
Bola.net - Luka Modric memulai babak baru dalam karier sepak bolanya. Setelah bertahun-tahun menjadi simbol keanggunan di lini tengah Real Madrid, maestro Kroasia itu kini mengenakan seragam merah-hitam kebanggaan AC Milan.
Meski sudah berusia 40 tahun, Modric masih mampu menunjukkan kualitas kelas dunia. Dalam waktu singkat, ia menjadi sosok sentral di lini tengah Rossoneri, mengendalikan tempo permainan dan memimpin para pemain muda di lapangan.
Kehadirannya di San Siro membawa semangat baru bagi Milan. Publik Italia, yang sempat meragukan kemampuannya di usia senja, kini dibuat kagum oleh konsistensi dan profesionalisme sang gelandang veteran.
Bagi Modric sendiri, kepindahan ke Milan bukan sekadar keputusan karier, melainkan langkah emosional. Ia tahu tantangan baru di Serie A akan menguji kemampuan dan tekadnya sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya.
Dorongan Ancelotti di Balik Kepindahan ke Milan

Modric tak menutup-nutupi alasan di balik keputusannya meninggalkan Real Madrid dan memilih AC Milan. Dalam wawancara dengan TG1, ia mengaku bahwa sosok Carlo Ancelotti berperan besar dalam langkah penting ini.
Hubungan keduanya memang sudah terjalin erat sejak di Real Madrid. Ancelotti adalah salah satu pelatih yang sangat memahami karakter Modric, dan dukungannya memberi keyakinan besar bagi sang pemain untuk mencoba tantangan baru.
“Bernabeu istimewa bagi saya, tetapi San Siro penuh dengan sejarah. Ancelotti mengatakan kepada saya bahwa saya akan senang berada di sini – ia adalah salah satu yang terhebat,” ujar Modric, seperti dilansir MilanNews.
Ucapan itu mencerminkan betapa besarnya pengaruh Ancelotti bagi keputusan karier Modric. Ia datang bukan semata karena uang atau popularitas, tetapi karena dorongan seorang pelatih yang mengenalnya secara mendalam.
Modric Soal Ketatnya Persaingan di Serie A

Kini setelah beberapa pekan menjalani laga bersama Milan, Modric mulai merasakan atmosfer kompetitif sepak bola Italia. Menurutnya, Serie A menawarkan tantangan yang berbeda dibandingkan liga lain di Eropa.
Modric menilai setiap pertandingan di Italia memiliki tingkat kesulitan tinggi. Tidak ada laga mudah karena hampir semua tim punya strategi matang dan pertahanan solid yang sulit ditembus.
Ia pun menyebut Serie A sebagai liga yang tak kalah bergengsi dibanding Premier League atau La Liga. Kecepatan, taktik, dan ketatnya perebutan poin membuatnya semakin termotivasi.
“Levelnya sangat tinggi. Di liga-liga besar lainnya, Anda tidak akan menemukan begitu banyak pertandingan sulit seperti di sini: Juve, Inter, Napoli, Lazio, Roma…” kata Modric.
Klasemen Liga Italia
(MilanNews)
Baca Juga:
- Dua Gol Leao Bikin Milan Melesat, Modric Punya Harapan Khusus untuk Sang Bintang
- Leao Bersinar, Modric Tersenyum: Hubungan Baru yang Bikin AC Milan Makin Menakutkan
- Allegri si 'Tukang Rem' Euforia
- Saat Kesabaran Stefano Pioli Habis: Kalian Nonton Pertandingannya atau Cuma Lihat Hasil?!
- Dapur Taktik Allegri: Begini Caranya Mengakali Badai Cedera dan Bawa Milan ke Puncak Klasemen Serie A
- Kritik Brutal Stefano Pioli: VAR Itu Mendorong Pemain Jadi Suka Diving dan Akting
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Dean Huijsen Beri Sinyal Comeback di El Clasico Kontra Barcelona
Liga Spanyol 22 Oktober 2025, 23:08
-
Hebatnya Kylian Mbappe: Jumlah Golnya Setara dengan Total Gol Juventus Musim Ini
Liga Champions 22 Oktober 2025, 21:46
-
Real Madrid vs Juventus: Duel Panas Dua Bintang Turki, Arda Guler dan Kenan Yildiz
Liga Champions 22 Oktober 2025, 21:01
LATEST UPDATE
-
Tertinggal Dua Gol, Ini Pesan Michael Carrick saat Jeda yang Bangkitkan MU
Liga Champions 4 November 2026, 18:43
-
Slavia Praha Siap Buat Perhitungan dengan Arsenal
Liga Champions 4 November 2026, 17:00
-
Hadapi Liverpool, Bos Fenerbahce Janji Gak Baper Lawan Mantan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:40
-
Jamu Real Madrid, AEK Athens Bersiap untuk Parkir Bus demi Raih Kemenangan!
Liga Champions 4 November 2026, 16:20
-
Rodri Alami Cedera Hamstring, Terancam Absen saat Barcelona Hadapi Atletico Madrid
Liga Champions 4 November 2026, 16:03
-
Bekuk AS Roma, Bukti Manchester United Bukan Tim yang Jelek!
Liga Champions 4 November 2026, 16:00
-
MU Comeback 3-2 Lawan AS Roma, Apa Sih Rahasianya, Wahai Michael Carrick?
Liga Champions 4 November 2026, 15:40
-
Youri Tielemans Dedikasikan Kemenangan MU atas AS Roma untuk Michael Carrick
Liga Champions 4 November 2026, 15:20
-
Arsenal Menang Mudah di Kandang Slavia Praha? Kayaknya Enggak Deh!
Liga Champions 4 November 2026, 15:00
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18
























KOMENTAR