
Bola.net - Luka Modric menghadapi situasi baru di AC Milan setelah kesulitan mengikuti tuntutan permainan Ruben Amorim. Kondisi itu terlihat jelas saat Milan menghadapi Lazio di Serie A.
Gelandang asal Kroasia tersebut hanya bermain selama 45 menit dalam pertandingan itu. Performa yang tidak maksimal membuat keputusan terkait menit bermainnya mulai menjadi persoalan bagi Milan.
Sebelumnya, Milan hampir selalu mengandalkan pengalaman dan kualitas Modric. Kini, pemain yang baru berusia 41 tahun itu harus menyesuaikan diri dengan sistem yang menuntut intensitas lebih tinggi.
Sistem Amorim Membuat Modric Kesulitan
Menurut Gazzetta dello Sport, perubahan sistem menjadi faktor penting di balik penurunan performa Modric. Formasi 3-5-2 yang digunakan Massimiliano Allegri sebelumnya memberikan perlindungan lebih kepada sang gelandang.
Modric memiliki ruang untuk mengatur permainan sesuai ritmenya sendiri. Kehadiran pemain lain di sekitarnya juga membuat tugas bertahan dan pergerakannya tidak terlalu berat.
Situasinya berbeda di bawah Amorim. Sistem yang diterapkan pelatih asal Portugal tersebut menuntut setiap pemain mampu bergerak dengan intensitas tinggi. Alhasil, kelemahan Modric dalam mengikuti tempo permainan menjadi lebih mudah terlihat.
Menit Bermain Modric Bisa Berubah
Amorim juga memahami bahwa kondisi tersebut bukan semata persoalan kualitas. Pada usia 41 tahun, kemampuan Modric dalam membaca permainan masih berharga, tetapi tuntutan fisik menjadi faktor yang tidak bisa diabaikan.
Pertandingan melawan Lazio menjadi gambaran nyata. Sistem Milan justru membuat Modric lebih rentan ketika permainan berlangsung dengan tempo tinggi, kondisi yang pada akhirnya dapat merugikan tim.
Oleh karena itu, mencadangkan Modric secara permanen bukan pilihan utama. Milan lebih mungkin menggunakannya secara situasional, terutama dalam pertandingan yang membutuhkan penguasaan bola, kontrol tempo, dan pengalaman.
Amorim menilai Modric tidak lagi ideal untuk pertandingan yang berlangsung seperti perlombaan. Pengalaman dan kualitasnya tetap dibutuhkan, tetapi penggunaannya perlu disesuaikan dengan karakter pertandingan dan kebutuhan tim.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Prediksi Milan vs Benfica 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 11:15
-
Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Liga Italia 15 September 2026, 05:10
-
Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Liga Italia 15 September 2026, 05:05
-
Christian Pulisic Bantu AC Milan Bangkit di Markas Lazio
Liga Italia 13 September 2026, 12:44
LATEST UPDATE
-
Hasil Man City vs Brighton: The Citizens Tumbang 0-1 di Etihad
Liga Inggris 1 November 2026, 05:33
-
Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
Tim Nasional 31 Oktober 2026, 23:47
-
Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:39
-
Lisandro Martinez yang Konyol!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 22:02
-
Halloween untuk MU: Kalah dari Chelsea, Setan Merah Ukir Rekor Terburuk Sejak 1988!
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 21:47
-
Ketika Vinicius Junior Justru Dianggap Masalah bagi Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 20:19
-
Statistik Ini Jadi Bukti Nyata Bernardo Silva Ubah Permainan Real Madrid
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18



















KOMENTAR