
Bola.net - AC Milan, klub sepak bola legendaris asal Italia, saat ini tengah menghadapi masa sulit di musim 2024/2025. Keterpurukan ini memicu berbagai komentar dari eks pelatih legendaris Rossoneri, Arrigo Sacchi.
Menurut Sacchi, masalah yang dihadapi Milan tidak terletak pada pelatih Sergio Conceicao. Keterpurukan Rossoneri terjadi karena manajemen klub yang tidak memiliki visi yang jelas.
Musim ini, Milan memulai musim dengan menunjuk Paulo Fonseca. Namun ia digantikan jelang pergantian tahun oleh Conceicao karena penampilan Rossoneri yang tidak konsisten.
Milan sempat memenangkan trofi dengan Conceicao. Namun performa Rossoneri tetap amburadul. Kini Rossoneri punya peluang kecil bermain di kompetisi Eropa musim depan dan itu membuat Conceicao mendapat tekanan sangat besar.
Kesalahan Manajemen yang Fatal

Arrigo Sacchi, yang pernah melatih AC Milan di era tahun 80 dan 90an, ikut angkat bicara terkait ambyarnya musim Rossoneri. Dalam kolomnya untuk Gazzetta dello Sport, tanpa ragu, ia menunjuk langsung manajemen klub sebagai biang keterpurukan Rafael Leao dkk.
Ia berpendapat bahwa para eksekutif yang terlibat dalam pengambilan keputusan telah melakukan kesalahan yang cukup serius. Keputusan untuk memberikan bangku cadangan kepada Conceicao di pertengahan musim dinilai sebagai langkah yang tidak bijaksana.
“Di pertengahan musim, mereka pikir yang terbaik adalah mundur dan memberikan bangku cadangan kepada Conceicao. Saya pikir ia yang paling tidak bisa disalahkan karena ia mendapati dirinya bekerja dalam kekacauan total,” ungkap Sacchi. Hal ini menunjukkan bahwa pelatih seharusnya diberikan kesempatan untuk membangun tim, bukan justru menjadi kambing hitam atas situasi yang tidak menguntungkan.
Sacchi menekankan bahwa dalam sepak bola, sering kali pelatih menjadi korban dari keputusan manajemen yang buruk. “Pada akhirnya, Anda akan melihat dialah yang akan membayar harganya karena itu adalah salah satu aturan lama dan tidak masuk akal dalam sepak bola,” tambahnya. Ini menjadi gambaran betapa sulitnya posisi seorang pelatih ketika manajemen tidak mendukungnya dengan baik.
Komposisi Tim yang Tidak Koheren

Sacchi juga mengkritik komposisi skuad AC Milan saat ini, yang menurutnya tidak terbentuk secara baik. Ia menyatakan bahwa klub memiliki sekelompok pemain yang direkrut secara acak, yang tidak mampu membangun tim yang kohesif. “Saya bahkan tidak mempertanyakan kualitas teknis individu, meskipun saya bisa, tetapi masalah sebenarnya adalah mereka bukanlah tipe pemain yang dapat membentuk tim yang kohesif,” jelasnya.
Hal ini mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh manajemen dalam meramu tim yang solid. Keberhasilan sebuah klub tidak hanya ditentukan oleh pemain bertalenta, tetapi juga oleh kemampuan mereka untuk bekerja sama sebagai satu kesatuan. Jika manajemen tidak mampu melihat hal ini, maka masa depan AC Milan akan semakin suram.
Dengan rata-rata usia skuad yang cukup muda dan banyaknya pemain asing, AC Milan harus memikirkan strategi yang lebih matang. Ini adalah saat yang tepat bagi manajemen untuk mengevaluasi kembali kebijakan transfer dan fokus pada penciptaan tim yang memiliki visi dan tujuan yang jelas.
Harapan untuk Masa Depan

Meski situasi saat ini tampak suram, masih ada harapan bagi AC Milan untuk bangkit kembali. Sacchi menekankan pentingnya memiliki manajemen yang memiliki visi jangka panjang untuk klub. Tanpa visi tersebut, klub akan terus terjebak dalam siklus kesalahan yang sama.
“Apakah Milan saat ini memiliki visi yang jelas sebagai sebuah klub? Bagi saya, tentu saja tidak," tegasnya.
"Mereka bergerak secara membabi buta, dan dengan melakukan itu, mereka pasti akan menabrak tembok,” ujar Sacchi. Ini adalah panggilan bagi manajemen untuk segera mengambil tindakan yang tepat demi masa depan klub.
Jadwal AC Milan Berikutnya

Kompetisi: Serie A/Liga Italia
Pertandingan: AS Roma vs AC Milan
Stadion: Olimpico
Hari: Senin, 19 Mei 2025
Kickoff: 01.45 WIB
(Gazzetta dello Sport)
Baca Juga:
- Penampilan AC Milan di Final Coppa Italia 2025: Jauh Dari Kata Memuaskan
- Fabio Capello Akui Bologna Layak Menang Atas Milan di Final Coppa Italia
- Bawa Bologna Juara Coppa Italia, Vincenzo Italiano Kini Diincar AC Milan
- Theo Hernandez Tawarkan Diri ke Real Madrid, Tapi Ditolak
- Kecewanya Pulisic Gara-gara AC Milan Dijegal Bologna di Final Coppa Italia
- Dear AC Milan, Man City Akan Segera Datang Untuk Tijjani Reijnders
- Prediksi AS Roma vs AC Milan 19 Mei 2025
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Milan Siapkan Empat Opsi Transfer Jika Reijnders Hengkang ke Man City
Liga Italia 17 Mei 2025, 12:32
LATEST UPDATE
-
Tempat Menonton Benfica vs Real Madrid: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 23:13
-
Legenda Man United Sebut Ruben Amorim 'Bunuh' Karier Kobbie Mainoo
Liga Inggris 17 Februari 2026, 21:56
-
Tempat Menonton Galatasaray vs Juventus: Live Streaming Liga Champions di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 21:34
-
Live Streaming Dortmund vs Atalanta - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Monaco vs PSG - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Live Streaming Benfica vs Real Madrid - Link Nonton Liga Champions/UCL di Vidio
Liga Champions 17 Februari 2026, 20:00
-
Jadwal Persib vs Ratchaburi Rabu 18 Februari 2026, Siaran Langsung RCTI dan GTV
Bola Indonesia 17 Februari 2026, 19:55
LATEST EDITORIAL
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09
-
9 Pemain yang Tinggalkan Manchester United Musim Panas Lalu dan Nasib Mereka Sekarang
Editorial 12 Februari 2026, 22:39
-
10 Atlet dengan Bayaran Tertinggi di 2026: Ronaldo Kalahkan LeBron James dan Messi
Editorial 12 Februari 2026, 21:52
-
Jika Berpisah dengan Liverpool, Ini 5 Klub Potensial untuk Arne Slot
Editorial 11 Februari 2026, 23:48




















KOMENTAR