
Bola.net - Ajang penghargaan Ballon d'Or 2019 akan dihelat dalam waktu dekat. Dua pemain dengan raihan terbanyak, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, diyakini akan kembali bertemu dalam tiga besar.
Salah satu pemain lain yang diunggulkan masuk tiga besar, bahkan menjadi pemenang, adalah Virgil van Dijk. Seperti yang diketahui, bek asal Belanda tersebut punya jasa besar dalam perjalanan Liverpool menjadi juara Liga Champions.
Kendati demikian, bukan berarti Messi dan Ronaldo boleh dilupakan begitu saja. Sebab keduanya juga mendapatkan trofi di akhir musim lalu. Messi menjuarai La Liga dengan Barcelona, Ronaldo meraih trofi Serie A bersama Juventus.
Sehingga wajar jika banyak sosok yang terlibat dalam dunia sepak bola mendapatkan pertanyaan seputar jagoannya. Termasuk Maurizio Sarri, yang sekarang menjabat sebagai pelatih Juventus.
Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.
Tidak Peduli Ballon d'Or
Sarri dicecar pertanyaan seputar Ballon d'Or 2019 menjelang laga kontra Sassuolo di Serie A. Ia menyebut nama Ronaldo, walaupun secara keseluruhan ia tidak peduli dengan ajang tersebut.
"Saya tak tahu siapa yang akan menang. Saya harap Ronaldo, karena dia luar biasa. Saya juga berharap Matthijs De Ligt bisa diunggulkan untuk penghargaan pemain muda dan di masa depan Dybala bisa berbicara banyak di trofi itu," ujar Sarri seperti yang dikutip dari Football Italia.
"Setelah mengatakan semua itu, tanpa menyinggung semua di antara kalian, saya tidak begitu peduli soal penghargaan individual dan lebih tak peduli dengan penghargaan yang diberikan oleh jurnalis," lanjutnya.
Soal De Ligt
Sebagian besar dari publik meragukan kans De Ligt meraih Kopa Trofi, yakni Ballon d'Or versi pemain muda. Walaupun pemain berumur 20 tahun itu tampil apik bersama Ajax Amsterdam musim lalu.
Performa De Ligt menurun jauh semenjak gabung dengan Juventus. Ia bahkan mendapat banyak kritikan karenanya. Namun belakangan ini, penampilannya mulai menunjukkan adanya peningkatan.
Peningkatan ini diyakini dipengaruhi oleh kehadiran Andrea Barzagli di tim kepelatihan Sarri. "Barzagli adalah sumber daya berharga bagi kami dan bisa melatih dia dalam hal individu dan taktik secara kolektif," tambahnya.
"Terlepas dari itu, De Ligt juga sedang beradaptasi dengan gaya sepak bola yang kami miliki di Italia dan dia mulai terbiasa," tutupnya.
(Football Italia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Man of the Match Juventus vs Sassuolo: Francesco Caputo
Liga Italia 1 Desember 2019, 23:44
-
Hasil Pertandingan Juventus vs Sassuolo: Skor 2-2
Liga Italia 1 Desember 2019, 20:23
-
Juventus Berniat Borong Dua Penyerang Chelsea Sekaligus
Liga Italia 1 Desember 2019, 14:52
-
Bursa Perburuan Mandzukic: Manchester United Mundur, AC Milan Maju
Liga Italia 1 Desember 2019, 14:32
-
Ronaldo atau Messi untuk Ballon d'Or 2019? Sarri: Saya tak Peduli
Liga Italia 1 Desember 2019, 14:16
LATEST UPDATE
-
Milan Dituntut Memusatkan Perhatian Penuh pada Parma
Liga Italia 21 Februari 2026, 22:25
-
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 21:49

-
Dani Olmo di Barcelona: Kadang Terlihat Biasa, tapi Tiba-tiba Mengubah Arah Pertandingan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 20:58
-
Pecco Bagnaia Akhirnya Ngaku Sudah Pilih Tim MotoGP 2027, Kode Pindah ke Aprilia?
Otomotif 21 Februari 2026, 20:26
-
Prediksi Starting XI Milan vs Parma: Adu Formasi 3 Pemain Belakang
Liga Italia 21 Februari 2026, 20:05
-
Prediksi Starting XI Tottenham vs Arsenal: Kesiapan Saka dan Trossard
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:50
-
Prediksi Starting XI Barcelona vs Levante: Perubahan di Belakang dan Depan
Liga Spanyol 21 Februari 2026, 19:36
-
Prediksi Starting XI Nottm Forest vs Liverpool: Opsi Rotasi The Reds Cukup Terbatas
Liga Inggris 21 Februari 2026, 19:14
LATEST EDITORIAL
-
6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: Siapa Pewaris Tahta Gelandang Bertahan?
Editorial 20 Februari 2026, 00:00
-
7 Pemain yang Tenggelam Usai Pindah Klub Musim 2025/2026: Masih Ingat Darwin Nunez?
Editorial 19 Februari 2026, 23:35
-
Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang Pensiun di 2026
Editorial 16 Februari 2026, 23:25
-
5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi Manajer Permanen Manchester United
Editorial 16 Februari 2026, 23:09




















KOMENTAR