Bola.net - Musim perburuan sedang berlangsung di Juventus. Pencarian sosok pengganti Massimiliano Allegri di kuris kepelatihan tampaknya juga akan sejalan dengan datangnya pemain baru. Selama beberapa tahun terakhir, mendatangkan pemain bintang seperti sudah menjadi sifat Andrea Agnelli. Dan tradisi itu tampaknya tak akan berhenti kali ini.
Menjadi yang terbaik di Eropa tidak pernah murah. Bianconeri tengah berada di jalan itu. Talenta-talenta terbaik selalu menjadi incaran dan kedatangan Aaron Ramsey tampaknya tak cukup. Agnelli benar-benar mengidamkan trofi Liga Champions dan bukan hanya faktor hoki, panggung terbaik di Eropa tersebut juga membutuhkan para pemain terbaik dalam sebuah tim untuk bisa memenanginya, yang tentu saja harganya tidak akan murah.
Dengan semua target itu, Agnelli pun berhasrat untuk menciptakan lini tengah yang mematikan dengan menargetkan para gelandang top kelas dunia. Ketika anda memiliki seorang Cristiano Ronaldo, layanan yang tepat pun dibutuhkan untuk melayaninya agar bisa meledak.
Kembalinya Paul Pogba telah digaungkan. Begitu juga dengan sinyal perburuan pada gelandang Lazio Sergej Milinkovic-Savic juga sudah dinyalakan. Kedua pemain itu diyakini merupakan kepingan terakhir yang kurang dan bisa melengkapi lini tengah Juventus saat ini.
Setelah disingkirkan oleh tim muda Ajax Amsterdam di Liga Champions, Agnelli ingin memastikan rasa malu yang sama itu tidak terulang lagi. Dan tentu saja, untuk menjadi yang terbaik, anda memerlukan semua elemen terbaik di setiap posisinya.
Lantas siapa yang paling cocok untuk menjadi kepingan terakhir di lini tengah Juventus saat ini? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.
Pogba Atau Milinkovic-Savic?
Misi Pogback 2.0 telah digaungkan dan banyak yang yakin langkah ini akan saling menguntungkan, baik untuk Juventus maupun untuk Pogba sendiri, di dalam dan di luar lapangan. Gelandang asal Prancis tersebut diyakini akan meningkat nilai komersialnya dengan profil besar yang ia miliki dengan kembali ke Juventus. Begitu juga performanya di dalam lapangan juga dipercaya bisa kembali ke bentuk terbaiknya bila kembali ke Turin.
Sementara bagi Juventus, kedatangan Pogba akan melengkapi lini tengah mereka. Sejak kepergian Pogba ke Manchester United, lini tengah Bianconeri seperti kurang lengkap dan kepulangannya akan membuat lini tengah Juventus mengaum lagi.
Ketika bicara soal Milinkovic-Savic, Juventus tampaknya melihatnya sebagai sosok yang mereka butuhkan untuk menambah fisik di lini tengah dan mengintimidasi lawan sejak awal. Gelandang asal Serbia tersebut merupakan sosok yang kuat, secara teknik berbakat dan memiliki faktor intimidasi yang tidak dimiliki di sistem lini tengah Juventus. Milinkovic-Savic adalah gelandang yang punya pengalaman bermain di Italia dan diyakini tak butuh waktu lama untuk bisa menyatu sebagai sebuah kesatuan di Bianconeri.
Namun meskipun begitu, Milinkovic-Savic bukanlah tanpa kekurangan. Jangan biarkan label 'Gelandang Terbaik Serie A' membodohi anda. Meskipun ia mampu meraih gelar itu, banyak orang yang mempertanyakannya. Terutama bila melihat seringnya Milinkovic-Savic 'hilang' di pertandingan penting dan partisipasinya terhadap gol Lazio juga tak banyak, belum lagi inkonsistensi seperti penyakit kambuhan yang jelas tak akan bisa ditolerir bila ia gabung Juventus.
Nilai minusnya lagi, gelandang 23 tahun tersebut sama sekali belum pernah bermain di Liga Champions sejauh ini. Dia tak mampu membuat dampak di setiap pekan dan kinerjanya justru terlihat menurun pada musim lalu. Dan sejujurnya, Milinkovic-Savic tak lebih baik daripada gelandang inti Juventus saat ini.
