Menang di Menit Akhir! Ini 6 Pelajaran Menarik dari Duel Cremonese vs AC Milan

Menang di Menit Akhir! Ini 6 Pelajaran Menarik dari Duel Cremonese vs AC Milan
Rafael Leao usai mencetak gol untuk AC Milan pada laga pekan ke-27 Serie A lawan Cremonese, Minggu (1/3) malam WIB. (c) Dok. AC Milan

Bola.net - AC Milan akhirnya membawa pulang tiga poin penting usai menaklukkan Cremonese 2-0 pada pekan ke-27 Serie A 2025/2026. Duel tersebut digelar di Stadion Giovanni Zini, Minggu (01/03/2026) malam WIB.

Rossoneri harus menunggu hingga menit-menit akhir untuk memecah kebuntuan dalam laga yang berjalan alot tersebut. Strahinja Pavlovic membuka skor jelang waktu normal berakhir sebelum Rafael Leao memastikan kemenangan di masa injury time.

Kemenangan ini terasa krusial setelah Milan hanya meraih satu poin dari dua laga kandang sebelumnya melawan Como dan Parma. Tekanan sempat membesar, terlebih performa lini depan kembali jadi sorotan.

Meski skor akhir terlihat meyakinkan, pertandingan ini menyimpan banyak catatan penting. Dari kegemilangan Emil Audero hingga performa naik-turun para bintang Milan, ada enam pelajaran yang bisa dipetik dari laga ini.

1 dari 7 halaman

Tembok Bernama Emil Audero

Kiper Cremonese Emil Audero melakukan penyelamatan saat pertandingan Serie A melawan Hellas Verona, Selasa (20/1/2026). (c) Alberto Mariani/LaPresse via AP

Kiper Cremonese Emil Audero melakukan penyelamatan saat pertandingan Serie A melawan Hellas Verona, Selasa (20/1/2026). (c) Alberto Mariani/LaPresse via AP

AC Milan sebenarnya berpeluang menang dengan margin lebih besar andai tidak berhadapan dengan Emil Audero. Kiper Cremonese itu tampil luar biasa sepanjang pertandingan.

Pada menit ke-34, Audero bergerak cepat menutup ruang tembak Rafael Leao setelah menerima umpan terobosan Youssouf Fofana. Sepakan pemain Portugal itu akhirnya melebar ke sisi kanan gawang.

Menjelang turun minum, Audero kembali menggagalkan peluang emas. Ia menepis tembakan Christian Pulisic di menit ke-44 dan kembali menyelamatkan gawangnya dari sepakan Fofana pada menit 45+1.

Secara keseluruhan, Audero mencatatkan empat penyelamatan dalam laga ini. Menurut data StatMuse, kiper Timnas Indonesia itu telah membukukan 100 penyelamatan di Serie A musim ini, terbanyak dibandingkan kiper lain di kompetisi.

2 dari 7 halaman

Pulisic Kehilangan Sentuhan Tajamnya

Pemain AC Milan, Christian Pulisic (kanan), beraksi dalam pertandingan Serie A melawan Parma, Senin (23/2/2025) malam WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Pemain AC Milan, Christian Pulisic (kanan), beraksi dalam pertandingan Serie A melawan Parma, Senin (23/2/2025) malam WIB. (c) Spada/LaPresse via AP

Christian Pulisic sempat menjadi jimat Milan di paruh pertama musim. Ia mencetak delapan gol dan dua assist di liga, sebagian besar bahkan saat masuk sebagai pemain pengganti.

Namun memasuki tahun 2026, ketajamannya seperti menghilang. Peluang satu lawan satu yang dulu mudah ia konversi kini justru terbuang percuma.

Melawan Cremonese, Pulisic kembali gagal memanfaatkan peluang matang. Padahal pergerakannya tetap cerdas dan ia kerap berada di posisi berbahaya di dalam kotak penalti.

Cedera memang sempat mengganggunya, tetapi beberapa kegagalan sulit dikaitkan dengan faktor kebugaran. Milan jelas berharap sang winger Amerika bisa segera menemukan kembali insting golnya.

