
Bola.net - Maurizio Sarri hanya bertahan semusim di kursi panas pelatih Juventus. Sabtu (8/8/2020) malam WIB, Si Nyonya Tua resmi mengumumkan pemecatan Sarri, keputusan yang sudah diduga tapi tetap mengejutkan.
Isu pemecatan Sarri sebenarnya sudah muncul ke permukaan sejak beberapa bulan lalu, sebagian fans Juve tidak suka gaya bermain Sarri yang cenderung memaksa para pemain menyesuaikan diri, yang berakibat pada dicadangkannya sejumlah pemain top.
Untungnya, isu ini sempat mereda ketika Juve berhasil menjuarai Serie A beberapa pekan lalu. Memang berita "Juve menjuarai Serie A" sudah sangat biasa dalam sembilan tahun terakhir, gonta-ganti pelatih pun tak masalah. Namun, tetap saja prestasi ini hampir menyelamatkan Sarri.
Nahas bagi Sarri, Sabtu (8/8/2020) dini hari WIB, Juve tersingkir secara mengenaskan dari Liga Champions. Mereka menang 2-1 atas Lyon di Turin, tapi kalah agresivitas gol tandang karena takluk 0-1 pada lawatan ke kandang Lyon sebelumnya
Sebenarnya apa yang salah dengan Sarri? Atau Justru pihak klub yang keliru? Selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!
Bahkan ragukan diri sendiri
"Jika Juve berhasil jadi juara [Serie A] bersama saya, berarti kami memang bagus!"
Itulah salah satu penggalan kalimat Sarri di sela-sela perayaan trofi Serie A musim ini. Komentar itu bernada negatif, yang seharusnya tak dikeluarkan seorang pelatih.
Sarri seolah-olah tidak yakin dengan kemampuannya sendiri, dan dia punya alasan yang kuat untuk itu. Sepanjang kariernya, koleksi trofi Sarri sangat minim. Trofi Serie A musim ini hanyalah koleksi keduanya usai membantu Chelsea menjuarai Liga Europa musim lalu.
Singkatnya, jauh di dalam lubuk hatinya, Sarri tahu bahwa dia sangat beruntung bahwa Juve tetap bisa jadi juara Serie A musim ini.
Proyek besar Juventus: Cristiano Ronaldo
Bintang Juventus, Cristiano Ronaldo mengangkat trofi Scudetto Serie A (c) AP Photo
Dua musim lalu, Juve menuntaskan transfer paling ambisius di era modern, mereka mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid, yang saat itu tiba di usia 33 tahun.
Alasan Juve mendatangkan Ronaldo hanya satu, dan tidak sulit ditebak: Menjuarai Liga Champions. Ya, mereka sudah terlalu tangguh di Serie A, Ronaldo tidak dibutuhkan untuk kompetisi domestik.
Masalahnya, ketika pihak klub sudah mengandalkan satu pemain spesifik, mereka harus mencari pelatih yang tepat. Massimiliano Allegri dianggap gagal memaksimalkan potensi Ronaldo, dipecat. Kini Sarri pun demikian, juga dipecat.
Juve sudah tahu risiko dengan mendatangkan Ronaldo, yakni bahwa tim harus dibentuk khusus untuk memanjakan dan memaksimalkan potensi sang pemain. Masalahnya, Sarri tidak tepat untuk itu.
Taktik Sarri tidak cocok
Untuk memaksimalkan potensi Ronaldo, yang kini sudah 35 tahun, tim Juve harus menerapkan gaya bermain khusus. Ronaldo harus jadi titik pusat serangan dan dia tidak boleh kelelahan dalam pergerakan tanpa bola.
Zinedine Zidane berhasil mengatasi ini di Real Madrid beberapa tahun lalu, Ronaldo benar-benar moncer meski tidak banyak bergerak. Sarri, terbukti, gagal melakukannya.
Masalahnya selalu sama. Sarri terlalu kaku memegang teguh prinsip sepak bolanya dan tidak mau mengutak-atiknya sedikit untuk menyesuaikan dengan superstar dalam tim.
Di sisi lain, Ronaldo telah meraih begitu banyak trofi, dan jelas tidak akan mengubah gaya bermainnya untuk pelatih yang sebelumnya hanya pernah meraih trofi Liga Europa.
Inilah alasan utama di balik permainan membosankan Juve musim ini. Ada dua kepala besar dengan dua keinginan khusus, tapi tidak bisa disatukan.
Sumber: Berbagai sumber
Baca ini juga ya!
- 5 Kesalahan yang Bikin Maurizio Sarri Dipecat Juventus: Terlalu Manjakan Ronaldo?
- 3 Pesakitan Juventus Beri 'Like' untuk Pengumuman Pemecatan Maurizio Sarri
- Juventus Harus Bayar Rp345 Miliar untuk Pecat Maurizio Sarri
- Maurizio Sarri Dipecat, Haruskah 6 Pemain Juventus dengan Performa Terburuk Musim Ini Menyusul?
- Para Kandidat Pengganti Maurizio Sarri, Dari Mauricio Pochettino hingga Simone Inzaghi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
5 Kesalahan yang Bikin Maurizio Sarri Dipecat Juventus: Terlalu Manjakan Ronaldo?
Liga Italia 8 Agustus 2020, 23:15
-
Dua Gol Ronaldo Tak Mampu Loloskan Juventus
Galeri 8 Agustus 2020, 22:19
-
3 Pesakitan Juventus Beri 'Like' untuk Pengumuman Pemecatan Maurizio Sarri
Liga Italia 8 Agustus 2020, 21:52
-
Juventus Harus Bayar Rp345 Miliar untuk Pecat Maurizio Sarri
Liga Italia 8 Agustus 2020, 21:20
LATEST UPDATE
-
Bursa Transfer Sedikit Lagi Tutup, Wayne Rooney Minta MU Angkut Pemain Arsenal Ini
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 21:00
-
Fabio Capello Sebut Inter Milan Tak Punya Rival di Serie A
Liga Italia 21 Agustus 2026, 21:00
-
Manchester United Diprediksi Bawa Pulang 3 Poin dari Kandang Hull City
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:45
-
Manchester City Masih Minati Enzo Fernandez, Chelsea Tak Bergeming!
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:30
-
Arsenal Tutup Pintu untuk Real Madrid, Martin Zubimendi Tak Akan Dijual
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:24
-
Yan Diomande: Saya Terbebani Label Harga di Madrid? Ngapain!
Liga Spanyol 21 Agustus 2026, 20:15
-
Michael Carrick Pastikan MU Belum Berhenti Belanja Pemain Baru!
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 20:00
-
Youri Tielemans Dinilai Belum Layak Main untuk Manchester United
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 19:48
-
Carlos Baleba Dikabarkan Merapat ke MU, Begini Kata Pihak Brighton
Liga Inggris 21 Agustus 2026, 19:45
LATEST EDITORIAL
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51
-
6 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
Editorial 5 Agustus 2026, 10:59
-
5 Pemain yang Masih Bisa Direkrut Manchester United Sebelum Bursa Transfer Ditutup
Editorial 4 Agustus 2026, 13:00
-
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
Editorial 3 Agustus 2026, 10:59



















KOMENTAR