
Bola.net - Kesuksesan Mikel Arteta membawa Arsenal kembali menjadi penantang serius gelar ternyata bukan hanya soal taktik di atas lapangan. Di balik kebangkitan The Gunners, ada pengaruh besar Arteta di ruang ganti yang mulai disebut memiliki aura kepemimpinan layaknya legenda Sir Alex Ferguson.
Salah satu momen yang memperlihatkan pengaruh besar sang manajer terjadi setelah Arsenal kalah menyakitkan dari Manchester City di final Carabao Cup pada Maret lalu.
Kekalahan itu membuat suasana ruang ganti Arsenal sangat muram. Para pemain terlihat terpukul dan kehilangan energi usai gagal meraih trofi penting. Namun, Arteta disebut tak ingin timnya larut dalam kekecewaan.
Arteta Langsung Bangkitkan Mental Pemain

Situasi semakin sulit karena jeda internasional datang di waktu yang tidak ideal. Arsenal harus menunggu hampir dua pekan sebelum kembali bermain di ajang Piala FA melawan Southampton.
Meski demikian, Arteta justru menggunakan momen tersebut untuk menjaga fokus timnya. Menurut sejumlah sumber yang dekat dengan skuad Arsenal, pelatih asal Spanyol itu memberikan pesan tegas kepada para pemain.
Arteta menegaskan bahwa membela negara adalah kehormatan besar, tetapi ia meminta seluruh pemain tetap menjaga fokus terhadap target utama klub. Ia mengingatkan skuadnya bahwa mereka telah bekerja keras sepanjang musim untuk berada di posisi kuat dalam perburuan gelar.
Baginya, beberapa bulan terakhir musim akan menentukan masa depan Arsenal sebagai sebuah kelompok.
Alih-alih memberikan pidato panjang, Arteta hanya menekankan hal-hal sederhana seperti menjaga kondisi tubuh, tidur cukup, dan pemulihan fisik. Setelah itu, ia langsung meninggalkan ruang ganti untuk menjalani agenda media sekaligus melakukan evaluasi pertandingan bersama staf pelatih.
Gelombang Cedera Misterius Pemain Arsenal

Tak lama setelah jeda internasional dimulai, sejumlah pemain Arsenal mendadak batal bergabung dengan tim nasional masing-masing.
Awalnya, bek anyar Jurrien Timber dipastikan absen membela Belanda karena cedera. Kemudian muncul kabar bahwa Gabriel Magalhaes menarik diri dari skuad Brasil setelah mengalami masalah lutut.
Situasi semakin menarik ketika William Saliba juga batal memperkuat Prancis karena cedera engkel, disusul Leandro Trossard yang mengalami gangguan pinggul.
Beberapa hari kemudian, dua pilar penting Arsenal yakni Bukayo Saka dan Declan Rice juga dipulangkan dari kamp latihan Inggris.
Fenomena tersebut memicu kecurigaan dari rival dan sejumlah pengamat sepak bola. Banyak yang mempertanyakan apakah seluruh pemain Arsenal benar-benar mengalami cedera.
Namun, pihak internal klub menegaskan bahwa seluruh keputusan dilakukan berdasarkan rekomendasi tim medis klub dan tim nasional. Tidak ada intervensi langsung dari Arteta terkait keputusan penarikan pemain.
Meski begitu, banyak pihak menilai situasi ini menunjukkan besarnya pengaruh Arteta terhadap para pemainnya.
Pengaruh Arteta Dinilai Sangat Besar di Arsenal

Dalam wawancara akhir musim bersama Sky Sports, Arteta mengaku sempat merasa Arsenal kehilangan peluang juara ketika badai cedera datang bersamaan.
Namun di sisi lain, kondisi tersebut justru memperlihatkan betapa besarnya loyalitas pemain terhadap proyek yang sedang dibangun sang manajer.
Para pemain dinilai rela mengambil keputusan terbaik demi menjaga peluang Arsenal meraih trofi di akhir musim. Mereka disebut sangat fokus terhadap target kolektif klub.
Pengaruh seperti ini jarang dimiliki seorang pelatih. Banyak yang kemudian mulai membandingkan Arteta dengan Sir Alex Ferguson, sosok yang dahulu dikenal punya kendali penuh di Manchester United.
Mantan pemain United, Nicky Butt, bahkan pernah mengungkap bahwa Ferguson sempat meminta dirinya mundur dari tugas negara demi menjaga kondisi fisik.
Menariknya, Arteta disebut tidak perlu melakukan tekanan seperti itu. Para pemain Arsenal justru memahami sendiri apa yang harus dilakukan demi kepentingan tim.
Transformasi Besar di Ruang Ganti Arsenal