3 dari 7 halaman

Leao Tajam di Akhir, Belum Konsisten Sepanjang Laga

Selebrasi Rafael Leao dalam laga Serie A antara AC Milan vs Como, Kamis (19/2/2026). (c) La Presse via AP Photo/Fabio Ferrari

Selebrasi Rafael Leao dalam laga Serie A antara AC Milan vs Como, Kamis (19/2/2026). (c) La Presse via AP Photo/Fabio Ferrari

Rafael Leao juga mengalami cerita yang tak jauh berbeda. Ia beberapa kali membuang peluang emas, termasuk situasi satu lawan satu di babak pertama.

Sepanjang laga, Leao sebenarnya terlihat lebih lincah dibandingkan penampilan sebelumnya. Ia beberapa kali melakukan penetrasi khas dari sisi kiri dan menciptakan ancaman nyata.

Golnya di masa injury time lahir dari timing lari yang tepat dalam skema serangan balik. Ia memastikan diri tetap onside sebelum menuntaskan peluang menjadi gol kedua Milan.

Meski begitu, pertandingan ini seharusnya bisa menjadi panggung hat-trick baginya. Tanda-tanda kebangkitan mulai terlihat, tetapi konsistensi masih jadi pekerjaan rumah.

4 dari 7 halaman

Fofana Menjawab Keraguan dengan Performa Komplet

Youssouf Fofana (kanan) di laga AC Milan vs Genoa, Jumat (09/01/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Youssouf Fofana (kanan) di laga AC Milan vs Genoa, Jumat (09/01/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni

Beberapa hari terakhir, nama Youssouf Fofana dikabarkan mulai kehilangan kepercayaan dari Massimiliano Allegri. Rumor penjualan di musim panas pun sempat mengemuka.

Situasi itu diperkuat dengan upaya Milan merekrut Andre dari Corinthians. Namun di lapangan, Fofana menjawab semua spekulasi dengan performa solid.

Ia mengirim dua umpan terobosan brilian kepada Leao dan Pulisic yang seharusnya berbuah assist. Selain itu, ia aktif merebut bola dan mendorong transisi dari lini tengah.

Perannya sebagai gelandang box-to-box terlihat jelas dalam laga ini. Jika konsisten, ia bisa kembali mengunci tempat utama, termasuk jelang derby penting berikutnya.

5 dari 7 halaman

Pavlovic, Dari Hampir Pergi Jadi Pahlawan

Strahinja Pavlovic merayakan gol untuk AC Milan pada laga pekan ke-26 Serie A lawan Cremonese, Minggu (1/3) malam WIB (c) Dok. AC Milan

Strahinja Pavlovic merayakan gol untuk AC Milan pada laga pekan ke-26 Serie A lawan Cremonese, Minggu (1/3) malam WIB (c) Dok. AC Milan

Strahinja Pavlovic kembali menunjukkan nilai pentingnya bagi Milan. Bek asal Serbia itu mencetak gol pembuka di menit akhir lewat situasi sepak pojok.

Gol tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi keberadaannya di kotak penalti lawan selalu menimbulkan kekacauan. Ia kini sudah melampaui jumlah gol musim lalu.

Perkembangannya musim ini cukup signifikan. Ia tampil stabil di lini belakang sekaligus menjadi ancaman tambahan dalam situasi bola mati.

Padahal musim panas lalu ia hampir meninggalkan klub usai debut yang kurang meyakinkan. Di usia 24 tahun, potensinya untuk terus berkembang masih sangat besar.

6 dari 7 halaman

Fondasi Kokoh di Tengah Tekanan

Di tengah masalah produktivitas lini depan, lini pertahanan Milan justru tampil disiplin. Mereka memastikan Cremonese tak mampu menciptakan kejutan.

Koni De Winter dan Pavlovic tampil kompak menjaga kedalaman lini belakang. Koordinasi keduanya membuat tuan rumah kesulitan menembus area berbahaya.

Dukungan dari lini tengah juga tak kalah penting. Luka Modric dan Adrien Rabiot aktif turun membantu pertahanan, sementara Fofana bekerja tanpa lelah menutup ruang.

Dengan derby melawan Inter menanti pada 8 Maret mendatang, fondasi pertahanan ini menjadi modal berharga. Milan mungkin belum sempurna, tetapi mereka tahu cara bertahan saat dibutuhkan.


BERITA TERKAIT

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR

LATEST UPDATE

LATEST EDITORIAL