Bola.net - Eks striker fenomenal Internazionale, Ronaldo, baru-baru ini mengungkapkan sebuah komentar panas terkait sepakbola Italia. Pria berusia 37 tahun ini menuding Juventus telah dua kali mencuri Scudetto dari genggaman Inter.
Bomber yang pernah membela Nerazzurri pada periode 1997 sampai 2002 ini juga secara jelas menyebut sejumlah nama petinggi Bianconeri di era itu sebagai dalang dari kecurangan di Serie A.
"Kehilangan Scudetto di saat-saat terakhir sangat menyakitkan, namun terungkapnya Calciopoli terlah membuat segalanya menjadi jelas. Juve mencuri dua gelar kami, yang pertama di tahun 1998 saat pelanggaran Mark Iuliano kepada saya dibiarkan begitu saja. Yang kedua adalah pada tahun 2002," kecam Il Fenomeno seperti dilansir Football Italia.
"Di dua kasus tersebut, para petinggi Juve seperti Luciano Moggi, Antonio Giraudo, dan Roberto Bettega memiliki peranan penting. Tentu saja saat itu kami sudah merasa ada sesuatu yang kotor tengah terjadi, namun kami tak punya bukti. Calciopoli akhirnya menunjukkan bahwa kami benar."
Komentar ini tentu akan kembali memanaskan topik sensitif mengenai kasus Calciopoli. Juve sebelumnya juga telah mengalami pencopotan dua gelar Scudetti dan didegradasi paksa pada tahun 2006 karena dituduh terlibat pengaturan skor.
Inter kemudian menjadi klub yang paling diuntungkan dengan keputusan tersebut dengan mendapatkan limpahan gelar sekaligus menjadi penguasa tunggal Serie A dalam beberapa musim selanjutnya.[initial]
(fi/mri)
Bomber yang pernah membela Nerazzurri pada periode 1997 sampai 2002 ini juga secara jelas menyebut sejumlah nama petinggi Bianconeri di era itu sebagai dalang dari kecurangan di Serie A.
"Kehilangan Scudetto di saat-saat terakhir sangat menyakitkan, namun terungkapnya Calciopoli terlah membuat segalanya menjadi jelas. Juve mencuri dua gelar kami, yang pertama di tahun 1998 saat pelanggaran Mark Iuliano kepada saya dibiarkan begitu saja. Yang kedua adalah pada tahun 2002," kecam Il Fenomeno seperti dilansir Football Italia.
"Di dua kasus tersebut, para petinggi Juve seperti Luciano Moggi, Antonio Giraudo, dan Roberto Bettega memiliki peranan penting. Tentu saja saat itu kami sudah merasa ada sesuatu yang kotor tengah terjadi, namun kami tak punya bukti. Calciopoli akhirnya menunjukkan bahwa kami benar."
Komentar ini tentu akan kembali memanaskan topik sensitif mengenai kasus Calciopoli. Juve sebelumnya juga telah mengalami pencopotan dua gelar Scudetti dan didegradasi paksa pada tahun 2006 karena dituduh terlibat pengaturan skor.
Inter kemudian menjadi klub yang paling diuntungkan dengan keputusan tersebut dengan mendapatkan limpahan gelar sekaligus menjadi penguasa tunggal Serie A dalam beberapa musim selanjutnya.[initial]
Baca Juga
- Inter Berupaya Dapatkan Wonderkid Maroko
- Materazzi Akan Kembali ke Inter?
- Antisipasi Kepergian Handanovic, Inter Lirik Marchetti
- Inter Mulai Dekati Agen Eto'o
- De Sciglio Berjanji Takkan Pernah Gabung Inter
- Handanovic: Vidic Akan Membuat Inter Makin Kokoh
- Bergomi: Inter Harus Ikuti Jejak Milan Musim Lalu
- 'The New Eto'o' Antusias Gabung Inter
- Pengucilan Inter Terhadap Belfodil Menuai Kecaman
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Alexis: Vidal Sempurna Untuk Barcelona
Liga Spanyol 10 Maret 2014, 22:00
-
Barzagli: Perebutan Scudetto Belum Berakhir!
Liga Italia 10 Maret 2014, 21:45
-
5 Cleansheet dan 15 Unbeaten Parma
Liga Italia 10 Maret 2014, 15:06
-
Gawang Fiorentina Target Favorit Asamoah
Liga Italia 10 Maret 2014, 12:41
-
Dua Kekalahan Beruntun Perdana Milan
Liga Italia 10 Maret 2014, 12:12
LATEST UPDATE
-
Eksklusif Match: Persebaya vs Persik Live Streaming di Vidio
Bola Indonesia 22 Mei 2026, 19:31
LATEST EDITORIAL
-
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kandidat Tujuannya
Editorial 20 Mei 2026, 16:16
-
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel Arteta Masuk
Editorial 20 Mei 2026, 14:19
-
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tinggalkan Real Madrid
Editorial 19 Mei 2026, 10:00
-
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manchester City
Editorial 19 Mei 2026, 09:39
-
5 Pemain yang Bisa Jadi Fondasi Jose Mourinho di Real Madrid
Editorial 18 Mei 2026, 12:25

























KOMENTAR