Perubahan kultur di Arsenal juga terlihat jelas dibanding beberapa musim lalu.
Dalam serial dokumenter All or Nothing produksi Amazon yang merekam musim 2021/22, suasana ruang ganti Arsenal kala itu terlihat kurang sehat. Banyak pemain menunjukkan bahasa tubuh negatif saat mendengarkan arahan Arteta.
Kini situasinya berubah drastis.
Arteta memang tetap menjadi sosok sentral di Arsenal, tetapi hubungan dengan pemain disebut jauh lebih kuat. Menurut sumber internal klub, para pemain kini selalu berdiri saat Arteta memberikan evaluasi usai pertandingan.
Pidato sang pelatih juga disebut singkat dan jarang lebih dari lima menit, tetapi seluruh pemain diwajibkan memberikan perhatian penuh.
Sesi analisis detail baru dilakukan di pusat latihan Arsenal setelah emosi pertandingan mereda.
Tak hanya pemain, staf pelatih Arsenal juga disebut sangat percaya dengan metode kerja Arteta. Dengan momentum positif dan kepercayaan diri tinggi, Arsenal kini diyakini semakin dekat untuk kembali bersaing memperebutkan trofi besar termasuk Liga Champions.
Sumber: The Mirror
Klasemen Premier League 2025/2026
Jangan Lewatkan!
- Roy Keane vs Bruno Fernandes: Dari Tuduhan Pembohong hingga Sindiran 'Keledai', Konflik Panas Dua Kapten Man United
- Prediksi Starting XI Man City Racikan Enzo Maresca: Bajak Enzo Fernandez dan Cole Palmer dari Chelsea?
- 5 PR Besar Arsenal agar Bisa Pertahankan Gelar Premier League Musim Depan: Wajib Bersih-bersih Skuad
- Klasemen Akhir Premier League Tanpa VAR: Arsenal Gagal Juara di Detik Terakhir, Tottenham Malah Naik Posisi
- Rapor Pemain Arsenal Musim 2025/2026: Declan Rice Bak Pembelian Terbaik, David Raya Jadi Pahlawan Tak Terlihat
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Rapor Pemain Chelsea vs Fulham: Trio Lini Depan Bersinar, Sanchez Jadi Titik Lemah
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 06:14
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Premier League 2026/2027
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 05:34
-
Hasil AS Roma vs Fiorentina: Malen Hat-trick, Dybala Borong Tiga Assist
Liga Italia 25 Agustus 2026, 04:57
-
Man of the Match Fulham vs Chelsea: Joao Pedro
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 04:36
-
Hasil Fulham vs Chelsea: Drama Lima Gol, Era Xabi Alonso Dimulai dengan Manis
Liga Inggris 25 Agustus 2026, 04:16
-
Enzo Fernandez Paksakan Pindah ke Manchester City?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 23:33
-
Arsenal dan Julian Alvarez Terpisah Upeti Rp3 Triliun
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:33
-
Singkat, Padat, Jelas! Lewis Hall Gak Dijual, MU!
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 21:06
-
Jose Mourinho Temukan Formula Agar Jude Bellingham dan Arda Guler Bisa Main Bersama
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 20:14
-
Debut Impian Anthony Gordon di Barcelona
Liga Spanyol 24 Agustus 2026, 19:49
-
Wajah Baru AC Milan Era Ruben Amorim: Proaktif dan Agresif
Liga Italia 24 Agustus 2026, 19:27
-
Sempat Menolak, Gabrile Martinelli Kini Terbuka Pindah ke Arab Saudi?
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 19:23
-
Kabar Baik MU! Amad Diallo Segera Beraksi Lagi!
Liga Inggris 24 Agustus 2026, 19:12
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59
























KOMENTAR