
Gol tunggal Marco Borriello pada babak kedua menentukan tiga poin yang dicatatkan tim besutan Rudi Garcia kali ini. Torehan tersebut sekaligus membuat Giallorossi menjadi tim pertama yang sanggup mencatat 10 kemenangan beruntun sejak musim dimulai, pada sepanjang sejarah Serie A.
Di pertandingan ini, Roma tampil sangat mendominasi menghadapi tim terbawah Serie A. Nyaris di sepanjang laga, Chievo tidak mampu memberikan ancaman berarti bagi sang pemuncak klasemen.
Sejak awal pertandingan, Roma langsung tampil menekan pertahanan Chievo. Borriello mengawali ancaman ke gawang tim tamu, dengan sundulan hasil crossing Miralem Pjanic, dan masih bisa diblok lini belakang Chievo.
Di menit kelima, Kevin Strootman berpeluang membuka keunggulan lewat sundulan, setelah menerima sepak pojok Pjanic. Sayang sundulannya masih melambung.
Rapatnya pertahanan Chievo memaksa tuan rumah berusaha membombardir lini belakang lawan, dan melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Pada menit ke-24, sepakan terarah Strootman masih mampu dihadang kiper Christian Puggioni.
Meski mendominasi sebagian penguasaan bola di babak pertama, namun tuan rumah Roma masih belum mampu memecahkan kebuntuan di pertahanan Chievo. Hingga 45 menit usai, skor imbang tanpa gol masih bertahan.
Pada awal babak kedua, Chievo yang selama paruh pertama pertandingan sama sekali tidak mengancam pertahanan Roma, perlahan mulai berusaha melakukan tekanan, meski tetap fokus menjaga lini belakang.
Formasi 5-3-2 ketika dalam keadaan bertahan yang diterapkan Chievo bekerja cukup ampuh, guna membendung agresivitas tuan rumah. Tercatat hingga menit 65, pertahanan Mussi Volanti masih belum tergoyahkan.
Penantian Roma akan terciptanya gol bagi mereka akhirnya datang pada menit ke-67, setelah sundulan Borriello dari jarak dekat tidak mampu dihadang pemain belakang Chievo, sekaligus membawa Roma unggul 1-0.
Berawal dari situasi serangan di area kotak penalti Chievo, Alessandro Florenzi yang masuk di babak kedua mengirim crossing ke tengah. Meski dalam keadaan terkawal, Borriello masih berhasil menjangkau bola dengan kepala, dan sundulannya mengarah ke area kosong.
Situasi tertinggal membuat Chievo mulai berusaha keluar menyerang, dan memasukkan pemain yang memiliki agresivitas seperti Boadu Acosty dan Marcelo Estigarribia. Situasi tersebut dimanfaatkan Roma dengan melancarkan serangan balik cepat.
Borriello nyaris menggandakan keunggulan Roma, setelah mendapatkan ruang tembak di sisi kanan kotak penalti Chievo. Sayang tendangannya masih mampu diblok Puggioni, dan hanya menghasilkan sepak pojok.
Dua menit kemudian, Adem Ljajic juga berpeluang menambah gol melalui tendangan bebas dari sisi kanan pertahanan Chievo. Meski sudah mengarah ke tiang jauh, namun Puggioni sekali lagi berhasil memblok tendangan Ljajic.
Meski Chievo sempat menekan di penghujung babak kedua, namun hingga pertandingan usai skor 1-0 bagi Roma tidak berubah. Hasil ini memperkokoh posisi Roma di puncak klasemen dengan 30 poin, sementara Chievo masih terjebak di dasar klasemen dengan empat poin.
Starting line up kedua tim:
AS Roma (4-3-3): De Sanctis; Torosidis, Benatia, Castan, Dodo (Balzaretti 65'); Pjanic (Bradley 81'), De Rossi, Strootman; Ljajic, Borriello, Marquinho (Florenzi 59').
Chievo Verona (3-5-2): Puggioni; Claiton (Papp 62'), Dainelli, Frey; Drame (Estigarribia 67'), Hetemaj, Bentivoglio (Acosty 77'), Rigoni, Sardo; Paloschi, Pellissier.
Statistik AS Roma - Chievo Verona:
Shots: 18-2
Shots on goal: 3-1
Penguasaan bola: 64%-36%
Pelanggaran: 12-19
Corner: 10-1
Offside: 1-6
Kartu kuning: 3-5
Kartu merah: 0-0 (bola/atg)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Open Play 1 November 2013, 18:15

-
EDITORIAL - Suffaco Borriello, Keberadaan Yang Seperti Angin
Editorial 1 November 2013, 17:07
-
Garcia: Roma Pakai Kekuatan Magis? Mungkin Saja
Liga Italia 1 November 2013, 15:36
-
Garcia Enggan Terlena Rekor Fantastis Roma
Liga Italia 1 November 2013, 09:19
-
Sosok Kharismatik Totti Jadi Inspirasi Roma
Liga Italia 1 November 2013, 08:31
LATEST UPDATE
-
Bandung BJB Tandamata Mengawali Proliga 2026 dengan Tekad Juara yang Kembali Menyala
Voli 8 Januari 2026, 22:08
-
Pelita Jaya Launching Tim untuk IBL 2026, Bidik Juara demi Wujudkan Bintang Lima
Basket 8 Januari 2026, 22:02
-
Proliga 2026: Popsivo Polwan Tetap Lakukan Evaluasi Meski Sukses Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 21:43
-
Hasil Proliga 2026: Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Kalahkan Medan Falcons
Voli 8 Januari 2026, 20:47
-
Antoine Semenyo Mendarat di Manchester, Segera Resmi Jadi Pemain Anyar Man City
Liga Inggris 8 Januari 2026, 20:32
-
Ini PR Disiplin Chelsea yang Harus Dilihat Oleh Pelatih Baru Liam Rosenior
Liga Inggris 8 Januari 2026, 19:57
-
Battle of WAGs Liga Inggris 2025/2026: Arsenal vs Liverpool
Bolatainment 8 Januari 2026, 19:55
-
Live Streaming Milan vs Genoa - Link Nonton Serie A/Liga Italia di Vidio
Liga Italia 8 Januari 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
Peringkat 9 Manajer Manchester United Setelah Sir Alex Ferguson, Siapa Terbaik?
Editorial 7 Januari 2026, 13:52
-
4 Mantan Bintang Man United yang Pernah Jadi Pelatih Sementara di Old Trafford
Editorial 7 Januari 2026, 12:55
-
4 Pemain Gratis yang Bisa Direkrut Manchester United Musim Depan
Editorial 5 Januari 2026, 15:52
-
Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenior: Revolusi Taktik Dimulai
Editorial 5 Januari 2026, 15:25
-
7 Pemain yang Pernah Menangis Karena Jose Mourinho, Ada Cristiano Ronaldo
Editorial 5 Januari 2026, 13:58

























KOMENTAR