanya untuk menang, namun jika Anda dihadang mistar dan penyelamatan kiper lawan serta tinggal 30 detik dari akhir laga, cobalah untuk tidak kalah. Sama pentingnya dengan satu poin lawan Sassuolo, kami harusnya membawa pulang poin penting dari sini," keluhnya pada Sky Sport Italia.
Bekas pelatih AC Milan itu menambahkan, "Saat Genoa menguasai bola, kami harusnya fokus bertahan dan tak mencoba menciptakan peluang lain untuk menyerang. Saya harap ini bisa jadi pelajaran untuk masa depan, karena praktis mustahil memenangi tiap laga jadi setiap poin adalah berharga."
Allegri mengingatkan Juve jika poin yang hilang, meski cuma satu, bisa membuat mereka kehilangan gelar scudetto di akhir musim. "Saya sudah katakan sebelumnya jika scudetto juga dimenangi dengan hasil imbang. Untuk jadi juara, Anda tak perlu 108 poin, hanya satu poin lebih baik dari tim peringkat kedua," tegasnya. (foti/row)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kalahkan Madrid Jadi Momen Favorit Buffon Bersama Juve
Liga Champions 30 Oktober 2014, 23:27
-
Bonucci: Juventus Kalah Bukan Karena Kondisi Lapangan
Liga Italia 30 Oktober 2014, 23:01
-
Kalah Lawan Genoa di Laga ke-500, Buffon Kecewa
Liga Italia 30 Oktober 2014, 22:34
-
Buffon Sebut Juve Tak Pede Bermain di Liga Champions
Liga Champions 30 Oktober 2014, 22:05
-
Destro: Jalan Menuju Juara Masih Panjang
Liga Italia 30 Oktober 2014, 20:47
LATEST UPDATE
-
Ricuh Bos Kartel Meksiko Tewas, Empat Laga Sepak Bola Ditunda
Bola Dunia Lainnya 23 Februari 2026, 16:15
-
Inter Milan Menang di Kandang Lecce, Federico Dimarco Dekati Rekor Serie A
Liga Italia 23 Februari 2026, 16:15
-
Real Madrid Sanggup Naik ke Puncak, tapi Tak Mampu Bertahan di Sana
Liga Spanyol 23 Februari 2026, 16:10
-
Pesan untuk Mikel Arteta: Eberechi Eze Terlalu Bagus untuk jadi Cadangan!
Liga Inggris 23 Februari 2026, 16:05
-
Dijagokan Marc Marquez di MotoGP 2026, Marco Bezzecchi Merendah: Dia Lebih Diunggulkan
Otomotif 23 Februari 2026, 16:03
-
Keruntuhan Psikologis Juventus
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:55
-
Juventus vs Galatasaray: Potensi Absennya Osimhen dan Icardi di Allianz Stadium
Liga Champions 23 Februari 2026, 15:45
-
Link Live Streaming PSIM vs Bali United di BRI Super League Hari Ini, 23 Februari 2026
Bola Indonesia 23 Februari 2026, 15:45
-
Gol Kontroversial Parma Bungkam Milan, Eks Wasit Italia Ikut Buka Suara: Tidak Sah
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:43
-
Gol Kontroversial Troilo Bikin Milan Tumbang dari Parma, Matteo Gabbia Pilih Tahan Emosi
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:35
-
Milan vs Parma, Laga yang Menyakitkan Bagi Matteo Gabbia
Liga Italia 23 Februari 2026, 15:26
-
Viktor Gyokeres Yang Terlalu Kuat untuk Bek Tottenham
Liga Inggris 23 Februari 2026, 14:52
-
Marco Bezzecchi Bodo Amat Soal Kans Setim dengan Pecco Bagnaia di Aprilia: Bukan Urusan Saya
Otomotif 23 Februari 2026, 14:12
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09


























KOMENTAR