
Bola.net - AC Milan harus menerima kekalahan penting saat bertandang ke markas Lazio (0-1) di Stadion Olimpico. Gol tunggal Gustav Isaksen pada babak pertama menjadi penentu kemenangan tuan rumah.
Hasil tersebut membuat posisi Milan semakin tertinggal dalam persaingan papan atas Serie A. Kekalahan itu juga datang pada saat yang krusial karena Inter sebelumnya hanya bermain imbang melawan Atalanta.
Meski begitu, setelah pertandingan, perhatian tidak hanya tertuju pada hasil akhir. Sikap Rafael Leao saat ditarik keluar lapangan juga menjadi bahan pembicaraan.
Insiden Leao dengan Allegri Jadi Sorotan

Milan kalah 0-1 dari Lazio setelah gol Isaksen pada menit ke-26 babak pertama. Kekalahan ini menghentikan momentum Rossoneri yang sebelumnya meraih dua kemenangan beruntun.
Sebelum pertandingan tersebut, Milan sempat menang melawan Cremonese dan juga meraih kemenangan dalam derby melawan Inter. Namun hasil di Olimpico membuat jarak dengan Inter di puncak klasemen melebar menjadi delapan poin.
Momen yang paling banyak dibicarakan terjadi pada menit ke-67. Massimiliano Allegri memutuskan menarik Leao dan memasukkan Fullkrug sebagai penggantinya.
Saat kembali ke bangku cadangan, penyerang asal Portugal itu terlihat melontarkan beberapa kata kepada pelatihnya. Situasi tersebut kemudian menjadi salah satu topik utama dalam analisis pascalaga.
Graziani Kritik Konsistensi Rafael Leao

Mantan striker Italia, Ciccio Graziani, memberikan komentarnya saat membahas pertandingan tersebut dalam program La Domenica Sportiva di Rai. Ia menyoroti performa dan sikap Leao sepanjang pertandingan.
“Ceritanya selalu sama. Dia mempermainkan pikiran kita," ungkap Graziani.
"Kita dibuat terus berpikir dia memiliki potensi untuk menjadi pemain yang benar-benar hebat, tetapi dia seharusnya lebih konsisten dalam penampilannya, membantu rekan setimnya dan membuat dirinya tersedia untuk menerima bola."
Leao Semaunya Sendiri
Graziani juga membandingkan situasi itu dengan pengalaman pribadinya sebagai pemain.
“Dulu, kadang saya kesal kepada rekan setim yang tidak memberi saya bola karena saya sedang dijaga ketat. Namun, dia justru memberikan kesan bahwa jika tidak diberi bola, dia juga tidak benar-benar memintanya; dia bermain ketika dia mau, dia hidup ketika dia mau," lanjut Graziani
Menurutnya, sikap tersebut membuat kontribusi Leao di lapangan kerap sulit diprediksi.
“Kadang kita bertanya-tanya apakah dia benar-benar berada di lapangan atau tidak, seseorang bahkan bercanda mengatakan dia sedang keluar untuk minum kopi.”
TAG TERKAIT
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
-
Man of the Match Le Havre vs PSG: Achraf Hakimi
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:27
-
Hasil Le Havre vs PSG: Hakimi Cetak Hat-Trick, Luis Enrique Cetak Sejarah
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:20
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





















KOMENTAR