Bagaimana dengan Pogba?
Ketika itu Pogba, Si Nyonya Tua akan mendapatkan seseorang yang bisa mereka andalkan. Harusnya tidak ada drama dalam saga transfernya. Pogba suka bermain di Allianz Stadium dan cocok dengan sepak bola Italia. Bila ia menjalani musim yang luar biasa di Manchester United berarti dia akan kembali ke Juventus dengan pengaruh yang jauh lebih kuat dari sebelumnya. Memang gelandang 26 tahun ini sering malas untuk ikut melakukan fase bertahan atau track back dan tak bagus dalam bertahan, tapi ketika berbicara soal kinerjanya dalam meneror lawan itu tidak bisa dipertanyakan. Si Nyonya Tua memiliki sistem pertahanan yang bagus dan itu membuat Pogba tak akan khawatir dengan pertahanan.
Memiliki kemampuan mengirim umpan-umpan terukur ke seluruh area lapangan, Pogba juga dilengkapi dengan kemampuannya mengancam pertahanan lawan dengan agresinya, belum lagi kreativitasnya juga bisa meledak kapan saja. Bukan itu saja, Pogba juga memiliki kemampuan mencetak gol yang tinggi dan sesuai dengan gaya Juventus.. Dengan seseorang seperti Aaron Ramsey akan berada di sampingnya, Pogba akan membangkitkan kembali lini tengah Juventus dan dia menjadi bahan bakarnya.
Setelah mencapai final Liga Champions bersama Bianconeri sebelumnya, Pogba sekarang jelas akan lebih berhasrat untuk menyelesaikan bisnisnya di Juventus. Pemain Prancis itu bukan yang termudah untuk didatangkan memang. Namun, menghabiskan banyak uang untuk pemain sekalibernya sangat worth it, karena dia akan memperkuat keefektifan Ronaldo di depan dan bisa jadi pemimpin dalam tugas membawa Bianconeri memecahkan kutukan Eropa mereka.
Jadi, siapakah yang cocok untuk lini tengah Juventus? Paul Pogba yang punya kemampuan teknis lengkap atau Sergei Milinkovic-Savic yang punya daya jelajah tinggi dan punya faktor intimidatif besar? Berikan komentar kalian ya Bolaneters!
Sumber: itsroundanditswhite.co.uk
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
James Rodriguez ke Napoli Adalah Kabar Buruk untuk Cristiano Ronaldo
Liga Italia 13 Juni 2019, 21:20
-
Direktur Juventus Temui Perwakilan MU dan Chelsea di Inggris, Ada Apa?
Liga Italia 13 Juni 2019, 20:00
-
Juventus Siapkan Rencana Pembajakan Pemain PSG Ini
Liga Italia 13 Juni 2019, 18:20
-
Pogba Atau Milinkovic-Savic: Siapa Paling Cocok Dengan Juventus?
Liga Italia 13 Juni 2019, 11:11
-
Temui MU, Juventus Bahas Transfer Paul Pogba dan Joao Cancelo
Liga Inggris 13 Juni 2019, 09:20
LATEST UPDATE
-
Prediksi Racing Santander vs Madrid 1 November 2026
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 12:03
-
Prediksi Lazio vs Cagliari 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:23
-
Prediksi Como vs Venezia 1 November 2026
Liga Italia 31 Oktober 2026, 11:16
-
Hasil Kualifikasi MotoGP Malaysia 2026: Alex Marquez Pole, Marc Marquez Kedua
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:47
-
Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026 di Sepang, 30 Oktober - 1 November 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:32
-
Jadwal Liga Inggris di SCTV Pekan Ini, 31 Oktober - 3 November 2026
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 10:30
-
RESMI: Jorge Martin Mundur dari MotoGP Malaysia 2026
Otomotif 31 Oktober 2026, 10:27
-
Live Streaming Dewa United vs Persija Jakarta: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:25
-
Live Streaming Arema FC vs Bali United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:21
-
Live Streaming Persik vs Persita: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:16
-
Live Streaming PSM Makssar vs Madura United: Jadwal dan Link Nonton
Bola Indonesia 31 Oktober 2026, 10:12
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18

























KOMENTAR