Bola.net - Musim 2000/01 mungkin bukan musim yang cukup menyenangkan bagi AC Milan. Musim itu, Milan sempat memecat Alberto Zaccheroni sebagai pelatih mereka.
Namun, Milan musim itu juga mencatatkan salah satu kemenangan terbesar dalam Derby della Madonnina melawan Inter Milan. Kemenangan itu diraih Milan pada pekan ke-20 Serie A, yang digelar pada 11 Mei 2001 silam.
Ditangani Cesare Maldini, setelah Zaccheroni dipecat pada 14 Maret 2001, Milan menggulung sang rival sekota. Il Diavolo menang telak, enam gol tanpa balas.
Il Diavolo Menghabisi La Beneamata
One of my favourite derby choreographies, we did eat them alive. 11th May, 2001 Inter 0-6 Milan#ForzaMilan #WhatANight pic.twitter.com/hIVhrxz8EY
— Chintan mehta (@Chintanmilan07) October 16, 2018
Pada waktu itu, Inter berada di posisi enam klasemen sementara, sedangkan Milan di posisi lima. Laga di San Siro tersebut dipimpin wasit legendaris Pierluigi Collina.
Disaksikan sekitar 78 ribu penonton, Milan menghabisi Inter.
Gianni Commandini membawa Milan unggul 2-0 dengan dua gol yang dicetaknya di menit 3 dan 19. Federico Giunti kemudian memberi keunggulan 3-0 buat Milan di menit 53. Andriy Shevchenko ikut berpesta, mencetak dua gol di menit 67 dan 78. Gol penutup dicetak Serginho di menit 81.
Kemenangan Terbesar
Hingga kini, kemenangan itu masih tercatat sebagai kemenangan terbesar oleh Milan di Derby della Madonnina.
#Memories Derby Della Madonnina
— TeamMilanAC (@TeamMilanAC) February 7, 2020
📅 2001
🏆 Serie A
Inter Milan 0-6 AC Milan
⚽️⚽️ Gianni Comandini 🇮🇹
⚽️ Federico Giunti 🇮🇹
⚽️⚽️ Andreï Shevchenko 🇺🇦
⚽️ Serginho 🇧🇷pic.twitter.com/YLW3jzWwNP
Malam tak Terlupakan
Il concorde più di tutti è Inter-Milan 0-6 pic.twitter.com/26H8YKxHU0
— Cavallo💲Associati (@DonatoCavallo6) September 18, 2019
"Saya takkan pernah melupakan malam itu, dan para pendukung Rossoneri pasti juga demikian," kenang Serginho. "Mungkin para pendukung Inter juga, karena itu bukan malam yang menyenangkan bagi mereka."
Detail Pertandingan
San Siro antes del partido en donde el Inter fue destruido por el Milan 0-6. #ForzaMilan
— World AC Milan. (@WorldACMilan) May 11, 2016
11-05-2001 pic.twitter.com/ig7Mg15PkB
Inter XI: Frey; Ferrari, Blanc, Simic; Gresko, Farinos, Di Biagio, Dalmat, Zanetti; Vieri, Recoba.
Pelatih: Marco Tardelli.
Milan XI: Rossi; Maldini, Roque Junior, Costacurta, Helveg; Serginho, Giunti, Kaladze, Gattuso; Comandini, Shevchenko.
Pelatih: Cesare Maldini.
Inter 0-6 Milan
- 03' 0-1 Comandini
- 19' 0-2 Comandini
- 53' 0-3 Giunti
- 67' 0-4 Shevchenko
- 78' 0-5 Shevchenko
- 81' 0-6 Serginho.
Finis di Luar Empat Besar
Classic Teammates: AC Milan 2000-01
— Classic Football Shirts (@classicshirts) October 1, 2018
Shop classic Milan shirts here - https://t.co/32RQjeLHbu pic.twitter.com/ZWTjwdJiHv
Musim itu, Milan maupun Inter sama-sama finis di luar empat besar. Milan finis peringkat enam, sedangkan Inter setingkat lebih baik di posisi lima.
Juaranya adalah AS Roma, yang unggul dua poin atas Juventus.
Roma dan Juventus lolos ke fase grup Liga Champions. Sementara itu, Lazio (3) dan Parma (4) masuk kualifikasi ketiga Liga Champions.
Baca juga artikel-artikel lainnya:
- Athena 1994: Saat AC Milan Memupus Mimpi 'Tim Impian' Barcelona
- Ketika AC Milan Menghipnotis dan Menghancurkan Juventus 7-1
- 10 Pemain Legendaris dalam Sejarah Panjang AC Milan
- Pirlo dan Baggio, Saat Dua Genius Berkolaborasi Menciptakan Sebuah Golazo
- Momen Ikonik Calcio - 'Gol Di Grosso'
- Pirlo vs Joe Hart: Kala Sang Regista Membalas Intimidasi Lawan dengan Panenka
- Di-Solo Oleh Kaka, Tim Lawan pun Buyar
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Suso Beber Alasan Giampaolo Gagal di AC Milan
Liga Italia 29 April 2020, 23:20
-
Balotelli Bisa Saja Gabung Juventus, Tapi Kenapa Akhirnya Pilih Milan?
Liga Italia 29 April 2020, 22:48
-
Cerita Suso yang Pernah Nyaris Membelot dari Milan ke Inter
Liga Italia 29 April 2020, 21:52
-
Kaka, Neymar, dan Deretan 'Samba' Terganas di Liga Champions
Liga Champions 29 April 2020, 16:10
LATEST UPDATE
-
Puasa Kemenangan Tottenham, Kepercayaan Diri Arsenal
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:42
-
Nottm Forest Membangun Momentum, Liverpool Menjaga Posisi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:28
-
Tembok Pertahanan Man City, Tantangan Laga Tandang Newcastle
Liga Inggris 21 Februari 2026, 17:14
-
Menguji Konsistensi Chelsea yang Masih Kerap Kehilangan Poin setelah Unggul
Liga Inggris 21 Februari 2026, 16:35
-
Juventus, Como, dan Persaingan Ketat di Papan Atas
Liga Italia 21 Februari 2026, 16:22
-
Tinggalkan Man United, Casemiro Kini Berpeluang Jadi Rekan Setim Lionel Messi
Liga Inggris 21 Februari 2026, 15:26
-
Prediksi Everton vs Man United 24 Februari 2026
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:53
-
Head to Head Tottenham vs Arsenal: Pemuncak Klasemen Bakal Kembali Tergelincir?
Liga Inggris 21 Februari 2026, 14:16
-
Tanpa Ampun! Gresik Phonska Libas Jakarta Electric PLN dan Puncaki Klasemen Proliga 2026
Voli 21 Februari 2026, 13:10
-
Kans ke Final Four Tertutup, Bandung BJB Tandamata Fokus Akhiri Musim Proliga 2026 dengan Manis
Voli 21 Februari 2026, 13:05
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09

























KOMENTAR