
Bola.net - Ruben Amorim menemukan jawaban atas masalah lini tengah AC Milan saat menghadapi Lazio di Serie A. Rossoneri tertinggal dua gol pada babak pertama, tetapi perubahan setelah jeda mengubah jalannya pertandingan.
Masuknya Yunus Musah menjadi salah satu keputusan penting Milan untuk mengatasi tekanan Lazio. Musah memberikan keseimbangan baru bersama Adrien Rabiot dan membantu Milan keluar dari tekanan dengan lebih efektif.
Perubahan tersebut membuat Milan mampu mencetak dua gol melalui Diego Moreira dalam waktu tiga menit. Rossoneri akhirnya membawa pulang satu poin sekaligus mempertahankan rekor tidak terkalahkan.
Lini Tengah Milan Kehilangan Keseimbangan
Amorim menurunkan Samuel Chukwueze sebagai wing-back kanan dan menempatkan Rabiot lebih dalam sebagai bagian dari double pivot. Ruben Loftus-Cheek dan Alphadjo Cisse kemudian bermain di belakang penyerang.
Milan mencoba menekan Lazio sejak awal dengan pendekatan satu lawan satu. Namun, koordinasi antara Loftus-Cheek, Luka Modric, dan Rabiot belum berjalan baik sehingga ruang di tengah lapangan sering kosong.
Lazio memanfaatkan celah tersebut dengan membentuk struktur 5-2-3 saat kehilangan bola. Mereka juga menjaga kedua winger tetap melebar sehingga pemain Milan kesulitan menutup jalur permainan di area tengah.
Musah Mengubah Struktur Permainan
Masuknya Musah memberikan fungsi berbeda di lini tengah Milan. Ia menjadi pemain yang bertugas memecah tekanan lawan, sementara Rabiot bisa bergerak lebih tinggi untuk mendukung serangan.
Keduanya tidak berdiri sejajar, tetapi bermain secara bertingkat. Struktur ini membuat Milan lebih mudah keluar dari tekanan Lazio dan memiliki opsi umpan tambahan di antara lini.
Milan juga mulai menarik tekanan Lazio ke salah satu sisi sebelum memindahkan bola dengan cepat ke sisi lainnya. Pergerakan Christian Pulisic turut membantu karena ia kerap turun ke ruang antarlini tanpa diikuti bek Lazio.
Rotasi Posisi Membuka Jalan Comeback
Perubahan struktur Milan terlihat jelas pada gol pertama. Chukwueze dan Pulisic turun untuk menarik pemain Lazio, sebelum Chukwueze memainkan kombinasi cepat dan memberikan ruang kepada Rabiot yang bergerak ke posisi penyerang.
Rabiot kemudian meneruskan serangan hingga Milan mampu mencetak gol melalui Moreira. Pola tersebut memperlihatkan bagaimana rotasi posisi dapat membuka celah dalam pertahanan yang sebelumnya sulit ditembus.
Gol kedua lahir dari tekanan balik cepat. Musah membaca gerakan Pinamonti, merebut bola lebih tinggi di lapangan, lalu mengirim umpan yang diteruskan ke Moreira untuk menghasilkan gol penyama kedudukan.
Perubahan di lini tengah menjadi faktor penting dalam kebangkitan Milan. Ruben Amorim berhasil mengubah struktur permainan melalui Musah, rotasi posisi, dan tekanan balik sehingga Rossoneri mampu mengatasi masalah yang muncul pada babak pertama.
Sumber: Sempre Milan
Klasemen
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Prediksi Milan vs Benfica 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 11:15
-
Bagaimana Ruben Amorim Temukan Solusi untuk Masalah Lini Tengah AC Milan
Liga Italia 15 September 2026, 05:10
-
Luka Modric Mulai Kesulitan di Sistem Ruben Amorim
Liga Italia 15 September 2026, 05:05
-
Hasil Lengkap, Klasemen, Jadwal dan Top Skor Serie A 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 05:01
LATEST UPDATE
-
Prediksi FC Seoul vs Persib 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:24
-
Prediksi BRI Super League: Borneo FC vs Dewa United 16 September 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 15:14
-
Serie A tak Lagi 'Boring': Belum Muncul Skor 0-0 hingga Pekan ke-4 Musim 2026/2027
Liga Italia 15 September 2026, 14:48
-
Harry Kane Tembus 150 Gol di Bayern Munchen, Lebih Cepat dari Robert Lewandowski!
Bundesliga 15 September 2026, 14:15
-
Kabar Mengejutkan FC Seoul: Turunkan Tim SMA untuk Hadapi Persib di ACL Two?
Bola Indonesia 15 September 2026, 13:48
-
Cristian Chivu Bela Josep Martinez, Tegaskan Kiper Inter Milan Bukan Masalah
Liga Italia 15 September 2026, 13:29
-
Prediksi Barcelona vs Racing Santander 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 13:13
-
Lamine Yamal atau Kylian Mbappe: Siapa yang Lebih Layak Memenangkan Ballon d'Or?
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:54
-
EMTEK Media Dapat Kepercayaan untuk Kelola Izin Nonton Bareng FIFA ASEAN Cup 2026
Bola Indonesia 15 September 2026, 12:45
-
Gabriel Jesus Siap Bersaing dengan Raphinha di Barcelona
Liga Spanyol 15 September 2026, 12:19
-
Prediksi Man Utd vs Brighton 17 September 2026
Liga Inggris 15 September 2026, 12:08
-
Mikel Arteta Tegaskan Arsenal Siap Hadapi Jadwal Padat
Liga Inggris 15 September 2026, 11:44
-
Prediksi Milan vs Benfica 17 September 2026
Liga Eropa UEFA 15 September 2026, 11:15
-
Rodri Sebut Barcelona Bukan Favorit Juara Liga Champions
Liga Spanyol 15 September 2026, 11:09
-
Bruno Fernandes Disebut Memalukan dalam Insiden Kartu Merah Phil Foden
Liga Italia 15 September 2026, 10:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33






















KOMENTAR