Mantan Tangan Kanan Berlusconi: AC Milan Sekarang Hanya Mainan Bank, Bukan Tim Juara!

Mantan Tangan Kanan Berlusconi: AC Milan Sekarang Hanya Mainan Bank, Bukan Tim Juara!
Para pemain AC Milan berjalan meninggalkan lapangan setelah pertandingan Serie A melawan Udinese di San Siro, Italia, Sabtu (11/4/2026) malam WIB. (c) AP Photo/Antonio Calanni

Bola.net - AC Milan kembali jadi sorotan setelah Fedele Confalonieri melontarkan kritik keras terhadap kondisi klub. Orang kepercayaan mendiang Silvio Berlusconi itu menilai Rossoneri telah jauh dari identitas lamanya. Ia menyampaikan pandangan tersebut saat menghadiri peluncuran buku sejarah klub.

Dalam forum itu, Confalonieri tidak menahan diri. Ia mengkritik banyak aspek, mulai dari arah manajemen hingga performa pemain di lapangan.

Menurutnya, mentalitas tim kini kehilangan arah sejak perubahan kepemilikan beberapa tahun terakhir. Ia bahkan secara terbuka melabeli Rafael Leao dengan penilaian tajam yang memicu perdebatan.

Situasi makin panas ketika Confalonieri juga meragukan komitmen pemilik baru, Gerry Cardinale. Ia membandingkan pengelolaan Milan saat ini dengan rival sekota yang dinilai lebih stabil dan terstruktur.

1 dari 3 halaman

Kritik Pedas untuk Rafael Leao

Rafael Leao coba mengontrol bola dalam laga Liga Italia antara AC Milan vs Juventus di San Siro, 27 April 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Rafael Leao coba mengontrol bola dalam laga Liga Italia antara AC Milan vs Juventus di San Siro, 27 April 2026 (c) Spada/LaPresse via AP

Confalonieri mengaku tidak terkesan dengan penampilan Leao. Ia menilai pemain asal Portugal itu belum menunjukkan kualitas sebagai juara sejati.

Baginya, pemain hebat harus konsisten sepanjang laga, bukan hanya tampil sesaat. Ia lalu membandingkan Leao dengan Luka Modric yang tetap stabil meski usia tak lagi muda.

"Leao adalah juara palsu. Dia terlihat seolah-olah akan menjadi juara, tapi seorang juara bermain selama 90 menit di setiap pertandingan. Berapa lama sebenarnya Leao benar-benar bermain?" kata Fedele Confalonieri.

"Luka Modric, barulah itu seorang juara, dia bermain di setiap menit bahkan pada usia 40 tahun. Dia adalah seseorang yang memenangkan Ballon d'Or di era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Keraguan Terhadap Gerry Cardinale

Kritik Confalonieri juga mengarah ke gaya kepemimpinan Cardinale yang dinilai terlalu berorientasi bisnis. Ia menilai pendekatan finansial telah menggeser fokus utama klub.

Menurutnya, semangat memburu Scudetto kini tak lagi menjadi prioritas utama. Ia pun merindukan figur seperti Adriano Galliani yang dianggap mampu menjaga keseimbangan antara bisnis dan prestasi.

"Sebuah bank memiliki klub sepak bola, apa pedulinya mereka tentang memenangkan Scudetto? Inilah poin utamanya. Jika Anda cukup beruntung, seperti Inter saat ini, memiliki Presiden hebat yang memimpin seperti Beppe Marotta," ujarnya.

"Jika saja kita memiliki Adriano Galliani sebagai pemimpin, kita mungkin akan memiliki kesempatan untuk bisa bersaing kembali," lanjutnya.

3 dari 3 halaman

Penolakan Bertemu Manajemen Baru

Ketidakpuasan Confalonieri terhadap manajemen AC Milan saat ini terlihat jelas saat nama Giorgio Furlani mulai dimunculkan. Sebagai sosok yang berkuasa dalam pengambilan keputusan klub, Furlani justru mendapatkan reaksi dingin dan acuh tak acuh.

Sosok yang besar di era Berlusconi ini mengaku sama sekali tidak tertarik untuk mengenal orang-orang baru di Milan. Ia merasa identitas klub sudah hilang dan tidak peduli lagi dengan siapa yang kini duduk di kursi jabatan.

"Saya belum pernah bertemu dengannya, dan sebagai seorang Milanista, saya benar-benar tidak peduli untuk melakukannya," tegas Fedele Confalonieri.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL